Laki-Laki dan Perempuan Setara dalam Islam

21 Mei 2019 14:06 WIB | dibaca 412 | oleh: PP 'Aisyiyah (Tim Media PPA)

Sahabat ‘Aisyiyah, bagaimana Islam memandang kedudukan laki-laki dan perempuan ? apakah ada salah satu yang mendominasi yang lainnya ?

Ternyata tidak, Islam mengajarkan kepada pemeluknya bahwa perempuan dan laki-laki adalah setara di hadapan Allah. Relasi laki-laki dan perempuan dalam posisi setara, tidak ada superioritas dan subordinasi (diunggulkan dan direndahkan), masing-masing memiliki potensi, fungsi, peran dan kemungkinan pengembangan diri.
 

1.            Laki laki dan perempuan, keduanya adalah hamba Allah dan mempunyai hak serta kewajiban “menghamba” yang sama kepada Allah. Derajat keduanya dimata Allah bergantung pada kualitas peng”hambaan”nya. Sebagaimana firman Allah swt :

“Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (Q.S. Adz-Dzariyat [51]: 56)
 

2.            Laki laki dan perempuan sama sama mempunyai peran khalifah (wakil) Allah dimuka bumi. Mereka berdua mempunyai kesempatan yang sama dalam menjalankan fungsi mengelola dan memakmurkan dunia sesuai potensi, kompetensi, fungsi dan peran yang dijalaninya. Sebagaimana firman Allah swt :

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Q.S. al-Baqarah [2]: 30)
 

3.            Adam dan Hawa adalah aktor penciptaan manusia.

a.           Keduanya mendapatkan fasilitas surga yang sama dari Allah (Q.S. al-Baqarah [2]: 35)
b.           Keduanya mendapatkan kualitas godaan yang sama dari syaithon (Q.S. al-A’raf [7] : 20),
c.           Bersama sama melanggar norma yang digariskan oleh Allah (QS. Al-A’raf [7]: 22 )
d.           Keduanya bertaubat dan  memohon ampun kepada Allah dan mendapat ampunan (Q.S. al-A’raf [7] : 23) 
 

4.            Laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk beramal saleh dan sama-sama memiliki potensi untuk meraih prestasi dan kesuksesan.  Hal yang membedakan kedudukan keduanya di hadapan Allah hanyalah ketaqwaan kepada Allah swt dan amal salehnya. Sebagaimana firman Allah swt :

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik *LAKI LAKI maupun PEREMPUAN* sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (Q.S. an-Nisa [4]:124

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik *LAKI LAKI maupun PEREMPUAN* dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. an- Nahl [16]: 97)
 

5.            Laki laki dan perempuan memiliki kedudukan setara di hadapan  hukum. Perempuan yang berbuat salah akan mendapatkan sangsi atas pelanggaran yang dilakukannya sebagaimana laki laki. Hukuman diberikan berdasarkan tingkat kesalahan, bukan berdasarkan jenis kelamin.

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” (Q.S. an-Nuur (24): 2)

Nilai-nilai kesetaraan di atas, jika benar-benar dimplementasikan insya Allah akan memudahkan untuk mewujudkan cita-cita diturunkannya Islam sebagai rahmah bagi semua alam. Salam Ramadan

 

Sumber : Buku Tuntunan Menuju Keluarga Sakinah, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah

#KuliahWhatsApp #LPPA #MajelisTablighAisyiyah