Sekolah Ibu: Menyiapkan Calon Ibu Baru

03 Januari 2017 11:40 WIB | dibaca 664

Sumber gambar: Zawaj.com

Menjadi orang tua yang baik menjadi dambaan bagi setiap orang sebelum memiliki buah hati. Mempersiapkan mental dan fisik untuk menjadi orang tua adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. 

Hal tersebut menggugah Irma, pada tahun 90-an saat itu menjadi Direktur Rumah Sakit Bersalin (RSB) Muhammadiyah di Malang, untuk menginisiasi program persiapan menjadi ibu baru, " Saya ingin Ibu-Ibu yang melahirkan memiliki pengetahuan yang baik seputar bagaimana menjadi ibu baru yangbaik dan benar dalam mengurus dan merawat bayi," cerita Irma. Sayangnya usai Irma tak lagi di RSB Muhammadiyah tersebut tidak ada yang melanjutkannya kembali.

Sampai kemudian Rukmini, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Malang, mengetahui ihwal sekolah ibu yang digagas Irma dan tertarik melanjutkan program tersebut di bawah pengelolaan 'Aisyiyah Malang, tepatnya Majelis Kesehatan. Kelas Persiapan ibu tersebut diagendakan kembali dan dilanjutkan pembelajarannya hingga di kemudian hari disebut dengan Seklah Ibu, yaitu wadah belajar calon ibu untuk mempersiapkan dirinya hingga menjadi ibu setelah ia melahirkan. 

Meski demikian, penyelenggaraan sekolah Ibu sempat kembali mengalami kekosongan. Irma, yang saat ini menjadi Wakil Ketua Majelis Kesehatan PDA Malang, mengaktifkan lagi sekolah ibu pada tahun 2015. Saat ini, Sekolah Ibu dibawah pengelolaan penanggungjawab program Keluarga Sakinah PDA Malang. Ninik kini menjadi penanggung jawab pelaksanaan Sekolah Ibu. Pengembangan sekolah ibu juga dilakukan bersama dengan Majelis Kesejahteraan Sosial, karena sebenarnya penyelenggaraan Sekolah Ibu dapat dilakukan lintas majelis.

Peserta dari Sekolah Ibu pada umumnya adalah Ibu hamil dan Ibu pra-melahirkan di Rumah Sakit-RumahSakit Muhammadiyah dan 'Aisyiyah. Seklah Ibu ini juga membuka pendaftaran umum bagi para ibu yang sedang melakukan persiapan melahirkan namun tidak melakukan pemeriksaan di RS Muhammadiyah dan atau 'Aisyiyah. Meskipun peserta terbanyak tetap berasal dari pasien RS Muhammadiyah dan atau 'Aisyiyah.

Peserta Sekolah Ibu mendapat materi berupa teori-teori dan praktik tentang bagaimana cara merawat bayi pasca melahirkan, seperti memandikan dan atau menggendong dengan benar, dan sebagainya. Materi-materi yang diajarkan di Sekolah Ibu ini menekankan pada pembelajaran teori mengenai Ibu hamil hingga melahirkan, dan praktik merawat diri selama kehamilan dan merawat bayi. Materi tentang ASI dan KB juga menjadi bagian dari materi pembelajaran di sekolah ibu.

Selain itu, peserta sekolah ibu juga mendapatkan pengetahuan seputar psikologi menjadi ibu, seperti bagaimana menghadapi kepanikan-kepanikan yang timbul saat jelang melahirkan. Begitu pula pengetahuan seputar kehamilan dari aspek ajaran Islam, membedakan mana mitos mana yang memang dianjurkan untuk merawat bayi dalam perpektif kesehatan dan Islam. Sekolah Ibu diselenggarakan setiap hari Sabtu selama 3 bulan atau 12 kali pertemuan. Harapannya, pembelajaran dari sekolah ibu dapat memberikan bekal bagi calon Ibu baru.

 

Disadur dari Rubrik Inspirasi Suara 'Aisyiyah Edisi Desember 2016