Amar Ma’ruf Nahi Munkar Dengan Menjadi Konsumen Cerdas

06 Januari 2015 16:03 WIB | dibaca 2397 | oleh: Aisyiyah

 

Ilustrasi : Google Image

 

Ibu yang berbahagia, apakah menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran adalah tugas muballighat/muballighat atau ustadz/ustadzah saja? Atau justru hanya tugas polisi saja?

 

Kira-kira bisakah kita juga menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran? Dalam surat Ali Imran ayat 104 Allah berfirman :

 

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”

 

Di ayat yang lain, masih di surat Ali Imran ayat 110 Allah juga menjelaskan tindakan menyeru pada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran bisa dilakukan siapa saja.

 

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

 

Jadi ibu dan bapak, Allah telah menegaskan kalau kita ini umat yang terbaik, maka marilah kita menyeru kepada kebaikan. Bahkan Allah telah menggolongkan mereka yang menyeru pada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran sebagai orang-orang yang beruntung.

 

Menyeru kepada kebaikan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Bisa ibu dan bapak contohkan. Apakah menganjurkan ASI Eksklusif ketika posyandu itu termasuk amar ma’ruf? Apakah menganjurkan orang untuk membuang sampah termasuk kebaikan? Apakah menganjurkan tetangga untuk menyaksikan tayangan mendidik termasuk kebaikan?

 

Kadang kita tidak menyadari, bahwa banyak hal yang mungkin dianggap sepele dalam kehidupan sehari-hari tetapi ternyata merupakan tindakan amar ma’ruf dan nahi munkar.

 

Bentuk lain dari menyeru dalam kebaikan adalah dengan menyampaikan informasi yang benar tentang perilaku cerdas menjadi konsumen produk unggas. Kenapa ini menjadi bagian yang perlu diinformasikan? Sekarang, apakah ibu dan bapak tidak pernah memakan produk unggas seperti ayam goring? Dalam seminggu ibu dan bapak bisa memakan produk unggas berkali-kali termasuk telur.

 

Menyerukan kebaikan dalam unggas sehat bisa dilakukan dengan “CEK SEMUA BERSIH” seperti berikut ini :

 

Alat Bersih

Sudahkah kita memastikan setiap peralatan yang kita pakai untuk mengolah daging dalam keadaan bersih? Untuk memastikannya, selalu cuci peralatan dengan menggunakan sabun dan detergen. Jangan lupa untuk menggunakannya saat kering. Talenan atau pisau yang hanya dibilas tidak akan menghilangkan kuman.

 

Cara Bersih

Apakah kita sudah mengolah daging dengan benar? Apakah ibu dan bapak masih mengolah ayam “sakit” menjadi masakan? Penting bagi kita untuk memperhatikan cara mengolah ayam. Seperti berapa lama ayam harus direbus agar kuman-kuman mati. Dengan begitu, kita menyajikan olahan daging yang sehat bagi keluarga

 

Tempat Bersih

Saat membeli produk unggas pastikan kios dan warung tempat kita membeli dalam keadaan bersih dan tertata sesuai standar seperti memisahkan kandang dengan daging siap jual. Kios yang bersih akan mengurangi resiko penyakit dari produk daging yang kita bawa pulang.

 

Dengan melakukan CEK SEMUA BERSIH, kita sudah melakukan kebaikan karena ikut mengurangi resiko terkena berbagai penyakit seperti flu burung dari orang-orang di sekitar kita. Sampai di sini, kebaikan bisa dilakukan dengan banyak cara.

 

Disarikan dari : Buku Materi Pengajian Bagi Muballighat ‘Aisyiyah