Maksimalkan Peran Orangtua dalam Mencegah Terjadinya Pernikahan Anak

28 Juni 2019 10:55 WIB | dibaca 41 | oleh: Muhammadiyah (Jurnalis Web Muhammadiyah)

GUNUNGKIDUL – Sandi Rohman, Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul menyampaikan, menikah merupakan suatu yang baik, namun yang menjadi masalah ketika syarat-syaratnya belum terpenuhi, seperti usia yang belum cukup.

"Menikah bukan hanya masalah fisik yang sudah besar, tetapi juga kemampuan mengelola emosional, fisik, rohaniah, dan materi. Lalu kemudian, apakah ketika masih usia anak sudah memiliki kriteria seperti itu?," ulas Sandi ketika menyampaikan paparan terkait dampak pernikahan anak pada Rabu (26/6) malam di balai desa karangduwet, Paliyan, Gunungkidul.

Menikah, lanjut Sandi, bukan hanya menyatukan laki-laki dan perempuan, tetapi bagaimana mempersiapkan kebahagiaan dalam mengenyam bahtera berumahtangga.

Sandi juga mengungkapkan data, bahwa penyebab dari terjadinya pernikahan anak disebabkan oleh pergaulan bebas, yang kemudian menyebabkan hamil di luar nikah.

"Anak muda sekarang lebih takut sakit ketimbang dosa," ucap Sandi.

Sehingga, Sandi mengimbau kepada orangtua untuk memaksimalkan diri dalam menjaga pergaulan anak.

"Maksimalkan pendidikan anak hingga ke jenjang yang lebih tinggi, agar anak lebih produktif dalam pendidikan, karena ketika anak berilmu, anak akan dapat berfikir kritis mana yang terbaik untuk masa depannya," jelas Sandi

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pengadilan Agama (PA) Gunungkidul, dispensasi pernikahan anak yang dikeluarkan pada 2015 sebanyak 109, kemudian menurun pada 2016 menjadi 85, dan pada 2017 kembali turun menjadi 67, namun pada 2018 kembali meningkat menjadi 79.

Sumber: muhammadiyah.or.id