Pembinaan Aspek Sosial, Hukum, dan Politik (Bagian II)

20 September 2016 15:10 WIB | dibaca 1525 | oleh: 'Aisyiyah

Sumber Foto: Okezone.com

 

Berikut ini disampaikan perilaku ketiga yaitu "Perilaku sosial dalam kehidupan masyarakat" yaitu mencakup : Prinsip dasar pergaulan antar manusia, dan perilaku yang diterapkan dalam hidup bertetangga, bertamu dan menerima tamu, perilaku hidup bermasyarakt, serta perilaku hidup berbangsa dan bernegara.

3. Perilaku Sosial dalam Kehidupan Masyarakat.

Manusia diciptakan oleh Allah SWT. Sebagai makhluk sosial. Oleh karena itu hidup manusia senantiasa bersama dan berinteraksi dengan orang lain, baik dengan tetangga, tamu maupun masyarakat. Agar terbangun situasi kehidupan bermasyarakatnatau pergaulan antar manusia yang harmonis, maka islam memberikan prinsip dasar pergaulan antar manusia dan bagaimana perilaku hidup bertetangga, bertamu dan menerima tamu, perilaku hidup bermasyarakat, serta perilaku hidup berbangsa dan benegara.

a.     Prinsip dasar pergaulan anatar manusia

Ada 9 prinsip dasar pergaulan antar manusia yang perlu dibina dalam kehidupan bermasyarakat yang mendasari setiap tata hubungan sosial baik dalam setiap anggota keluarga muslim maupun keluarga dengan masyarakat sekitarnya.

1)     Toleransi

Dalam hidup bersama orang lain yang majemuk atau plural, Islam tidak menghalangi bahkan mengajarkan agar umat Islam tidak menghalangi bahkan mengajarkan agar umat Islam mengembangkan sikap toleransi dan menegakkan kerjasama antar umat manusia apapun agama dan bangsanya untuk kemanusiaan. Dalam hubungan ini Allah menegaskan dalam Q.S. Al – Hujurat (49) : 13 bahwa manusia memiliki potensi dasar hidup bermasyarkat, dengan saling mengenal, memahami, menghargai, tanpa mengembangkan sikap diskriminasi. Demikian juga, dalam bermasyarakat perlu dikembangkan kerjasama dalam kebaikan, dan sebaliknya menutup kemungkinan berkembangnya kerjasama dalam perilaku dosa dan permusuhan (Q.s Al-Maidah [5] :2 ) serta berlaku baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memusuhi dan memerangi kita.

Segi lain dari ajaran toleransi dalam islam ialah termasuk menegakkan kedamaian dalam kehidupan antar umat beragama. Islam tidak mengizinkan umat Islam memburuk-burukkan agama yang dianut orang lain. Hal demikian akan mengundang reaksi sebagai balasan yang ditujukan kepada agama Islam (Q.S Al Anam [6] :108)

2)     Damai

Sejalan dengan sifat Islam sebagai agama yang mengajarkan toleransi, Islam mengajarkan juga agar dalam pergaulan umat manusia diciptakan suasana yang damai. Perdamaian inilah yang memungkinkan siciptakannya kerjasama kemanusiaan, sebagaimana isyarat al Qur’an surah al Baqarah (2) : 208 dan Q.S al – Anfal (8) : 61.

3)     Memenuhi Janji

Banyak ayat al-Quran yang memerintahkan agar kaum muslimin selalu memenuhi perjanjian yang dibuat dengan siapapun, sebagaimana isyarat Q.S al – Maidah (5) : 1 , Q.S al – Isra’ (17) : 34, dan Q.S am – Nahl (16) : 91. Anjuran untuk memenuhi perjanjian sangatlah kuat hingga Islam tidak membolehkan kaum muslimin menolong umat seagamanya melawan umat lain yang mempunyai perjanjian damai dengan kaum muslimin yang dimintai pertolongan umat seagamanya itu, sebagaimana di sampaikan pada Q.S al Anfal [8]: 72.

4)     Menghargai Kehormatan Manusia

Landasan normatif yang dijadikan acuan tentang penghargaan Allah terhadap kemuliaan dan kehormatan manusia ditegaskan dal Al – Quran surah al-Isra’ (17):70, yang menegaskan kedudukan manusia sebagai makhluk yang berkehormatan. Kehormatan kemanusiaan menuntut agar dalam pergaulan antar umat manusia hendaklah ditegakkan sikap saling menghormati dan tepa selira (berbuat terhadap orang lain sebagaimana diinginkan orang lain berbuat terhadap diri sendiri).

5)     Kesatuan, persamaan, dan persaudaraan umat manusia

Islam menegaskan bahwa manusia berkedudukan sebagai makhluk yang berkehormatan menentukan adanya prinsip kesatuan umat manusia. Umat manusia berasal dari satu keturunan Adam dan Hawa. Oleh karenanya seluruh umat manusia bersamaan derajat kemanusiaannya. Di antara sesama manusia tidak berlebih berkurang derajat kemanusiaannya. Berlebih berkurangnya derajat kemanusiaan hanya terjadi terhadap Allah, dengan kadar ketakwaannya. Karena umat manusia berasal dari satu keturunan, pada hakikatnya di kalangan umat manusia terikat hubungan persaudaraan atau kekeluargaan kemanusiaan. (Q.S. an-Nisa [4] :1).

