Berbagi Ilmu Dengan Sesama

01 Desember 2014 16:04 WIB | dibaca 856 | oleh: Aisyiyah

PUS di Pangkep sedang mendengarkan pemaparan mengenai kanker serviks di Balai Sakinah ‘Aisyiyah

 

Ibu-ibu sekalian yang dirahmati Allah,

Siapa di antara ibu sekalian yang merasa punya ilmu dan masih ingin mencari ilmu? Orang yang mempunyai ilmu itu tidak harus bersekolah tinggi ibu. Sekolah merupakan salah satu cara mendapatkan ilmu, tapi sebetulnya, ilmu itu hanya ada di sekolah atau bisa kita dapatkan di mana ibu?
Ilmu ada di mana-mana, ketika ibu melihat acara televisi yang mendidik atau mendengar acara radio yang bagus dan mengangkat tema positif atau mendidik, ibu bisa mendapatkan ilmu dari situ. Saat bekerja juga sangat bisa mendapat ilmu, atau ketika mengantar anak ke sekolah dan bertemu wali murid yang lain serta berbagi pengalaman tentang mendidik anak, di situ kita juga bisa mendapatkan ilmu.

 

Bisakah kita mendapatkan ilmu di pasar?

 

Kira-kira ilmu apa bu yang bisa kita peroleh di pasar?

 

Apa kita hanya bisa membeli barang yang dibutuhkan di pasar atay hanya berjualan kalau ibu berprofesi sebagai pedagang?

Tanpa kita sadari, pasar itu juga bisa menjadi sumber ilmu, barangkali ada di antara ibu-ibu sekalian yang bisa memberikan contoh, ilmu apa yang bisa didapat di pasar? Misalnya, kalau kita ingin membeli daging ayam, sedangkan di pasar berjejer kios-kios penjual daging ayam, kita kemudian kebingungan mau membeli di kios yang mana. Untungnya secara tidak sengaja kita bertemu dengan salah satu anggota pengajian kampung, dan sama-sama akan membeli daging ayam. Dari anggota pengajian itu tadi, kita mendapatkan informasi kios penjual daging ayam yang bersih dan hanya menjual daging unggas yang masih segar, atau daging unggas yang diberi es dan disimpan dalam kotak pendingin di pasar.

 

Tentunya, setelah selesai membeli daging ayam, dalam perjalanan pulanh, ibu kemudian bertanya-tanya ke sesama anggota pengajian tadi mengenai kenapa memilih membeli daging di kios tertentu. Dari anggota pengajian tersebut, kita mendapatkan informasi bahwa kios tadi tergolong bersih, dan daging ayam yang dihual masih segar atau alangkah baiknya kalau kita menemukan penjual yang menyimpan ayam di kotak pendingin atau diberi es untuk menghambat pertumbuhan kuman.

 

Barangkali, spontan kita bertanya, bagaimana kalau jarang penjual daging ayam di pasar yang menaruh daging ayamnya di kotak pendingin atau memberi es. Ibu tadi akan menyarankan agar sesegera mungkin kita membawa pulang daging ayam dan memasukkannya ke lemari es atau segera memasakny.

 

Ibu-ibu, informasi tentang cara membeli daging ayam tadi termasuk ilmu atau bukan?

Ternyata ilmu bisa didapat di mana-mana ya bu, termasuk di pasar apalagi di pengajian seperti ini. Berbicara soal ilmu, saya teringat akan ayat pertama al-Qur’an yang turun yang berbunyi :

 

“Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan” (‘Alaq : 1)

 

Sebagai pemeluk Agama Islam, kita patut bersyukur ibu-ibu, bahwa ayat Qur’am pertama yang turun itu terkait dengan mencari ilmu, karena kata iqra’ yang artinya membaca sangat berhubungan dengan aktifitas mencari ilmu. Membaca tidak selalu dalam bentuk teks atau buku, membaca bisa diartikan secara luas, termasuk membaca lingkungan sekitar, iqra’ atau membaca cara membeli daging ayam yang benar.

 

Tapi tidak cukup berhenti dengan membaca saja atau begitu mendapatkan informasi, ilmu hanya disimpan untuk diri sendiri. Islam juga menuntun kita supaya membagikan ilmu yang didapatkan. Sekecil apapun ilmu itu, asal bermanfaat, maka sudah seharusnya kita menyampaikan kepada orang lain, seperti yang dilakukan oleh ibu anggota pengajian tadi. Dan menyampaikan ilmu bisa dilakukan di berbagai kesempatan dan tempat, tidak harus dalam pertemuan resmi.

 

Menurut ibu-ibu, informasi tentang cara membeli daging ayam yang benar itu penting?

 

Atau apakah bermanfaat bagi ibu-ibu bisa mengetahui daging ayam yang baik untuk konsumsi keluarga?

 

Penting sekali ya ibu, karena banyak keluarga yang mengkonsumsi daging ayam, dan sehatnya makanan yang dimakan oleh anggota keluarga kita, juga ikut ditentukan dari cara kita membeli daging ayam yang benar. Jika kita mengetahui informasi tentang cara membeli daging ayam yang benar, alankah bermanfaatnya bila kita membaginya kepada orang lain. Bisa ke sesama anggota keluarga yang lain, saudara, dan tetangga atau konsumen daging ayam yang kita temui.

Kita sebagai konsuemn, mempunyai nilai lebih jika kita memberikan informasi ke sesama konsumen yang lain tentang produk yang kita konsumsi, antara lain :

 

1. Informasi sesama konsumen tentang produk yang dikonsumsi sering dianggap lebih akurat dan jujur karena sama-sama sebagai pembeli.

 

2. Informasi yang disampaikan sesama konsumen akan cenderung cepat menyebar melalui informasi dari mulut ke mulut, dan cara menginformasikan demikian tergolong lebih efektif

 

3. Sesama konsumen akan terdorong untuk berbagi informasi yang sama berdasarkan pengalaman kepada konsumen yang lain.

 

Demikian ibu-ibu pengajian kita kali ini, mari kita mencari dan terus berbagi ilmu yang kita dapatkan tanpa mengenal ruang dan waktu.

PUS di Pangkep sedang mendengarkan pemaparan mengenai kanker serviks di Balai Sakinah ‘AisyiyahPUS di Pangkep sedang mendengarkan pemaparan mengenai kanker serviks di Balai Sakinah ‘AisyiyahPUS di Pangkep sedang mendengarkan pemaparan mengenai kanker serviks di Balai Sakinah ‘Aisyiyah