Eman Kalau tidak Berkegiatan BSA

20 Agustus 2020 11:31 WIB | dibaca 38

Cerita ini berawal dari Sulasih yang mengikuti pelatihan Kader MAMPU yang diadakan oleh ‘Aisyiyah Daerah Kabupaten Magelang di Hotel Pondok Tingal Borobudur. Sulasih selaku Kader Posyandu di dusun Babadan Paten Dukun diajak oleh Purwanti, Ketua Kader Posyandu Desa Paten untuk mengikuti pelatihan tentang kesehatan reproduksi (kespro). Waktu itu Sulasih belum tahu kalau itu program dari ‘Aisyiyah setelah mengikuti pembukaan acara baru tahu dan sampai sekarang ia menjadi kader Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) Desa Paten.

Sulasih sangat bersyukur saat itu diajak mengikuti pelatihan karena banyak sekali ilmu yang diterima terutama tentang kespro, bertambah wawasan di bidang kesehatan dan ilmu agama Islam. Di antara perubahan menurut Sulasih yang paling penting adalah perubahan ilmu pengetahuan, karena dengan ilmu kita bisa melakukan apa saja dalam hal kebaikan. Seperti ilmu tentang penyakit pada wanita ada kanker, yang konon penyakit ini belum ada obatnya. Mengetahui hal tersebut, Sulasih sebagai kader memiliki semangat untuk mengajak ibu-ibu agar memiliki kesadaran untuk mengecek kesehatannya seperti Tes IVA, PapSmear, cek tensi dan lain-lain.

Sulasih selalu bersemangat dan rutin berangkat kegiatan BSA, karena ingin lebih paham tentang kespro, jadi tidak takut melakukan tes IVA, ikut papsmear, bisa cek sadari. Kegiatan BSA juga membuatnya memiliki pengetahuan di bidang ekonomi sehingga bisa lebih terampil membuat olahan hasil panen sawah dan kebun.

Suami Sulasih sangat mendukung aktivitasnya dengan kegiatan BSA. Setiap ada kegiatan BSA ia selalu diantar karena tidak bisa naik motor, bahkan diberi uang saku oleh suaminya.

“Pernah suatu hari motor kehabisan oli bersamaan dengan kegiatan BSA padahal untuk ganti oli harus kebengkel yang jauh akhirnya suami ganti olinya ditunda terus pinjam motor tetangga untuk mengantar saya ke BSA,” cerita Sulasih.

Ia menambahkan bahwa akan eman-eman (sayang-red) kalau tidak berangkat BSA karena banyak ilmu yang didapat nanti ndak (jadi-red) ketinggalan. Suaminya turut berkata kasihan anggota BSA kalau tidak ada yang mengurusi.

Hal lain yang membuat Sulasih tetap semangat yaitu anggota yang punya semangat tinggi untuk diajak kegiatan BSA, antusias dan rajin berangkat. Sulasih berharap semoga BSA ini berjalan terus dan mendapat perhatian dari pemerintah desa.

Responden: Sulasih

Anggota BSA Desa Paten