'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Praktik Cerdas
USTADZAH DI KEBUN SAWIT
10 Juni 2017 21:06 WIB | dibaca 164

 

Saat pertama bertemu dengan Ibu Nirwana pada saat mengikuti kegiatan sosialisasi kespro di Desa Lumbang beliau kelihatan sangat gugup sekali karena baru pertama menjadi MC dalam sebuah acara yang di hadiri banyak undangan, apalagi hari itu kepala Desa Lumbang juga hadir. Saat mulai membawakan acara, Ibu  Nirwana masih kelihatan sangat gugup tetapi ibu Nirwana sangat berusaha dengan baik.

Keberanian ibu Nirwana di apresiasi oleh kepala Desa Lumbang  yakni Bapak Mahmud dan kepala Desa mengatakan ”Ini merupakan hal yang positif karena sebelumnya setiap kegaiatn hanya orang itu-itu saja yang menjadi MC, nah ini merupakan hal yang bagus.” Bapak Kepala Desa memberi saran untuk lain kali mc bergantian masing- masing tiga kali agar semua pernah meraskan sebagai MC dan bisa menguragi rasa kurang percaya diri dalam dirinya.

Nirwana merupakan perempuan dari Desa Lumbang yang lahir pada tanggal 5 Juni 1981 seorang yang bekerja di perusahaan sawit di Subah, Kabupaten Sambas. Ibu Nirwana mengatakan bahwa selama mengikuti program Maju Perempuan untuk Menanggulangi Kemiskinan (MAMPU) 'Aisyiyah banyak perubahan positif yang Ibu Nirwana alami, salah satunya adalah bertambahnya pengetahuan agama juga pengetahuannya tentang kesehatan perempuan yakni kesehatan reproduksi. Dari pertambahan pengetahuan itu Ibu Nirwana merasakan memiliki rasa percaya diri untuk bisa berbagi informasi kepada orang sekitarnya yakni teman-teman pekerja sawit.

Nirwana bercerita bahwa berawal dari ngumpul bersama teman-teman pekerja sawit, beliau mulai menceritakan tentang kesehatan reproduksi yang didapatnya dari ‘Aisyiyah. Beliau banyak bercerita tentang apa itu kespro, apa itu tes IVA apa saja penyakit yang rentan di alami perempuan dari Pasangan Usia Subur. Alhamdulillah teman-temannya banyak yang mendengarkan dan Nirwana berharap apa yang disampaikannya itu bisa bermanfaat.

Sebagai seorang muslim, Ibu Nirwana juga memberanikan diri untuk mengajak teman-temannya sholat. Ia berusaha untuk memberikan pengertian tentang kewajiban seorang muslim untuk sholat lima waktu. Ibu Nirwana menyadari dirinya memang masih kurang mengenai imu agama dan yang lainnya tapi ia bertekad selama membawa perubahan kepada orang banyak itu merupakan hal yang baik maka ibu Nirwana akan melakukannya hingga sekarang Ibu Nirwana dipanggil “USTADZAH” oleh teman-temannya.

Teman-teman Ibu Nirwana mengatakan bahwa “Nirwana, kamu sangat beruntung karena di desa mu ada penyuluhan tentang kespro dan kamu sering mengikutinya sehingga banyak pengetahuan yang bisa di dapat.” Bu Nirwana berharap program ini selalu berlanjut dan memberikan pengetahuaan yang lebih banyak lagi, dan Ibu Nirwana sangat senang karena ‘Aisyiyah tidak hanya memberikan pengetahuan tentang ilmu agama tetapi juga penyuluhan tentang kesehatan reproduksi yang perlu diketahui oleh semua perempuan.

Penulis  
Nama: NURLISA
Hubungan dengan program: Koordinator program 'Aisyiyah

Responden
Nama: Nirwana
Hubungan dengan program : Kader BSA

Shared Post:
Praktik Cerdas Terbaru
Berita Terbaru