Hak-hak Pelaku Usaha

04 November 2015 15:51 WIB | dibaca 1842 | oleh: Aisyiyah

 

Ilustrai Bisnis (Foto : Arsip organisasi)

 

Dalam pengajian sebelumnya, kita telah mengupas hak dan kewajiban konsumen yang diatur negara. Pengajian kali ini, kita akan mengupas hak dan kewajiban pelaku usaha. Poin-poin ini tidak hanya harus diketahui oleh pelaku usaha, konsumen juga perlu mengetahui sebagai upaya mewujudkan praktik jual beli yang terbebas dari riba dan bentuk kecurangan lainnya. Dalam pasal 6 UU No. 8 Tahun 1999 menyebutkan ada 5 hak pelaku usaha yang perlu kita ketahui :
1. Hak untuk menerima pembayaran yang sesuai dengan kesepakatan mengenai kondisi dan nilai tukar barang dan/atau jasa yang diperdagangkan;
2. Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dari tindakan konsumen yang beritikad tidak baik.
3. Hak untuk melakukan pembelaan diri sepatutnya di dalam penyelesaian hukum sengketa konsumen;
4. Hak untuk rehabilitasi nama baik apabila terbukti secara hukum bahwa kerugian konsumen tidak diakibatkan oleh barang dan/atau jasa yang diperdagangkan;
5. Hak-hak yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.
Berikut kewajiban pelaku Usaha :
1. Beritikad baik dalam melakukan kegiatan usahanya;
2. Memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan;
3. Memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif;
4. Menjamin mutu barang dan/atau jasa yang diproduksi dan/atas diperdagangkan berdasarkan ketentuan standar mutu barang dan/atau jasa yang berlaku;
5. Memberi kesempatan kepada konsumen untuk menguji, dan/atau mencoba barang dan/atau jasa tertentu serta memberi jaminan dan/atau garansi atas barang yang dibuat dan/atau yang diperdagangkan;
6. Memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian atas kerugian akibat penggunaan, pemakaian dan pemanfaatan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan;
7. Memberi kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian apabila barang dan/atau jasa yang diterima atau dimanfaatkan tidak sesuai dengan perjanjian.

 

Setelah mengetahui hak-kewajiban konsumen dan pelaku usaha dalam transaksi jual beli, konsumen perlu mengetahu dua jalur yang bisa ditempuh jika haknya sebagai konsumen dilanggar oleh pelaku usaha. Pertama, setiap konsumen yang dirugikan, dapat menggungat pelaku usaha melalui lembaga yang bertugas menyelesaikan sengketa antara konsumen dan pelaku usaha atau melalui peradilan yang berada di lingkungan peradilan umum. Kedua, penyelesaian sengketa dapat ditempuh melalui pengadilan atau di luar pengadilan berdasarkan pilihan sukarela. Biasanya, konsumen yang merasa dirugikan memilih menyelesaikan terlebih dahulu dengan pelaku usaha seperti meminta ganti rugi atau tindakan tertentu untuk menjamin bahwa kejadian yang sama tidak terulang kembali.

 

Demikian pemaparan mengenai hak-kewajiban pelaku usaha dan bagaimana sikap yang harus diambil jika kita sebagai konsumen dirugikan oleh pelaku usaha. Semoga bermanfaat.

 

Sumber : Buku Materi Sosialisasi Pemberdayaan Konsumen untuk Produk Unggas Sehat