Mantap Memilih IUD sebagai ALKON karena BSA

29 April 2017 13:42 WIB | dibaca 367

 

Sejak mengikuti kegiatan Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) yang diinisiasi program Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU) ‘Aisyiyah, Ibu Yeni menerima pengetahuan yang bermanfaat untuk kesehatan reproduksinya. Pengetahuan tersebut mempengaruhi keputusannya untuk berani memilih alat kontrasepsi (alkon) yang dirasa sesuai bagi kondisi tubuhnya sendiri.

Yeni Puspitaningrum, seorang guru kelahiran Cilacap 6 Agustus 1984 ini telah memiliki dua anak. Anak pertama Yeni berusia 13 tahun dan saat ini duduk di kelas 1 SMP Muhammadiyah Jeruklegi. Anak kedua Yeni masih berusia balita dan akan masuk PAUD ‘Aisyiyah Citepus di tahun depan. Yeni mulai bergabung dengan kegiatan Bina Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) Citepus sejak tahun 2013 setelah diajak oleh ibu Eni Irawati yang merupakan kader ‘Aisyiyah-MAMPU.

Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) merupakan komunitas yang dikelola oleh motivator-kader ‘Aisyiyah di tingkat desa sebagai wadah bagi para perempuan usia subur khususnya dhu’afa mustadh’afin (miskin-termiskinkan) untuk bersilaturahmi, berbagi, berkegiatan, serta mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi, khususnya terkait isu ASI, KB , pencegahan kanker serviks, dan Jaminan Kesehatan Nasional. Tujuan dari program ini adalah peningkatan kualitas kesehatan reproduksi perempuan antara lain melalui penguatan kepemimpinan local leader perempuan dan pemberdayaan perempuan di komunitas sehingga terjadi perubahan perilaku.

Keputusan Yeni untuk mengikuti kegiatan BSA ternyata memberikan pengaruh positif bagi dirinya. Banyak ilmu bermanfaat yang didapatnya dari setiap pertemuan BSA, salah satunya adalah dalam pemilihan alat kontrasepsi. Yeni menyampaikan bahwa sebelum ada pengarahan tentang pilihan alat kontrasepsi di BSA, dirinya menggunakan alat kontrasepsi lain, tetapi sayangnya pilihan alkon tersebut tidak cocok untuk kondisi tubuhnya sehingga membuat haidnya sempat berhenti. Kemudian Yeni mencari referensi tentang jenis-jenis alkon yang lain, “Sebelumnya kan saya cari referensi di artikel dan tanya-tanya ke orang,  yang udah pake IUD katanya aman ga ada efek samping dan masang ga sakit, saya jad penasaran dan pengin mencoba”, ujar Yeni.

Yeni menyampaikan bahwa keputusannya untuk memilih IUD sebagai alkon  adalah setelah ia mendengar pengarahan yang diberikan oleh Ibu Ira yang merupakan kader ‘Aisyiyah pada pertemuan rutin BSA. “Pada saat saya ikut pertemuan rutin mba Ira memberi pengarahan tentang pilihan-pilihan KB dan menjelaskan tentang IUD yang di sertai gambar", ujar Yeni. “Mba Ira juga cerita kalau dia pakai IUD, saya jadi ingin pasang”, tambah Yeni.

Keinginan Yeni memang sudah bulat setelah mendapatkan informasi tentang IUD tetapi sebagai seorang isteri Yeni kemudian meminta ijin kepada suaminya. “Saya minta izin dulu sama suami tadinya ga boleh”, ujar Yeni. “Ya pastinya ada kekhawatiran karna ada benda asing yang di masukkan, tapi setelah saya jelaskan suami setuju”, lanjut Yeni menjelaskan.          

Kemudian Yeni pun melakukan pemasangan IUD pada salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh ‘Aisyiyah. “Waktu saya ingin memasang IUD kebetulan ada kegiatan dari ‘Aisyiyah, bu kadernya datang ke rumah memberi info pemasangan gratis trus saya ikut”, jelas Yeni. Keputusan Yeni untuk memilih IUD sebagai alkon ternyata berdampak positif karena setelah menggunakan IUD periode menstruasi Yeni bisa teratur setiap bulan dan tidak ada keluhan dari suami.        

Yeni sangat berterimakasih atas program ‘Aisyiyah. “Programnya is the best dan sangat bermanfaat, yang tadinya tidak tahu jadi tahu, yang tabu jadi jelas”, ujar Yeni. Kedepannya Yeni berharap agar program ‘Aisyiyah semakin baik dan bertambah program-program yang bermanfaat untuk kesehatan masyarakat.                  

PENULIS
Nama: Suri Putri Utami
Hub dg Program: Tim MAMPU 'Aisyiyah

RESPONDEN
Nama: Yeni Puspitaningrum
Hub dg Program: Anggota BSA Citepus, Cilacap
Usia: 32 tahun