'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Syiar
Home » Syiar » Materi Pengajian » Usaha Praksis Sarana Perekat Ukhuwah
Usaha Praksis Sarana Perekat Ukhuwah
12 Januari 2017 14:57 WIB | dibaca 148
oleh: 'Aisyiyah

"Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-ya kepada kamu ada yang telah kamu kerjakan." (At-Taubah: 105)

Eksistensi manusia di dunia adalah untuk berkarya menebar kebaikan mewujudkan kesejahteraan umat. Banyak hal yang bisa dilakukan. Banyak pula teori yang hanya sampai pada tataran ilmu yang tidak diimplementasikan menjadi sebuah usaha0usaha praksis berupa perbuatan, kegiatan, praktik atau tindakan aksi sehingga kurang berdampak luas bagi kemaslahatan umat.

Model praksis adalah salah satu pendekatan terhadap teologi kentekstual yang dibentuk secara intensif oleh pengetahuan yang berasal dari aksi dan refleksi. Model praksis juga membantu pengenalan terhadap makna, dan dapat memberikan sumbangsih bagi perubahan sosial (Wikipedia). Pilihan jenis usaha praksis bisa beraneka disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Untuk itu diperlukan inisiator gerakan praksis dalam upaya mewujudkan kesejahteraan, yaitu sumber daya manusia yang memiliki kepekaan melihat tantangan kebutuhan masyarakat, dan pandai menangkap peluang, serta memiliki kemampuan menciptakan hal-hal positif.

Usaha Praksis, Solusi Problem Sosial

Islam dihadirkan sebagai rahmatan lil 'alamin, dan memberikan cara-cara untuk menjawab berbagai problem sosial. Saat ini problem sosial yang dihadapi masyarakat semakin banyak. Oleh karena itu, diperlukan pemetaan problem sosial tersebut dan membuat gerakan-gerakan baru dengan fokus-fokus tertentu. Diantara problem berkepanjangan yang seolah tak berujung adalah kemiskinan, baik spiritual maupun material. Bila tidak diatasi bersama-sama oleh pemerintah maupun lembaga-lembaga sosial dan keagamaan akan berdampak pada berbagai aspek antara lain pendidikan, kesehatan, dan sosial lainnya seperti meningkatnya angka pernikahan dini, demoralisasi, dan perubahan perilaku. Oleh karena itu, gerakan praksis diarahkan untuk memberdayakan masyarakat agar mereka keluar dari problematika hidup akibat semakin longgarnya nilau-nilai moral dan kemiskinan.

Gerakan  Praksis sebagai Perekan Ukhuwah

Gerakan praksis merupakan langkah nyata yang akan menciptakan kesan positif sehingga masyarakat akan tertarik memberikan dukungan bagi keberlangsungan setiap usaha/gerakan praksis. Manfaat lainnya adalah akan tercipta hubungan yang harmonis dengan masyarakat luas. Umat Islam adalah umat yang satu (ummatan wahidah), yang saling mengokohkan karena dipersatukan oleh tauhid. Apabila semua konsekuen dalam melakukan gerakan praksis akan tampil sebagai barisan kokoh yang selalu siap mengatasi berbagai problem umat. Hal itu bisa menjadi magnet yang mampu menarik dukungan dari masyarakat, dan sebagai perekat ukhuwah. Seperti tergambar dalam ayat berikut.

"Dan Allahlah yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman), walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha gagah lagi Maha Bijaksana" (Al-Anfal (8): 63). 

Pengorganisasian yang baik dan profesional sangat diperlukan agar usaha-usaha praksis tidak hanya menjadi kegiatan musiman, atau karena ada subsidi pemerintah. Dalam pelaksanaan usaha praksis perlu dilakukan dengan berbagai pendekatan antara lain: Pendekatan bebasis masalah. Yang mesti dilakukan adlah sebagai berikut: Pertama, Pemilahan masalah. Hail ini sangat penting agar kegiatan lebih terarah; kedua, peran motivator berfungsi juga sebagai dinamisator selalu berupaya untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Untuk itu ia harus dapat menjadi teladan, dan memiliki sifat welas asih (Jw); ketiga, penentuan strategi. Dilakukan segera setelah meneliti tentang kekuatan, kelemahan, tantangan, dan peluang yang ada pada masyarakat yang menjadi sasaran; keempat, penerapan fungsi kontrol. Tanpa kontrol kadang pelaksanaan kegiatan tidak bisa mencapai target.

Karena dalam satu masyarakat sasaran teerdapat berbagai masalah yang telah dipilah-pilahkan, maka perlu dilakukan pembagian tugas SDM pelaksana, dan ditindaklanjuti dengan berbagai praksis. Untuk keberhasilan pelaksanaannya diperlukan kegigihan dalam mewujudklan visi yang telah ditetapkan bersama. Dialog antar kelompok pelaksana perlu dibudayakan agar selalu terdapat kesatuan langkah dlam membawa misi, dan mencari solusi bersama dalam mengatasi hambatan. Dengan dialog saling bisa berbagi pengalaman sebagai pengayaan/bekal mewujudkan visi yaitu masyarakat utama, yang dpat menikmati kesejahteraan lahir maupun batin dalam Qaryah Thayyibah.

Shared Post:
Materi Pengajian Terbaru
Berita Terbaru