Mengasah Kepemimpinan: Belajar Berbicara di Depan Cermin

04 November 2016 14:29 WIB | dibaca 649

 

Semenjak menjadi kader ‘Aisyiyah, Hartati mengalami perubahan positif dalam kehidupannya. Perubahan yang dianggapnya paling penting adalah keberaniannya berbicara dan mengungkapkan pendapat di depan bupati sekalipun, bahkan sudah mampu memberikan sosialisasi kepada anggota BSA tentang 5 isu terpenting program MAMPU-‘Aisyiyah.

Hartati merupakan ibu rumah tangga di desa Bontosunggu, kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar. Perempuan kelahiran 27 Maret 1971 ini telah memiliki 2 orang anak yang keduanya telah duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Sejak bulan Juli 2014, Hartati mulai bergabung dengan ‘Aisyiyah dengan mengikuti pelatihan motivator dan kader yang diadakan oleh PDA Takalar.

Sebagai kader, Hartati aktif menggerakkan BSA (Bina Sakinah ‘Aisyiyah) yang merupakan komunitas dampingan motivator-kader ‘Aisyiyah di tingkat desa. BSA menjadi wadah bagi para Perempuan Usia Subur (PUS) khususnya Dhu’afa mustadh’afin untuk bersilaturahmi, berbagi, berkegiatan serta  saling memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi, yaitu berkaitan dengan ASI, Keluarga Berencana, Deteksi dini kanker serviks dan payudara, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan sebagainya. Tujuan dari program ini adalah peningkatan kualitas kesehatan reproduksi melalui penguatan kepemimpinan perempuan di komunitas, pemberdayaan perempuan baik motivator-kader maupun anggota BSA.

Keputusan perempuan bernama lengkap Hartati Daeng Ngintang  menjadi kader ‘Aisyiyah akhirnya sangat dirasakan manfaatnya. Hartati mulai bisa berbicara di depan orang banyak, bahkan sekarang sudah mampu memberikan sosialisasi kepada anggota BSA. Awalnya Hartati harus melatih kemampuannya berbicara dengan berorasi di depan cermin, bahkan pengalaman lucu juga sempat dialaminya karena sang anak tertawa saat melihatnya berbicara di depan cermin. “Lama-lama ibu gila bicara sendiri” ujar Hartati menirukan perkataan anaknya sambil tertawa. Tetapi ‘kegilaannya’ itu berbuah manis karena sekarang Hartati bahkan berani berbicara di depan Bupati.

Junubi, suami Hartati pun turut mendukung dan menyemangati isterinya mengikuti kegiatan di MAMPU-‘Aisyiyah. Bahkan sang suami pernah bertanya serius tentang apa itu ‘Aisyiyah, apa tujuannya dan manfaatnya bagi masyarakat. Hal tersebut dikarenakan begitu antusiasnya Hartati menjalankan tugasnya sebagai kader sehingga banyak waktunya diluangkan untuk menggerakkan BSA.  

Perubahan lain yang Hartati rasakan menjadi motivator dan pengurus BSA adalah ia dapat memberi manfaat dengan memfasilitasi masyarakat desa untuk bisa memiliki JKN baik itu subsidi (Peserta JKN Penerima Bantuan Iuran/PBI) maupun peserta JKN Mandiri. Hartati bahkan sudah dikenal di kantor BPJS dan juga kantor catatan sipil untuk pengurusan akta kelahiran, KTP, dan KK. “Alhamdulillah sekarang pengguna JKN meningkat jika dibandingkan sebelumnya” ujar Hartati berucap syukur atas kerjanya.

Harapan Hartati ke depan adalah agar ia dapat terus aktif dan program ‘Aisyiyah dapat terus berlanjut, serta semakin memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Penulis
Nama: St. Aisyah S
Hubungan dengan program:
Motivator

Responden
Nama: Hartati
Hubungan dengan program : Kader
Jenis kelamin : perempuan
Usia : 45 tahun

Lokasi Cerita
Provinsi                  : Sulawesi Selatan
Kabupaten/Kota     : Takalar
Kecamatan             : Galesong Utara
Kelurahan/Desa     : Brontosunggu