Anak ASI Generasi Emas

25 Mei 2018 09:20 WIB | dibaca 500 | oleh: 'Aisyiyah

 

Masa bayi diisyaratkan Allah swt sebagai masa radâ’ah, yaitu masa memberikan ASI(Air Susu Ibu) mulai lahir sampai menyapihnya. Kondisi manusia saat lahir dalam keadaan tidak berdaya, sehingga untuk hidup memerlukan bantuan ibu yang secara alamiah dipersiapkan Allah untuk memberikan ASI, agar manusia kecil dapat tumbuh dan berkembang menjadi lebih berdaya.

Islam mendorong kepada para ibu untuk berikhtiar memberikan ASI karena pada dasarnya mendapatkan ASI adalah hak anak. Begitu pentingnya ASI bagi anak sehingga dalam keadaan tertentu di mana ibu tidak dapat menyusui anaknya, dengan melalui musyawarah ibu bersama suami dapat memilih untuk mencari ibu susuan (murdli’ah) yang dapat menyusui anaknya. Dukungan agama terhadap pemberian ASI ini ditegaskan dalam al-Quran surat al-Baqarah/2: 233,

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Dalam hal pemberian ASI tersebut kita mengenal istilah ASI Eksklusif, apakah pengertian dari ASI Eksklusif tersebut ?

ASI Eksklusif adalah bayi hanya menerima ASI dari ibu atau pengasuh yang diminta memberikan ASI dari ibu tanpa penambahan cairan (susu formula, madu, air putih) atau makanan padat lainnya  (pisang, biskuit, bubur saring) kecuali sirup yang berisi vitamin, suplemen mineral, atau obat selama 6 bulan pertama kehidupan bayi (WHO, 2006 & Depkes RI, 2005)

Apakah manfaat ASI Eksklusif?

Dengan melihat kandungan yang ada dalam ASI, maka cukup jelas bahwa ASI mempunyai nilai manfaat baik untuk ibu maupun bayi. Beberapa manfaat tersebut antara lain:

a.       Bagi ibu

·         Metode Kontrasepsi Alamiah.

ASI Eksklusif dapat juga digunakan sebagai metode kontrasepsi bagi ibu yang disebut

dengan Metode Amenohre Laktasi (MAL). Selama menyusui eksklusif dengan tepat dilakukan maka proses pematangan sel telur akan dihambat selama 6 bulan dan ibu tidak akan datang haid (menstruasi). Tapi perlu diingat bahwa metode kontrasepsi ini hanya bersifat sementara selama 6 bulan dan bisa BATAL jika sebelum usia 6 bulan ibu sudah mengalami menstruasi.

·         Mencegah perdarahan nifas dan meningkatkan kesehatan ibu.

Isapan bayi pada payudara ibu akan merangsang pengeluaran zat (hormon oksitosin) yang dapat  merangsang otot rahim (uterus) sehingga membantu proses pengembalian rahim (involusi) dan mencegah terjadinya perdarahan pasca melahirkan sehingga dapat meminimalkan terjadinya anemia pada ibu menyusui. Ibu yang menyusui juga menurunkan resiko untuk terkena kanker payudara.

·         Dampak psikososial.

Ketika ibu menyusui terjadi kontak langsung antara ibu dan bayi yang dapat meningkatkan ikatan kasih sayang /kedekatan ibu–bayi. Timbul rasa percaya diri dan sekaligus bangga karena perasaan dibutuhkan oleh bayi. Hal ini bisa menjadi faktor pendorong ibu untuk dapat melewati masa transisi dalam menjalankan perannya sebagai seorang ibu.

 

b.      Bagi bayi

·         Nutrisi yang tepat untuk bayi

Kandungan ASI sudah kita diskusikan sebelumnya, dan memperhatikan nutrisi yang ada di ASI, maka ASI adalah makanan yang tepat untuk bayi baik dari aspek kualitas maupun kuantitas sampai bayi berusia 6 bulan tanpa makanan pendamping ASI.

