Ketahanan Pangan Melalui Budikdamber Lele dan Tanam Sayur di Masa Pandemi

14 September 2020 07:05 WIB | dibaca 38

Bapak Muhamad Yamin, yang berasal dari Bima NTB, tinggal di Kampung Sawah, saya hubungi lewat HP, saya jelaskan pak dan bu Yamin ini Alhamdullilah ada Proyek dari PPA di Yogja kerja sama dengan _TFA_, yaitu untuk kelentingan keluarga menghadapi covid 19  dengan pemeriharaan lele dalam ember dan tanam sayuran. Bagaimana bapak sebagai Ketua Muhammadyiah dan ibu Siti Khotijah sebagai Ketua Aisyiyah cabang Kampung Sawah? Ibu, saya  setuju sekali, syukur ibu, kita baru mikir apa yang bisa dikerjakan masyarakat disini, dirumah terus tidak punya penghasilan kurang, warung kurang laku, tidak ada kegiatan. Ya sudah siapkan nama nama 25 (dua puluh lima) orang sebagai peserta, nanti saya hubungi lagi.
 
Kehidupan keluarga Pak Yamin yang suami istri Sarjana. Istrinya bernama Siti Hadijah dan berputera 2 (dua) orang ini meskipun sederhana tapi aktif di masyarakat Dirumahnya untuk PAUD dan TK. AIsyiyah. Mereka berjuang karena di dekat rumahnya itu ada TK Kristen jang memeberikan fasilitas orang tua muridnya diberi sembako. Sehingga warga kita yang ikut mereka.
 
Penuturan pak Yamin: saya tinggal di Kampung Sawah sudah 23 tahun. Pada awalnya tidak ada keinginan untuk tinggal disini. Karena tanahnya rendah, banyak sampah dan becek  serta status tanahnya tanah garapan. Namun karena tanah di Jakarta ini rumah dan tanah mahal sekali, sementara kemampuan finansial saya belum mampu maka keputusan membeli tanah garapan ini. Dengan resiko suatu saat bisa digusur. Danwacana itu selalu ada. Seiring dengan perkembangan dan perubahan penduduk disini yang makin padat, maka saya tetap disini saja. Karena pekerjaan susah, waktu ada tawaran menjadi guru di sekolah SD swasta saya terima. Syukur Alhamdullilah sekarang sudah menjadi kepala sekolah. Sejak awal kita tinggal disini selalu bersosialisasi dengan masyarakat, kemudian menginspirasi adanya TK Aisyiyah  Posyandu, bekerja sama dengan Aisyiyah Jakarta Utara. Saya aktif di Muhammadyiah dan istri saya jadi ketua Aisyiyah Cabang Kampung Sawah.
 
Setelah saya dihubungi ibu mengenai program ketahanan pangan dimasa covid 19, dengan memelihara lele dan tanam sayuran , pikiran saya rasanya terbuka, Ya Allah semoga ini merupakan pertolongan Allah. Karena dengan situasi pandemi covid 19 seperti ini, membuat semua warga kebingungan mencari nafkah. Karena banyak yang untuk sementara dirumahkan, tidak punya pekerjaan, dagang kurang laku. Oleh karena itu saya,  keluarga dan pengakuan semua yang dapat bantuan peralatan untuk budidaya lele dan bibit sayuran, semangat untuk meneruskan usaha ini. Pengurus Karang Taruna RW lain ingin juga bekerja sama dengan Aisyiyah khususnya untuk pemeliharaan lele dan tanam sayuran ini karena banyak anak muda yang menganggur.
Doa saya usaha ini semoga Diridhoi Allah SWT bisa berkelanjutan dan bisa membantu mayarakat lebih sejahtera. Semangat.....