Perhatikan Hal Berikut untuk Menjaga Kehamilan Sehat

11 September 2017 17:06 WIB | dibaca 163 | oleh: Suri Putri Utami (CKM PP 'Aisyiyah)

 

Kehamilan adalah sebuah rahmat dan kehadiran sikecil di tengah keluarga menjadi suatu hal yang paling dinantikan. Bagi calon ibu dan ayah, hal yang harus diperhatikan selama si kecil masih dalam kandungan adalah memastikan bahwa ibu memiliki kehamilan yang sehat. Bagaimana memastikan dan menjaga kehamilan sehat tersebut ? Berikut informasinya.

PERHATIKAN KESEHATAN DAN KEBUTUHAN IBU HAMIL
Selama kehamilan ibu hamil perlu memperhatikan makanannya. Ibu hamil harus menambah makan dengan porsi kecil satu kali (menjadi 4 kali sehari) atau makanan selingan untuk mencukupi kebutuhan energi dan gizi, baik bagi si ibu sendiri maupun bagi bayi yang dikandungnya.

Makanan yang disantap pun harus bergizi seperti telur,susu segar, buah segar dan sayuran, daging, ikan, dan kacang-kacangan dan makanan yang telah difortifikasi (diperkaya) dengan zat gizi mikro, terutama vitamin A, besi dan Iodium. Setiap hari ibu hamil harus minum satu tablet tambah darah (TTD) atau multivitamin, minimal 90 hari berturut-turut. Multivitamin dan mineral yang terkandung dalam tablet tambah darah (TTD atau multivitamin sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang bayi selama di dalam
rahim dan perkembangan otaknya di awal kelahiran. Tidak hanya itu, zat besi juga mengurangi resiko yang tidak diinginkan seperti kematian pada saat persalinan, bayi dengan berat badan lahir rendah, infeksi dan keguguran.

Untuk mendapatkan pelayanan yang tepat, ibu hamil harus memeriksakan kehamilannya (antenatal care) ke sarana pelayanan kesehatan minimal sebanyak 4 kali. Kunjungan pertama (K1) pada trisemester pertama dilakukan sesegera mungkin, K2 pada trisemester kedua, K3 dan K4 pada trisemester ketiga.

Pada saat pemeriksaan kehamilan itu, ibu hamil akan memperoleh imunisasi tetanus toxoid (TT) untuk mencegah tetanus pada bayi baru lahir. Tidak kalah penting, pada pemeriksaan kehamilan, ibu hamil dapat menanyakan pada bidan atau dokter tanggal perkiraan persalinan dan rencana persalinan di sarana pelayanan kesehatan. Untuk informasi yang lebih rinci, ibu hamil dapat memperoleh konseling perorangan atau kelompok dari bidan/tenaga kesehatan mengenai pola konsumsi makanan beragam, bergizi seimbang dan aman selama kehamilan.

DUKUNGAN KELUARGA
Bagian berikut ini akan membahas mengenai pentingnya dukungan keluarga selama ibu menjalani masa kehamilan, seperti apa?

Dukungan dari suami dan keluarga sangat penting dalam masa kehamilan baik dalam memastikan ibu makan makanan yang bergizi seimbang, maupun untuk mempersiapkan psikologis ibu menghadapi persalinan, dan kesiapan mengasuh, serta mendidik anak.
Keluarga perlu memastikan ibu hamil tidak merokok, meminum minuman keras (beralkohol) atau mengonsumsi narkoba. Selain itu, keluarga harus melarang anggota keluarga merokok di dalam rumah.

Juga penting bagi keluarga untuk menyiapkan orang yang bersedia menjadi donor darah jika sewaktu-waktu diperlukan. Bila masih muda atau remaja, maka ibu hamil perlu mendapatkan perawatan ekstra, makan yang lebih banyak dan istirahat yang lebih banyak (dibandingkan dengan ibu hamil di usia cukup). Hal ini disebabkan karena ibu hamil yang berusia muda atau remaja perlu menjaga kondisi tubuhnya, yang masih dalam masa pertumbuhan, dan pada saat yang sama dia perlu menjaga pertumbuhan janin yang dikandungnya. Kondisi lain yang perlu diperhatikan adalah bila ibu hamil yang tinggal di daerah endemik malaria, di mana untuk tidur, ibu hamil perlu menggunakan kelambu berinsektisida yang diberikan oleh petugas kesehatan.

APA ITU KEHAMILAN DAN PERSALINAN BERISIKO ?
Kehamilan dan persalinan berisiko dapat terjadi dalam keadaan “ 4 Terlalu, 3 Terlambat”.

                  4 Terlalu :

1.      Terlalu muda untuk hamil ( kurang dari 20 tahun);
2.      Terlalu tua untuk hamil (lebih dari 35 tahun);
3.      Terlalu sering hamil (anak 3 orang atau lebih);
4.      Terlalu dekat atau rapat jarak kehamilan (jarak kehamilan kurang dari 2 tahun).
 

3 Terlambat

1.      Terlambat mengetahui tanda bahaya dan mengambil keputusan untuk mencari pertolongan;
2.      Terlambat tiba di fasilitas kesehatan;
3.      Terlambat mendapatkan pertolongan medis yang memadai .
 

Sumber langkah-langkah: Buku Panduan Pendamping PKH dalam sesi Pertemuan Bulanan Kelompok PKH, Sesi Kesehatan Kesehatan dan Gizi.

 

Sumber : Buku Panduan Materi Penguatan Balai Sakinah 'Aisyiyah (BSA)