Membudayakan Hidup Bersih dan Sehat di Masyarakat

15 September 2017 18:46 WIB | dibaca 258 | oleh: 'Aisyiyah

"Allah menciptakan alam semesta sangat seimbang (67:03), tiada cacat sedikitpun, untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia (02:09) sebagai rahmat dari Allah (4:13), untuk menyempurnakan nikmat (31:20). Bumi sebagai sumber penghidupan. dan Allah menyebarkan di bumi ini berbagai jenis binatang yang bermanfaat."

Manusia diciptakan oleh Allah dalam benruk yang paling bagus, dilengkapi dengan indera, dan akal sehingga mempunyai daya dan keagungan rohani yang berbeda dengan makhluk lainnya. Semua tindakan manusia adalah kebudayaan. Sehingga perilaku hidup sehat dan bersih adalah ekspresi budaya manusia. Menurut Rohiman (2002:24) bahwa wujud kebudayaan adalah sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan manusia dari masa ke masa. Sedangkan sistem budaya adalah menata dan mematangkan tindakan serta tingkah laku manusia. Oleh karena itu, masyarakat perlu dorongan untuk memiliki budaya hidup bersih dan sehat.

Sehat jasmani, rohani, dan sosial adalah karunia Allah yang didambakan oleh setiap insan. Hal itu bisa tercipta dalam lingkungan yang sehat, tersedianya sarana dan prasarana kesehatan yang memadai, serta pemahaman tentang kesehatan baik fisik, mental maupun sosial bagi anggota masyarakat. Sebaliknya, kebiasaan hidup yang buruk seperti membuang sampah sembarangan, aluran limbah yang terabaikan memicu terjadinya pencemaran lingkungan yang mempunyai pengaruh terhadap kesehatan. Demikian pula perilaku merusak, merokok, minuman keras, narkoba, dan lainnya mengancam kesehatan jasmani dan lingkungan. Membudayakan hidup bersih dan sehat dalam masyarakat perlu diikuti upaya-upaya antara lain pembelajaran secara terys menerus melalui pendidikan formal maup[un non formal. Kesemuanya itu dilakukan agar masyarakat memiliki daya tahan tubuh yang kuat sehingga tidak mudah terserang penyakit.

Budaya Bersih dan Sehat dalam Islam

Dalam beberapa ayat al-Qur'an dan hadits siketengahkan ajaran tentang budaya bersih dan sehat antara lain:

Pertama, memelihara kebersihan badan: "Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit [403] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air..." (al-Maidah: 6)

Kedua, memperhatikan kebersihan pakaian: "Dan pakaianmu bersihkanlah," (al-Muddatstsir: 4)

Ketiga, menjaga makanan: " Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala, dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah [396]. (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan ," (al-Maidah:3)

Keempat, makanan yang baik dan bergizi: "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan: Karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu," (al-Baqarah: 168)

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat menjadi Budaya

Perilaku hidup bersih dan sehat merupakan kebijakan kesehatan yang menekankan pada upaya promotif dan preventif agar terwujud masyarakat yang warganya sehat, dan lebih produktif. Paradigma sehat perwujudannya berkaitan dengan perilaku individu, keluarga, dan masyarakat. Beberapa hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: pertama, membangun kesadaran individu, keluarga, dan masyarakat agar semua yang dikakukan berorientasi pada kebersihan dan kesehatan; kedua, menghindarkan diri dari budaya yang menimbulkan resiko kerusakan dan mengundang penyakit; ketiga, emningkatkan gerakan pemberantasan penyakit; keempat, meningkatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan; kelima, penyediaan sarana kesehatan dan kebersihan di masyarakat; keenam, melakukan kampanye secara terus-menerus tentang beberapa hal antara lain: penggunaan air bersih, pencahayaan rumah dan kantor yang cukup, cuci tangan sebelum dan sesuydah makan, menggunakan alat pelindung, tidak membuang sampah sembarangan, tidak meludah di sembarang tempat.

dengan menyukseskan kampanye perilaku hidup bersih dan sehat dapat meningkatkan kualitas kesehatan fisik, mental dan sosial.