'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Syiar
Home » Syiar » Materi Pengajian » Tentang Membuka Rumah Makan di Siang Ramadan
Tentang Membuka Rumah Makan di Siang Ramadan
08 Juni 2017 18:27 WIB | dibaca 164
oleh: Fatwa-Fatwa Tarjih : Tanya Jawab Agama (Tim PP Muhammadiyah Majelis Tarjih dan Tajdid)

 

 

Orang Islam selain diperintahkan untuk berpuasa di bulan Ramadan, juga diperintahkan untuk membantu orang lain agar bisa menjalankan puasanya dengan baik. Dalam hadist riwayat Ibnu Khuzaimah dari sahabat Salman ra disebutkan bahwa pada hari terakhir bulan Sya’ban, Nabi berkhotbah memberikan pengajaran kepada para sahabat mengenai hal-hal apa yang harus/bisa dilakukan pada bulan Ramadan. Diantaranya beliau mengatakan:

“…barangsiapa meringankan beban para hambanya (pembantu rumah tangga), Allah akan mengampuni dosanya dan membebaskan dia dari siska neraka…”

Kita tahu bahwa pekerjaan hamba sahaya, termasuk pembantu rumah tangga adalah cukup berat. Sementara merekapun sama-sama punya kewajiban berpuasa. Oleh karena itu, sekalipun tugas/pekerjaan tersebut merupakan kewajiban, namun Nabi menghimbau agar Tuan dan Nyonya bisa meringankan beban mereka pada bulan Ramadan. Maksudnya jelas, agar mereka tidak terlalu lelah sehingga mereka bisa berpuasa dengan baik. Bagi mereka yang meringankan beban orang yang berpuasa maka ia akan mendapatkan kebaikan. Sampai-sampai Nabi mengatakan bahwa Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan akan dibebaskan dari siksa neraka. Termasuk dalam kriteria membantu orang lain bisa berpuasa dengan baik dan tenang adalah tidak menggoda mereka untuk tidak berpuasa, umpama membuat orang yang berpuasa menjadi tergiur karena melihat makanan yang terhidang di rumah makan. Oleh karena itu, walaupun dengan dalih mencari rizki tetapi kalau mempunyai niatan agar orang-orang tidak berpuasa dan makan di rumah makan yang dikelola,-karena umumnya pada siang Ramadan banyak yang tutup- jelas ini perbuatan dosa. Sekalipun sebenarnya tidak mempunyai niatan agar orang-orang tidak berpuasam akan tetapi apabila ternyata dengan dibukanya rumah makan di siang hari Ramadan banyak mendorong orang tidak berpuasa, menurut hukum agama melalui Saddudz Dzari’ah, rumah makan harus tutup/tidak berjualan pada siang hari Ramadan.

Saddudz Dzari’ah ialah menyumbat jalan/sarana yang mengarah kepada ketidakbaikan atau kerusakan. Puasa jelas diperintahkan, kebalikannya berarti tidak puasa adalah dilarang agama. Apabila dibukanya rumah makan pada siang hari Ramadan merupakan sarana atau jembatan untuk tidak berpuasa sehingga larangan tidak berpuasa itu tidak berjalan dengan baik, maka sarana yang akan menggoyahkan berjalannya larangan itu harus juga dilarang. Atas dasar ini, maka seharusnya rumah makan tidak berjualan di siang hari Ramada.

Pemerintah sendiri memerintahkan untuk menghormati orang yang berpuasa. Artinya, apabila seseorang tidak berpuasa maka janganlah mengganggu dengan mendemonstrasikan ketidakpuasannya di depan orang yang berpuasa. Apabila pemilik rumah makan khawatir kehilangan rizki Allah pada bulan Ramadan, bisa saja rizki itu dicari dengan mengalihkan waktu berjualan dari siang hari menjadi sore hari dan malam hari guna mempersiapkan dan menyediakan makanan bagi orang yang akan berbuka dan makan sahur.

 

Sumber: Buku Fatwa-Fatwa Tarjih : Tanya Jawab Agama (buku 5), Tim PP Muhammadiyah Majelis Tarjih dan Tajdid

Shared Post:
Materi Pengajian Terbaru
Berita Terbaru