Keringanan Puasa Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

21 Mei 2019 14:04 WIB | dibaca 131 | oleh: PP 'Aisyiyah (Tim Media PPA)

Sahabat ‘Aisyiyah, Allah swt memberikan keringanan bagi hambanya yang TIDAK MAMPU untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan. Siapa sajakah mereka itu ?

1. Orang yang diberi keringanan (dispensasi) untuk tidak berpuasa, dan wajib mengganti (mengqadla) puasanya di luar bulan Ramadhan:

a. Orang yang sakit biasa di bulan Ramadhan.
b. Orang yang sedang bepergian (musafir).

Dasarnya adalah : Firman Allah swt
“Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain…”(Q.S. al-Baqarah (2): 184)

2. Orang yang boleh meninggalkan puasa dan menggantinya dengan membayar fidyah 1 mud (+- 0.6 kg) atau lebih makanan pokok, untuk setiap harinya ia tidak berpuasa. Orang tersebut :

a.            Orang yang tidak mampu berpuasa, misalnya karena tua dan sebagainya
b.            Orang yang sakit menahun
c.             Perempuan hamil
d.            Perempuan yang menyusui

Dasarnya adalah : Sabda Nabi Muhammad saw :
Ibnu ‘Abbas berkata kepada jariyahnya yang hamil: “Engkau termasuk orang yang keberatan berpuasa, maka engkau hanya wajib berfidyah dan tidak usah mengganti puasa” (Diriwayatkan oleh Bazzar dan disahihkan oleh Daruquthni). Dan diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ibnu ‘Abbas, bahwa ia berkata: “Ditetapkan bagi orang yang mengandung dan menyusui untuk berbuka (tidak berpuasa) dan sebagai gantinya, memberi makan kepada orang miskin setiap harinya.”

Sumber :Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadan dan Himpunan Putusan Tarjih, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengan demikian ibu hamil dan menyusui mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa dan cukup membayar fidyah tanpa perlu mengganti puasa. Salam Ramadan.

 

#Aisyiyah #CahayaRamadan #KuliahWA #IbuHamil #IbuMenyusui