Akad dalam Bisnis Online

29 September 2015 15:53 WIB | dibaca 6888 | oleh: Aisyiyah

 

Sumber : https://www.trustfuel.com/2015/08/09/the-power-of-online-reviews/

 

(Oleh : Drs. H. Fuad, M.A, Anggota Majlis Tarjih PP Muhammadiyah. Disarikan dari Majalah Suara ‘Aisyiyah edisi Maret 2015)

 

Berpijak pada bisnis online yaitu jual beli barang atau jasa melalui media elektronik, maka karakteristiknya adalah :

  1. Terjadinya transaksi antar dua pihak
  2. Adanya pertukaran barang atau jasa
  3. Internet adalah media utama dalam proses jual-beli (ijab-kabul)

 

Akad yang relevan untuk dijadikan dasar transaksi dalam bisnis online adalah : as-salam danal-istishna’As-salam adalah jual beli barang secara tangguh dengan harga yang dibayarkan di muka. Al-istishna’ adalah akad dengan pihak pengrajin untuk mengerjakan sesuatu produk barang tertentu, dalam hal ini materi dan biaya produksi menjadi tanggung jawab pihak pengrajin. Keduanya jenis akad ini termasuk sebagai bai’ ma’dun (jual beli barang yang belum wujud).

 

Secara umum, bisnis dalam Islam menjelaskan adanya transaksi yang bersifat fisik, dengan menghadirkan benda tersebut ketika transaksi, atau tanpa menghadirkan benda yang dipesan, tetapi dengan ketentuan harus dinyatakan sifat benda secara konkret, baik diserahkan langsung atau diserahkan kemudian sampai batas waktu tertentu seperti dua jenis akad tersebut sebelumnya.

 

Transaksi as-asalam merupakan bentuk transaksi dengan sistem pembayaran secara tunai/disegerakan tetapi penyerahan barang ditangguhkan. Sedang transaksi al-istishna’ merupakan transaski dengan sistem pembayaran secara disegerakan atau secara ditangguhkan sesuai kesepakatan dan penyerahan barang yang ditangguhkan.

 

Ada dua jenis komoditi yang dijadikan objek transaksi online, yaitu barang/jasa non digital dan digital. Transaksi online untuk komoditi non digital, pada dasarnya tidak memiliki perbedaan dengan transaksi as-salam dan barangnya harus sesuai dengan apa yang telah disifati ketika bertransaksi. Sedangkan komoditi digital seperti ebook, software, script, data, dll yang masih dalam bentuk file (bukan CD) diserahkan secara langsung kepada konsumen, baik melalui email atau aplikasi unduh (download). Hal ini tidak sama dengan transaksi as-salam tapi seperti transaksi jual beli biasa. Penggunaan al-istishna’ yaitu bentuk pembayaran yang menunggu hingga barang dikirim.

 

Transaksi penjualan online dianggap sah apabila barang berdasarkan pada deskripsi yang disediakan oleh penjual, namun jika deskripsi barang tidak sesuah maka pembeli memiliki hak khiyar yang memperbolehkan pembeli untuk meneruskan pembelian atau membatalkannya.

 

Hak khiyar yang dapat diberlakukan dalam transaksi bisnis online adalah khiyar Ru’yah, yaitu hak pembeli untuk membatalkan akad atau tetap melangsungkannya ketika ia melihat obyek akad dengan syarat ia belum melihatnya ketika berlangsung akad atau sebelumnya pernah melihatnya dalam batas waktu yang memungkinkan telah terjadi perubahan atasnya. Berdasarkan hadist :

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah saw bersabda “ Siapa saja membeli sesuatu yang belum pernah dilihatnya, maka baginya hak khiyar ketika melihatnya”. (HR. Ad-Daru Quthni)

 

Pernyataan kehendak (ijab qabul) bagi para pihak yang bertransaksi berada di tempat yang berjauhan (seperti dalam akad bisnis online) sehingga tidak mungkin dilakukan komunikasi tatap muka/. Menyatakan kehendak dahulu kala digunakan melalui surat atau utusan. Kini, digunakan melalui teknologi seperti faksimile, surat eletronik, dan telepon. Akad jarak jauh ini terjadi pada saat penerima penawaran menyatakan kabulnya dan tidak disyaratkan diketahuinya oleh pembuat penawaran.