Kerajinan Kerang BSA Kemuning, Potensi Tegal yang Awalnya Njelimet

08 Agustus 2017 23:21 WIB | dibaca 240

 

Bermula dari ketertarikan kader atas kerajinan kerang, BSA Kemuning mulai menjalani kegiatan ekonomi kreatif berbahan kerang hingga kini mampu menambah pendapatan anggota BSA bahkan digadang-gadang menjadi potensi produk kreatif Tegal oleh pemerintah Kota Tegal.

BSA Kemuning  adalah kelompok dampingan MAMPU ‘Aisyiyah Sumedang di Kelurahan Muarareja, Tegal. BSA yang dibentuk sejak tahun 2014 ini beranggotakan para perempuan terutama dari kalangan dhu’afa mustadh’afin disekitar daerah Muarareja. Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) sendiri merupakan komunitas yang dikelola oleh motivator-kader ‘Aisyiyah-MAMPU di tingkat desa sebagai wadah bagi para perempuan usia subur khususnya dhu’afa mustadh’afin (miskin-termiskinkan) untuk bersilaturahmi, berbagi, berkegiatan, serta mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi, khususnya terkait isu ASI, KB , pencegahan kanker serviks, dan Jaminan Kesehatan Nasional. Tujuan dari program ini adalah peningkatan kualitas kesehatan reproduksi perempuan antara lain melalui penguatan kepemimpinan local leader perempuan dan pemberdayaan perempuan di komunitas sehingga terjadi perubahan perilaku.

Pada awal terbentuknya di tahun 2014 semua kegiatan BSA Kemuning berfokus kepada kegiatan sosialisasi salah satu isu yang diusung oleh MAMPU ‘Aisyiyah yakni kesehatan reproduksi. Sehingga kemudian ada sekelompok mahasiswa yang memberikan materi tentang kerajinan kerang. Dari situlah awal mula para kader tertarik dan kerajinan kerang mulai dijalani sebagai usaha ekonomi kreatif BSA Kemuning.

“Bukan hal mudah mengajarkan ibu-ibu BSA” ujar Nur Fadilah dari tim program ‘Aisyiyah MAMPU Tegal. “Anggota BSA kebanyakan adalah pekerja filet ikan, saat mereka melihat pengerjaan kerajinan kerang agak njelimet mereka agak mengkeret,” tambah Dila. Tetapi para kader tidak kehilangan akal menghadapi hal tersebut sehingga muncul ide untuk “dicoba, diikuti dan dibawa pulang”. Para kader menyampaikan bahwa asalkan para ibu mau mencoba membuat dengan berpraktek mengikuti contoh maka semua hasil kerajinan bisa dibawa pulang. Mulai saat itu para ibu anggota BSA mau mulai belajar membuat kerajinan kerang.

  

 

Kegiatan berkreasi terus berlanjut perlahan, modal awal yang dimiliki BSA dipergunakan untuk membeli kulit kerang dari Cirebon. Menurut Dila walaupun Muarareja adalah daerah pesisir akan tetapi limbah kerang dari lingkungan sekitar tidak seluruhnya bisa dipergunakan untuk membuat kerajinan. Pada saat itu penjualan pun dilakukan dari mulut kemulut juga menitipkan kepada putra-putri anggota BSA untuk dibawa ke sekolah dan ditawarkan kepada teman-temannya.

Bagaikan gayung bersambut kegiatan kerajinan kerang anggota BSA Kemuning ternyata dilirik oleh dinas pariwisata Kota Tegal untuk mendukung rintisan desa wisata mangrove di Dukuh Kajongan. Kader BSA kemudian diundang mengikuti pelatihan ekonomi produktif untuk mendukung rintisan desa wisata yang diadakan oleh dinas pariwisata dengan salah satu materi yang diberikan adalah kerajinan kerang. Dilirik oleh dinas pemerintahan membawa keuntungan lain karena BSA kemudian juga diberikan alat untuk memotong dan memoles kulit kerang. Alat-alat tersebut semakin meningkatkan kreatifitas anggota BSA untuk berkarya hingga mampu memproduksi tidak hanya kerajinan kecil seperti bros tetapi juga lampu hias dan tanaman hias dari kerang.

Kegiatan kreatif anggota BSA terus berkembang hingga kemudian didaulat pemerintah Kota Tegal menjadi potensi produk kreatif Tegal. “Sekarang ini daerah wisata belum jalan tetapi produk kerang BSA sudah ikut berbagai pameran,” ujar Dila bersemangat. Tak kurang dari 10 kegiatan pameran dan lomba sejak tahun 2016 sudah diikuti oleh BSA Kemuning, baik di Kota Tegal maupun di daerah lain seperti di Malang, Semarang, Magelang juga Jakarta seperti pameran INA KRAFT. Dila menambahkan bahwa semua kegiatan tersebut BSA mendapat undangan atau rekomendasi langsung dari pemerintah Kota Tegal.

Dila sangat bersyukur karena apa yang diupayakan oleh anggota BSA bisa mendapat apresiasi dari berbagai pihak selain dari pemerintah kota atau dinas pariwisata bahkan kelurahan setempat pun memberikan dukungan yang sangat positif belum lagi dari ibu walikota Tegal yang pernah mengajak BSA untuk melakukan studi banding kerajinan kerang ke Cirebon pada tahun 2016 dan melakukan pemesanan bros sebanyak 5000 buah.

Para kader dan anggota BSA berharap dan terus berusaha agar usaha kreatif BSA Kemuning bisa semakin maju dan berkembang. Memiliki showroom adalah impian terbesar BSA Kemuning untuk display produk dan mendukung pemasaran mereka kedepannya. (Suri)