Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Dalam Keluarga

15 Oktober 2014 16:05 WIB | dibaca 2424 | oleh: Aisyiyah

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْن

…Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (Q.S Al-Baqarah/2 : 222)

Ibu-ibu yang saya hormati,

Islam sangat mempedulikan masalah kebersihan. Namun, seringkali kita mengabaikan masalah kebersihan ini seakan-akan bukan bagian dari ibadah, padahal kita dapat melaksanakannya sebagai bagian dari ibadah. Lalu bagaimana cara kita mengamalkan pola hidup bersih dan sehat dalam keluarga? Lalu apa saja kebersihan dalam rumah yang harus diamalkan. Setidaknya ada empat (4) hal yang dapat kita praktikan dalam kehidupan keseharian keluarga, yaitu :

1. Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)

2. Pengamanan Air Minum Rumah Tangga

3. Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

4. Pengelolaan Air Limbah Rumah Tangga

Ibu-ibu yang dirahmati Allah, ada banyak manfaat yang kita dapatkan kalau keluarga maupun masyarakat di sekitar kita mempunyai perilaku hidup bersih, yaitu :

  1. Seluruh anggota keluarga dan masyarakat menjadi sehat
  2. Anak akan tumbuh cerdas dalam lingkungan yang sehat
  3. Masyarakat akan mempu mewujudkan lingkungan yang sehat
  4. Mampu mencegah dan menanggulangi penyakit dan masalah kesehatan
  5. Biaya kesehatan (penyakit) dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain

 

Ilustrasi cuci tangan

 

Nah, pada kesempatan ini saya ingin menerangkan dua (2) hal, yaitu Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Untuk yang pertama, Cuci Tangan Pakai Sabun, apakah ibu-ibu dan anggota keluarga lainnya selalu mencuci tangan pakai sabun? Pada saat-saat apakah cuci tangan memakai sabun hendaknya dilakukan? Cuci tangan memakai sabun sebaiknya dilaksanakan :

  1. Sebelum makan
  2. Sesudah buang air besar (BAB)
  3. Sebelum memegang bayi
  4. Sesudah menceboki anak
  5. Sebelum menyiapkan makanan
  6. Setelah memegang unggas atau produk unggas

Nah, apakah ibu-ibu sudah mengamalkannya. Seringkali kita hanya mencuci tangan pakai sabun jika tangan kita benar-benar terlihat kotor, seperti terkena minyak, kotoran, atau hal-hal yang terlihat oleh mata secara langsung. Betul begitu ibu-ibu? Nah mengingat kepedulian Islam terhadap kebersihan dan keseharan, maka mulai hari ini kita akan mengubah kebiasaan kita. Memang mengubah kebiasaan tidak mudah ibu-ibu, tapi yakinlah bahwa kita bisa melaksanakannya karena merupakan salah satu wujud keimanan kita kepada Allah.

Lalu yang kedua, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. Sampah kelihatannya barang yang tidak berguna ya ibu-ibu. Coba ibu-ibu, berapa banyak sampah rumah tangga dihasilkan dalam sehari? Kalau sampah dibiarkan menggunung, apa yang akan terjadi ibu-ibu?


 

Ilustrasi sampah organik

 

Sampah sesungguhnya dapat menjadi “emas”. Kok bisa ya ibu-ibu? Samoah rumah tangga yang kita hasilkan sebaiknya dipisahkan antara sampah organik (sayuran, nasi, daun-daunan) dan nonorganik (barang bekas berbahan kertas, plastik, dan kaca). Sampah organik dapat digunakan untuk membuat kompos yang bisa dipakai untuk pupuk. Sementara sampah kering atau nonorganik dapat dikumpulkan kemudian dijual, atau malah bisa dibuat menjadi kerajinan, seperti dompet dan tas sehingga memiliki nilai jual. Pernah melihat contoh dompet dan tas hasil daur ulang ibu-ibu? Atau malah sudah ada yang bisa membuatnya, dan bisa ditularkan kepada ibu-ibu yang lain? Mudah ya ibu-ibu kita mengamalkan kebersihan sebagai bagian dari ibadah kita. Mari mulai dari keluarga kita masing-masing.

 

  

Hasil daur ulang sampah anorganik

 

Demikian ibu-ibu, sedikit ilmu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan hari ini, semoga bermanfaat. Jika ada salah kata, saya mohon maaf.

Wassalamu’alaikum…

(Disarikan dari Buku Materi Pengajian Bagi Muballighat ‘Aisyiyah)