Perjuanganku Seorang Bidan Desa

29 April 2017 13:45 WIB | dibaca 432


 

Saya Elik Kurniawati, adalah seorang  bidan yang selama kurang lebih 12 tahun ini bertugas di Sambigede. Sebagai seorang bidan saya memiliki keinginan untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian para ibu terutama ibu usia subur di desa saya.

Keinginan saya tersebut seperti dipermudah dengan datangnya program Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU) 'Aisyiyah sejak Oktober 2014. Saya yang sebelumnya belum pernah sama sekali terlibat dalam kegiatan ‘Aisyiyah tiba-tiba mendapatkan ajakan teman sesama bidan yakni Ibu Jariyah. Pada saat itu, ibu Jariyah yang bertugas di desa Binangun sedang mencari motivator untuk progam yang notabene bersinergi dengan profesi yang saya jalani.

Saya kemudian menerima tawaran bu Jariyah setelah diberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan program tersebut. Saya setuju untuk menjadi motivator salah satu alasannya karena kegiatan BSA yang kami lakukan pada pelaksanaanya bisa berdampingan dengan program pemerintah yaitu posyandu. Program ‘Aisyiyah ini melalui kegiatan BSA juga bisa memungkinkan munculnya kader yang berpotensi untuk mendukung kemajuan desa. Selain itu kader serta anggota BSA adalah mayoritas para ibu usia subur yang rentan terhadap resiko penyakit yaitu resiko kesehatan reproduksinya sehingga membutuhkan pendampingan dari saya sebagai seorang bidan.


 

Banyak perubahan yang saya rasakan sebagai Bidan desa dan juga Motivator di dalam program ‘Aisyiyah. Salah satunya adalah saya bisa dengan tepat sasaran menyampaikan informasi kesehatan yang diperlukan bagi masyarakat perempuan.  Kemudian saya juga dapat berperan meningkatkan kemajuan desa di bidang kesehatan dan juga dalam hal inovasi serta kreasi dibidang ekonomi.

Salah satu hal yang paling berkesan selama kegiatan ini adalah pada tahun pertama program ini berjalan kami sudah berhasil melaksanakan tes IVA di Puskesmas. Hal yang paling membahagiakan adalah tingkat kehadiran Pasangan usia Subur (PUS)dampingankami sangatbesar hingga mencapai target. “Alhamdulillah pada waktu itu dari setiap BSA ada lima sampai delapan anggota yang bersedia melakukan tes IVA.” Tetapi bukan berarti jumlah tersebut dengan mudah bisa kami capai. Karena pada awalnya banyak rasa malu dan juga ketakutan saat anggota diajak untuk tes IVA.

Berbagai cara kami lakukan untuk meyakinkan ibu-ibu agar bersedia melaksanakan tes IVA dan kami juga bekerjasama dengan PKK untuk ikut menyebarluaskan pentingnya tes IVA ini. Tetapi cara paling ampuh adalah saat ada salah satu anggota BSA yang sudah pernah melakukan tes IVA dan kemudian kami minta untuk menceritakan kepada anggota yang lain. Disampaikan juga bahwa yang melakukan pemeriksaan semua adalah ibu bidan jadi tidak perlu malu lagi. Alhamdulillah perlahan mulai muncul keberanian dari para ibu untuk bersedia mengikuti tes ini. Bagaimanapun juga ini adalah bentuk keberhasilan dari kinerja bersama motivator dan kader yang kami bina selama ini.

Tidak hanya KESPRO yang bisa kami dapatkan di program ini, namun kemampuan, keberanian, dan pengalaman berharga bagi saya sehingga terbentuk pendidikan karakter dan terciptanya ekonomi kreatif. Hal tersebut dikarenakan, kemampuan masing-masing PUS serta kader yang membawa perubahan baik untuk dirinya maupun di lingkungan masyarakat. Hingga akhirnya terbentuk pula BUEKA.

Rasa syukur patut diucapkan atas hasil perjuangan yang selama ini kami lakukan.Setelah BSA dan program MAMPU ‘Aisyiyah berjalan, ibu-ibu warga sekitar yang notabene berbeda pandangan dalam hal keagamaan menjadi simpatik dengan program ‘Aisyiyah, demikian halnya dengan pemerintah desa.Pemerintah desa memberikan kepercayaan dan apresiasi terhadap pergerakan ‘Aisyiyah salah satunya dengan memberikan dana untuk pelaksanaan Papsmear sebanyak 70 warga PUS.  

Berkat adanya program 'Aisyiyah di desa kami, bukan hanya saya yang mengalami perubahan tetapi Motivator, Kader, dan warga ikut merasakan adanya pergerakan.

TERIMAKASIH ‘AISYIYAH.......

 

Penulis dan Kisah dari
Nama: Elik Kurniawati
Kader BSA Sambigede
Usia : 37 tahun