Nurjannah : Kalau Kita Perempuan Tidak Mencoba Kita Tidak Akan Tahu

03 Desember 2019 09:32 WIB | dibaca 14

 

Memberanikan diri mencoba sesuatu yang baru tampaknya menjadi salah satu prinsip bagi Nurjannah setelah bergabung dengan ‘Aisyiyah MAMPU. Tanpa pengetahuan ia memberanikan diri menerima ajakan Koordinator MAMPU ‘Aisyiyah Bantaeng untuk bergabung di BSA Bonto Mate’ne hingga kemudian ia juga memberanikan dirinya melamar menjadi anggota PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) di TPS Bonto Mate’ne.

Nurjannah adalah seorang perempuan kelahiran Bantaeng 17 Agustus 1988 . Saat ini ia tinggal di Desa Bonto Mate’ne dan mengasuh putranya yang duduk di kelas lima Sekolah Dasar sebagai single parent. Sejak tahun 2014 Nurjannah mulai bergabung dengan ‘Aisyiyah MAMPU di Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) Bonto Mate’ne. Pada awalnya dia sama sekali tidak mengetahui apa itu ‘Aisyiyah hingga ia berhasil diyakinkan oleh Kakak Kasma dari ‘Aisyiyah yang mengajaknya. Pelatihan awal dijalaninya selama tiga hari dan kemudian Nurjannah dipilih menjadi bendahara BSA.

Nurjannah juga aktif mengajak para perempuan di sekitarnya untuk mau bergabung dalam komunitas BSA yang merupakan komunitas dampingan ‘Aisyiyah MAMPU di tingkat desa. BSA merupakan wadah bagi para Perempuan Usia Subur (PUS) khususnya dhuafa mustadhafin untuk bersilaturrahmi, berbagi, berkegiatan serta mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi, khususnya terkait isu ASI, KB, pencegahan kanker serviks, dan Jaminan Kesehatan Nasional. Tujuan dari program ini adalah peningkatan kualitas kesehatan reproduksi perempuan antara lain melalui penguatan kepemimpinan local leader perempuan dan pemberdayaan perempuan di komunitas sehingga terjadi perubahan perilaku.

Nurjannah mengakui mengajak para perempuan di desanya untuk bergabung di BSA bukanlah hal mudah bahkan ajakannya diacuhkan dan dikatakan tidak berguna. “Kalau dibilang banyak tantangan karena kita beri dulu pemahaman seperti ini, karena kan biasanya masyarakat disini kalau dia tidak kenal itu program dia takut, dia tidak mau bahkan dia acuhkan kita, masyarakat cuek, dia bilang saya banyak pekerjaan, untuk apa datang-datang kesitu hanya mendengarkan orang ceramah-ceramah,” terangnya. Tetapi Nurjannah tidak putus asa ia terus mecoba mengajak para perempuan setiap kali akan menggelar pertemuan BSA. “Kita selalu bersabar dan mengajak dan selalu bersosialisasi tentang kesehatan akirnya dia sadar sendiri bahkan dia bertanya kapan lagi ada acaranya seperti ini, bahkan dia selalu bertanya kita kapan lagi ada pap smear nya, ada tes iva nya ?,” ujar Nurjanah bangga.

Tidak hanya berhenti menjadi penggerak BSA, Nurjannah kemudian memberanikan diri juga untuk mendaftar sebagai anggota PPDP  (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih). Ia juga mengakui tidak memiliki pengalaman tentang PPDP “Kenapa tidak mencoba kalau disitu ada peluang? ” tutur Nurjannah. Hingga akhirnya ia berhasil diterima dan menjalankan tugas sebagai PPDP. Nurjannah juga menceritakan bahwa ia kemudian mengajak dua anggota BSA untuk bisa bergabung juga menjadi anggota PPDP. Kebanyakan perempuan di desanya menurut Nurjannah selalu takut mencoba hal baru, takut membuktikan kemampuannya seperti dua orang anggota BSA yang diajaknya untuk melamar sebagai PPDP. “Mereka masih ragu-ragu karena dia bilang eh apa si kemampuan saya disitu, saya bilang jangan bicara kemampuan soal disitu yang penting orangnya mau bekerja,” ujar Nurjanah mengulangi ucapannya. “Kalau kita perempuan tidak mencoba kita tidak akan tahu seperti apa di situ,” tegasnya.

Nurjannah sangat mensyukuri keputusannya untuk bergabung di MAMPU ‘Aisyiyah karena di sana ia belajar dan mengetahui banyak hal termasuk meningkatkan kepercayaan dirinya. “Saya berbicara di depan forum itu masih sangat sulit, karena kita tidak pernah melakukan sebelumnya dan di situ kita ditantang berbicara di depan umum dan bersosialisasi di depan banyak orang, jadi memang itu ‘Aisyiyah MAMPU sangat luar biasa, kita beryukur bergabung di situ karena banyak pengalaman yang kita rasakan,” tuturnya.

Nurjannah berharap agar program ’Aisyiyah MAMPU bisa terus berlanjut dan bisa mengajak untuk lebih baik lagi kedepannya. Ia juga memberikan semangat kepada para perempuan lain untuk selalu memberanikan diri mencoba hal baru asalkan itu untuk kebaikan. “Kita sebagai perempuan jangan tinggal di rumah terus, bagaimana kedepannya kita juga bisa kalau ada peluang juga bisa menjadi pemimpin,” tutur Nurjannah. “Karena dibilang laki-laki saja yang bisa ternyata perempuan juga bisa menjadi pemimpin,” tegasnya.