Akhlak Berbisnis I

13 Agustus 2015 15:56 WIB | dibaca 911 | oleh: Aisyiyah

 

Ilustrasi Bisnis

 

“Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Tuhanmu” (al-Baqarah : 198)

 

Ayat tersebut memuat anjuran kami umat untuk mencari rezeki antara lain melalui perniagaan dan berdagang. Dalam Islam, perniagaan dan perdagangan atau bisnis harus dilandasi nilai-nilai kebermanfaatan yang tidak sekedar untuk keuntungan sendiri. Bisnis juga harus memiliki etika yang saling memberi keuntungan baik bagi pelaku bisnis atau mereka yang membutuhkan bisnis kita. Berikut beberapa karakter bisnis yang berpijak pada nilai-nilai ajaran Islam.

 

Pertama, berpijak pada nilai-nilai ruhiyah. Nilai ruhiyah merupakan kesadaran bagi setiap manusia akan keberadaannya sebagai makhluk ciptaan Allah SWT dalam wujud ketaatan di setiap tarikan nafas hidupnya termasuk dalam berbisnis.

 

Kedua, memiliki pemahaman tentang bisnis yang halal dan haram.

 

Ketiga, benar sesuai ajaran Islam. Harus ada kesesuaian antara apa yang telah dipahami dan apa yang diterapkan, sehingga dalam berbisnis tidak semata-mata mendasarkan pada pertimbangan untung dan rugi secara material.

 

Keempat, berorientasi pada hasil dunia dan akhirat. Bisnis dilakukan untuk mendapatkan keuntungan. Namun, pelaku bisnis muslim tentu bukan hanya mempertimbangkan keuntungan di dunia tapi juga sampai pada tahap keuntungan di akhirat. Orientasi ini, salah satunya bisa dilakukan dengan menerapkan etika bisnis yang jujur. (Bersambung…)

 

Tulisan disarikan dari buku Materi Sosialisasi Pemberdayaan Konsumen untuk Produk Unggas Sehat (LPP PPA, 2011)