'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Syiar
Home » Syiar » Materi Pengajian » Kegiatan Kesehatan Berbasis Dhu'afa
Kegiatan Kesehatan Berbasis Dhu'afa
05 Desember 2016 16:01 WIB | dibaca 524
oleh: 'Aisyiyah

"..... (yaitu Tuhan) yang telah menciptakan aku, Maka dialah yang menunjuki aku, Dan Tuhanku, yang dia memberi makan dan minum kepadaku, Dan apabila Aku sakit, dialah yang menyembuhkan aku, Dan yang mematikan aku, kemudian akan menghidupkan Aku (kembali), dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat". (Asy-Syu'ara' (26) : 78-82)

"Orang miskin tidak boleh sakit"... ungkapan memilukan yang terlontar beberapa tahun lalu mengundang perhatian pemerintah, dan menjadi kebijakan yang berpihak pada orang miskin di bidang kesehatan. Rantai kemiskinan bila tidak diputus akan berimbas pada banyak aspek seperti pendidikan, sosial, dan kesehatan, seperti gambaran berikut.

Pertama, karena miskin, prasarana dasar rendah, konsumsi rendah, status gizi rendah, kesehatan rendah, kinerja rendah, produksi rendah. Kedua, karena miskin, tabungan rendah, modal kecil, produksi rendah. Ketiga, karena miskin, pendapat rendah, daya beli pendidikan dan informasi rendah, pengetahuan rendah, produksi rendah.

Berdayakan Dhu'afa dengan Program Kesehatan

Kaum Dhu'afa merupakan kelompok masyarakat lemah dan tidak berdaya. Dalam masyarakat Indonesia ada yang lemah secara struktural, ada pula kelompok lemah secara kelas, gender, dan etnis, ada yang lemah secara personal karena mengalami permasalahan pribadi atau keluarga. Terdapat puola kelompok lemah khusus seperti lansia, anak-anak dan remaja, kelompok difabel, dan masyarakat terasing. Mereka harus diberdayakan termasuk dari sisi kesehatannya. Islam menetapkan bahwa tujuan pokok kehadiran manusia adalah untuk memelihara agama, jiwa, akal, jasmani, harta dan keturunan (Maqashid Syariah). Hal tersebut berkaitan dengan kesehatan.

Sehat adalah keadaan sempurna dari fisik, mental, sosial, tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan (WHO, 1974). Kesehatan sebagai ketahanan jasmaniah, ruhaniyah, dan sosial yang dimiliki manusia sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan tuntunan-Nya, dan memelihara serta emngembangkan (MUI, 1983). Upaya-upaya pemberdayaan harus dilakukan agar tidak ada warga masyarakat yang terdiskriminasi karena kondisi lemah. Oleh karena itu, diperlukan program yang jelas untuk meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan dasar, antara lain dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah pada pembangunan dan penyempurnaan sistem perlindungan sosial antara lain kesehatan. langkah-langkah untuk menggali dan mengembangkan potensi masyarakat  sangat diperlukan, selain melangsungkan kegiatan yang sudah ada uang semuanya diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Advokasi dan Edukasi

Advokasi adalah kegiatan yang memberikan bantuan kepada masyarakat dengan memengaruhi penentuan kebijakan dalam bidang kesehatan maupun sektor lain yang mempunyai pengaruh terhadap masyarakat. Bentuk advokasi dengan melakukan lobbying melalui pendekatan formal dan informal, anatara lain agar masyarakat dhuafa mendapatkan akses layanan kesehatan dengan mudah.

selain advokasi, juga edukasi terhadap masyarakat agar sadar hidup sehat. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menjaga kondisi jasmani, rohani, dan kebersihan lingkungan. Sebagai contoh tertuang dalam hadis riwayat Bukhari dari Abu Hurairah adalah perintah menutup hidangan, mencuci tangan sebelum makan, menggosok gigi, larangan bernapas sambil minum, tidak kencing atau buang air di tempat tidak mengalir atau di bawah pohon, dan lain-lain. Dalam hal wabah penyakitpun Rasulullah saw, telah mengenalkan karantina, "Apabila kalian mendengar adanya wabah di suatu daerah, jangan lah mengu7njungi daerah itu, janganlah mengunjungi daerah itu, tetapi apabila kalian berada di daerah itu, jangan lah meninggalkannya." (H.R. Bukhari dari usamah bin Zaid)//

Tokoh masyarakat dan tokoh agama dituntut dapat berperan antara lain sebagai berikut. Pertama, sebagai inisiator, motivator dan dinamisator dalam berbagai kesehatan berbasis dhu'afa: kedua, mengembangkan metode pemberdayaan kesehatan dengan pendekatan promotif dan kuratif secara holistik; ketiga, menciptakan kegiatan yang bertumpu pada pengembangan potensi, dan peningkatan kemampuan SDM setempat; keempat, merealisasikan program dana sehat, dan pelayanan kesehatan secara gratis. 

Disadur dari Qaryah Thayyibah, Suara 'Aisyiyah edisi November 2016.

Shared Post:
Materi Pengajian Terbaru