Kusniah: Sosialisasi BSA Membuatku Paham Manfaat ASI Eksklusif

22 Agustus 2020 14:09 WIB | dibaca 47

Sejak mendapatkan informasi mengenai ASI Eksklusif dari bidan desa yang terlibat dalam program ‘Aisyiyah- MAMPU, Kusniah mulai mengetahui manfaat penting ASI Eksklusif untuk bayinya. “Cukup ASI saja selama 6 bulan pertama, jangan ditambah susu atau makanan lain”, itulah yang selalu diingat ibu berusia 31 tahun ini setelah melahirkan anak keduanya.

Kusniah merupakan ibu rumah tangga dengan dua orang putra. Perempuan kelahiran 12 September 1985 ini memiliki putra pertama berusia sembilan tahun yang bernama Muhammad Azam Aidil Akbar dan putra kedua bernama Muhammad Arsakha Virendrashafwan yang berusia dua tahun satu bulan. Kusniah baru kembali ke Cilacap tiga tahun yang lalu setelah sebelumnya tinggal di Jakarta karena mengikuti suami. Setelah kembali ke Cilacap, Kusniah kemudian diajak oleh kakaknya yakni Ibu Maryati untuk bergabung dan menjadi anggota Bina Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) Sawangan.

Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) merupakan komunitas yang dikelola oleh motivator-kader ‘Aisyiyah-MAMPU di tingkat desa sebagai wadah bagi para perempuan usia subur khususnya dhu’afa mustadh’afin (miskin-termiskinkan) untuk bersilaturahmi, berbagi, berkegiatan, serta mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi, khususnya terkait isu ASI, KB , pencegahan kanker serviks, dan Jaminan Kesehatan Nasional. Tujuan dari program ini adalah peningkatan kualitas kesehatan reproduksi perempuan antara lain melalui penguatan kepemimpinan local leader perempuan dan pemberdayaan perempuan di komunitas sehingga terjadi perubahan perilaku.Kusniah memang baru menjadi anggota BSA Sawangan tetapi beliau sudah merasakan manfaat BSA sebelum itu. Pengetahuan bermanfaat yang diingatnya adalah mengenai ASI Eksklusif. “Anak pertama saya tidak saya berikan ASI eksklusif mba”, ujar ibu Kusniah. “Usia tiga bulan sudah saya berikan susu formula”, tambah beliau.

Setelah kembali ke Cilacap Kusniah kemudian mendapatkan pengetahuan tentang ASI Eksklusif. “Sebelumnya saya memang pernah tahu manfaat ASI tetapi setelah mendapatkan penjelasan dari bidan saya lebih yakin”, ujar ibu muda ini. Bidan desa bernama ibu Dias merupakan bidan yang sering menjadi pemateri di pertemuan BSA. Bidan menyampaikan bahwa ASI eksklusif lebih bagus untuk daya tahan anak. “Ibu nanti setelah anaknya lahir jangan diberikan selain ASI selama 6 bulan. Jangan diberikan susu formula dan makanan tambahan lain ya bu agar anak lebih sehat”, ujar Kusniah menirukan ucapan Bidan Dias saat memberikan informasi tentang ASI Eksklusif.

Keputusannya untuk memberikan ASI Eksklusif semakin membulat dengan adanya dukungan dari suami, ibu serta kakaknya.  Kakak Kusniah yang juga merupakan kader BSA Sawangan turut mendorong serta memberikan informasi tentang manfaat ASI Eksklusif yang didapatnya dari pelatihan kader.

Maryati menyampaikan bahwa bidan desa adalah salah satu tokoh yang turut berpartisipasi dalam program sosialisasi ‘Aisyiyah mengenai ASI Eksklusif. Namun demikian, Maryati juga turut mendorong dan menginformasikan kepada Ibu Kusniah mengenai manfaat ASI Eksklusif. “Pada saat saya melahirkan di tahun 2007 belum ada IMD mba, bahkan dokter langsung memberikan susu formula setelah anak saya lahir”, ujar Maryati. “Karena itu saya jadi geregetan kalau sampai adik saya tidak memberikan ASI eksklusif”, tambah Maryati sambil tertawa.

Banyaknya informasi yang di dapat serta dukungan dari keluarga itulah yang membulatkan tekad Kusniah untuk memberikan ASI Eksklusif. “Tetapi pada waktu itu anak saya sempat ingin diberikan susu formula karena dia rewel dan banyak yang bilang rewelnya itu karena lapar, kebetulan saat itu ASI saya belum lancar”, cerita Kusniah. “Tetapi Alhamdulillah entah kenapa anak saya tidak mau minum itu susu formula mba, sampai akhirnya saya buang susunya”, lanjut Kusniah.

Manfaat dari ASI Eksklusif memang bisa terlihat oleh Kusniah. “Anak pertama saya tidak saya berikan ASI eksklusif, usia tiga bulan sudah saya berikan susu formula”, cerita Kusniah. “Yang saya rasakan memang kesehatan anak pertama dan kedua beda, anak pertama saya lebih sering sakit”, tambah Kusniah.

Maryati pun menyampaikan hal yang sama tentang keponakannya tersebut. “Anak kedua adik saya yang mendapat ASI eksklusif lebih cekatan dan cerdas dan juga jarang sakit sedangkan anak pertama adik saya yang tidak menerima ASI eksklusif pada saat kecil mudah terkena flu, panas hingga kejang-kejang.”ujar Maryati.

Karena itu Kusniah sangat bersyukur dirinya mendapatkan pengetahuan yang berharga melalui program ‘Aisyiyah. Selain pengetahuan tentang kesehatan yang bermanfaat, Kusniah juga senang menjadi anggota BSA karena banyak teman, bisa dapat banyak ilmu baru dan juga bisa praktek membuat kue. Kusniah berharap program-program ‘Aisyiyah bisa terus membawa manfat bagi masyarakat.

Penulis: Suri Putri Utami

Tim MAMPU 'Aisyiyah

Responden: Kusniah

Anggota BSA Sawangan, Cilacap