·         Meningkatkan kecerdasan

Sebuah Riset (Lukas, tahun 2009) menyatakan bahwa bayi prematur dengan ASI eksklusif mempunyai IQ lebih tinggi secara bermakna (8,3 point lebih tinggi) dibanding bayi prematur yang tidak diberi ASI. Penelitian Riva (2009) menemukan bahwa bayi dengan ASI eksklusif, ketika berusia 9,5 tahun mempunyai tingkat IQ 12,9 point lebih tinggi dibanding anak yang tidak diberi ASI eksklusif ketika bayi.

·         Memiliki daya imunitas tinggi

Kolostrum mengandung imunoglobin yaitu IgA sekretorik (SigA), IgE, IgM, dan IgG. Dari semua imunoglobulin tersebut yang terbanyak adalah SigA. Antibodi dalam ASI dapat bertahan dalam saluran pencernaan bayi karena tahan terhadap asam dan enzim proteolitik saluran pencernaan dan membuat lapisan pada mukosanya sehingga mencegah bakteri patogen dan enterovirus masuk kedalam mukosa usus.

·         Menurunkan kejadian diare dan juga jamur pada mulut bayi.

Dalam ASI juga didapatkan antigen terhadap helicobacter jejuni penyebab diare. Kadarnya dalam kolostum tinggi dan menurun pada usia 1 bulan dan kemudian menetap selama menyusui. Lizozim adalah zat (enzim) dalam ASI yang dapat menghancurkan bakteri yang merugikan (pathogen) dan sebagai anti radang. Lizozim ini juga berperan mencegah diare pada bayi. Kandungan laktoferin dalam ASI menghambat pertumbuhan jamur Candida yang sering terjadi pada mulut bayi.

·         Mengurangi kejadian karies gigi dan maloklusi (rahang jongos)

Kejadian karies gigi  pada bayi yang mendapatkan susu formula jauh lebih tinggi dibanding yang mendapat ASI karena kebiasaan menyusui dengan botol dan dot terutama pada waktu akan tidur menyebabkan gigi lebih lama kontak dengan sisa susu formula dan menyebabkan asam yang terbentuk akan merusak gigi. Kecuali itu ada anggapan bahwa kadar selenium yang tinggi dalam ASI akan mencegah karies gigi. Telah dibuktikan bahwa salah satu penyebab maloklusi rahang (jongos) adalah lidah yang mendorong ke depan akibat menyusu dengan botol dan dot.

·         Pertumbuhan  bayi yang baik

Pertumbuhan bayi yang baik tidak harus selalu diidentikkan dengan bayi gemuk. Pertumbuhan adalah suatu proses bertambahnya sel dan bertambah besarnya sel tubuh secara proposional. Fenomena masyarakat sering kita lihat, ibu-ibu merasa bangga dan senang kalo bayinya gendut (obesitas), bahkan kemudian membandingkan dengan bayi yang diberi ASI yang berat badannya tidak lebih besar. Bayi yang mendapatkan ASI mempunyai kenaikan berat badan yang baik setelah lahir, pertumbuhan setelah periode perinatal baik dan mengurangi kemungkinan obesitas (kegemukan).

·         Memberikan dampak psikologis pada bayi

Bayi yang disusui langsung oleh ibunya akan terjadi kontak langsung. Bayi akan bisa mendengarkan bunyii detak jantung ibunya. Kedekatan ibu dengan bayi ini akan menyebabkan bayi merasa lebih tenang saat menyusu ibunya.

Selain manfaat kepada ibu dan bayi, pemberian ASI juga memiliki manfaat bagi keluarga. Pemberian ASI dapat dilakukan lebih mudah, praktis, dan tentunya ekonomis karena tidak harus membeli.

Sumber : Buku Panduan Materi Penguatan Bina Sakinah 'Aisyiyah (BSA)