Prinsip kesatuan, persamaan, dan persaudaraan umat manusia membendung timbulnya prasangka negative antar bangsa, perbedaan ras, penindasan oleh suatu bangsa terhadap bangsa lain, dan penjajahan. Prinsip kesatuan, persamaan dan persaudaraan umat manusia akan menumbuhkan rasa solidaritas kemanusiaan, kerjasama dan tolong menolong antar umat manusia (Q.S al-Maidah [5] :2)

6)     Memegang teguh nilai keutamaan

Al-Quran surah al- Anbiya’ (21) : 107 menyatakan bahwa misi risalah kenabian Muhammad SAW adalah sebagai pembawa rahmah bagi seluruh alam. Salah satu segi kerahmatam dalam islam adalah pembawa rahmah bagi seluruh alam. Salah satu segi kerahmatan dalam Islam ialah ajaran etntang akhlak mulia, sejalan dengan misi risalah kenabian yang dinyatakan oleh Nabi Muhammad saw.

7)      Kasih sayang dan menghindari kerusakan

Al Quran surah al-Qashash (28) : 77 mengajarkan adanya prinsip menegakkan keutamaan dan kasih sayang serta menghindari kerusakan.

8)      Menegakkan nilai keadilan

Keadilan merupakan salah satu tuntutan hati nurani manusia. Oleh karenanya Islam sebagai agama fithrah amat menekankan agar dalam hubungan antar manusia selalu ditegakkan nilai keadilan itu, sejalan dengan perintah Allah dalam al-Quran Surah an- Nahl (16) : 90 dan al-Maidah (5) : 8.

 

9)      Mempertahankan Kebebasan

Sejak awal diciptakan manusia sudah diberi Allah kebebasan, seperti kebebasan yang diberikan pada Adam as dan istrinya ketika berada di surga. Allah SWT memberika kebebasan kepada Adam dan istrinya untuk hidup disurga, makan apa saja dan melakukan apa saja, kecuali satu hal yang tidak dibolehkan yaitu, mendekati satu pohon. Hal ini berarti kebebasa Allah yang diberikan manusia bukan kebebasan tanpa batas, tetapi kebebasan berkehendak dengan rambu-rambu nilai dan norma Ilahiyah (Q.S. al – Baqarah [2] : 35).

b.       Perilaku Hidup Bertetangga

 

Di dalam kehidupan bermasyarakat, kehidupan bertetangga merupakan hal yang amat penting. Tetangga adalah orang yang paling mengetahui ikhwal keluarga tetangganya. Oleh karenanay dengan tetangga harus senantiasa bantu-membantu dan tenggang rasa. Allah menuntunkan agar berbuat ihsan kepada tetangga, setelah kedua orangtua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin. (Q.S. an-Nisa [4] : 36).

c.      Perilaku dalam Bertamu dan Menerima Tamu

 

Dalam pergaulan hidup, saling mengunjungi, bertamu, dan menerima tamu merupakan suatu keniscayaan, bahkan menurut ajaran Islam bertamu dan menerima tamu adalah rangkaian akhlak dan merupakan aktualisasi (wujud) dari iman. Di dalam bertamu maupun menerima tamu diusahakan agar meneladani akhlak Nabi Muhammad saw.

 

1)      Tata Cara dalam Bertamu

Tata cara yang dapat dilaksanakan dalam bertamu antara lain:

a.       Masuk ke rumah orang lain melalui pintu depan dan mengucapkan salam.

b.      Duduk setelah dipersilahkan, *kecuali memang sudah memiliki kedekatan dengan pemilik rumah.

c.       Menikmati perjamuan bila telah dipersilahkan oleh tuan rumah.

d.      Duduk dengan sopan, dan bersikap ramah selama bercengkerama.

e.      Istri/suami yang bertamu sendirian atau bersama orang lain, memberitahukan keperluannya kepada pasangan atau keluarganya.

2)      Perilaku Menerima Tamu

Pada umumnya tata cara menerima tamu adalah:

a.       Menjawab salam

b.      Menerima tamu dengan ramah dan menghormatinya.

c.       Jika ada tamu yang datang, hendaklah berdiri sebentar, bersalaman, berkenalan dan duduk kembali.

d.      Menanggapi keperluan tamu dengan cara-cara yang menyenangkan.

e.      Mengantar tamu sampai pintu/halaman.

f.        Menjaga kehormatan diri dan keluarga bila menerima tamu lain jenis yang bukan mahram.

 

d.       Perilaku Hidup Bermasyarakat

Dalam kehidupan masyarakat, seorang muslim perlu melandasi diri dengan semangat persaudaraan dan semangat kekeluargaan sesuai dengan sabda Rasulullah saw. Yang mengatakan bahwa setiap muslim antara yang satu dengan lainnya adalah bersaudara. Pernyataan ini diperkuat firman Allah di dalam al Quran surah al-Ma’idah (5) : 2.

 

e.      Perilaku Hidup Berbangsa dan Bernegara

Sebagai bagian dari warga bangsa dan negara Indonesia, keluarga sakinah mengembangkan potensi anggota keluarga untuk:

1)      Menumbuhkan suasana yang demokratis dengan saling menghargai yang dimulai dari dalam keluarga.

2)      Menggerakkan keluarga agar sadar dan taat hukum.

3)      Memahami dan menjalankan hak dan kewajiban sebagai warga negara dengan baik.

4)      Melaksanakan hak politik sebagai warga negara untuk dipilih dan memilih.

5)      Meningkatkan keberanian dan daya kritis dalam berpendapat dan menggunakan hak politik sesuai pilihan hati nurani.

6)      Meningkatkan kesadaran kesadaran dan pemahaman terhadap peraturan perundang-undang yang berlaku serta mematuhinya.Disadur dari Suara 'Aisyiyah edisi Agustus 2016.