Pendampingan Tanpa Batas

11 Agustus 2018 11:48 WIB | dibaca 229

“Saya tidak ingin ada yang terlambat dalam melakukan pemeriksaan dini untuk penyakit kanker payudara ataupun kanker serviks, saya tidak ingin perempuan lain mengalami hal yang sama seperti saya,”
- Nurhaeda -
(Kader BSA Griya Citra Mas, Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene)

 

 

Semenjak bergabung dengan Program MAMPU ‘Aisyiyah tahun 2014 lalu, Ibu Nurhaeda merasakan banyak perubahan dalam dirinya. Perempuan yang lahir di Desa Cinnong 52 Tahun silam itu telah banyak melakukan Pendampingan untuk kaum perempuan yang memiliki masalah Kespro di Kampungnya meski usianya yang tak lagi muda.

Sehari-hari bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga  Ibu Nurhaeda yang akrab disapa Ibu Eda ini aktif sebagai kader ‘Aisyiyah hingga sekarang. Ibu 3 orang anak ini tak pernah mengenal waktu ketika telah berbicara pendampingan untuk kaum perempuan, baik di kampungnya maupun kampung Lain. Sejak bergabung menjadi kader ‘Aisyiyah 2014 silam, Ibu Nurhaeda mampu mempertahankan keaktifan anggotanya hingga sekarang.

Kegiatan Balai Sakinah 'Aisyiyah yang telah berjalan hampir 4 tahun ini telah banyak memberikan ilmu untuk ibu Eda, Balai Sakinah 'Aisyiyah telah menjadi wadah yang begitu penting untuknya untuk membantu ibu-ibu memperoleh ilmu baik terkait agama, kesehatan maupun kegiatan ekonomi.

Ibu Eda adalah seorang survivor kanker payudara yang telah melalui proses pengangkatan payudara pada tahun 2012 dan 2016. Dengan kondisinya tersebut ia tetap semangat untuk melakukan pendampingan kepada perempuan Dhuafa Mustadhafin melalui BSA.

Salah satu jejak pendampingan yang paling berkesan ia ungkapkan yakni pada tahun 2016 lalu saat mendesak para ibu untuk melakukan Tes IVA tak terkecuali untuk kalangan keluarganya. Satu ceritahasil pendampingannya, ia berhasil menyatukan satu keluarga yang hampir berpisah diakibatkan kondisi sang Istri yang sering bermasalah saat berhubungan. Melalui tes IVA diketahui bahwa Ibu tersebut menjadi malpraktek oleh bidan di kabupaten tempatnya dulu melahirkan yakni adanya kesalahan jahitan pada alat vital ketika melahirkan sang anak. “Karena terus mendesak Ibu tersebut untuk Tes IVA akhirnya masalah kerenggangan antara dia dan suaminya dapat terpecahkan” tutur Ibu Eda.

Kisah lain dalam pendampingan Ibu Eda diungkapkan ketika dirinya mendampingi salah satu anggota BSA tahun 2017 ini untuk pemeriksaan kanker payudara yang dialami anggotanya, yakni Ibu Marwa. Saat Ibu Marwa merasakan adanya ciri-ciri kanker payudara ia menceritakan hal tersebut kepada Ibu Eda. Pada saat itu Ibu Eda langsung berinisiatif mengantar beliau ke Puskesmas Minasate'ne untuk melakukan pemeriksaan. “Saya tidak ingin ada yang terlambat dalam melakukan pemeriksaan dini untuk penyakit kanker payudara ataupun kanker serviks, saya tidak ingin perempuan lain mengalami hal yang sama seperti saya,” ujar Eda.

Tidak hanya aktif dalam pendampingan kesehatan, Ibu Eda sangat aktif dalam kegiatan ekonomi. Pada bulan September 2015 lalu ia telah resmi diangkat sebagai Anggota dalam Majelis Ekonomi Pimpinan Daerah 'Aisyiyah karena keaktifannya menghidupkan perekonomian perempuan di kampungnya.

Ibu Eda berharap MAMPU 'Aisyiyah akan semakin luas memberikan informasi dan edukasi kepada perempuan Dhuafa Mustadhafin, perempuan miskin yang termiskinkan. Ia berharap seluruh perempuan bisa berdaya secara pengetahuan, ekonomi dan kesehatan.