Duplikasi BSA, Pemkab Cianjur Bangun Balai Sawala

03 Desember 2019 09:24 WIB | dibaca 18

 

‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan terus bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dalam segala bidang. Salah satu kerja ‘Aisyiyah bersama MAMPU adalah melakukan pendampingan kepada perempuan perempuan usia subur khususnya dhu’afa mustadh’afin (miskin-termiskinkan) di berbagai desa yang ada di 16 kabupaten di Indonesia. Dalam program MAMPU ‘Aisyiyah membentuk komunitas Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) yang dikelola oleh kader ‘Aisyiyah-MAMPU di tingkat desa sebagai wadah bagi para perempuan untuk bersilaturrahmi, berbagi, berkegiatan serta mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi, khususnya terkait isu ASI, KB, pencegahan kanker serviks, dan Jaminan Kesehatan Nasional. Tujuan dari program ini adalah peningkatan kualitas kesehatan reproduksi perempuan antara lain melalui penguatan kepemimpinan local leader perempuan dan pemberdayaan perempuan di komunitas sehingga terjadi perubahan perilaku.

Keberhasilan ‘Aisyiyah dalam mengelola BSA mulai dari mengumpulkan para perempuan untuk bergabung, mengelola kegiatan BSA, melakukan sosialisasi serta meningkatkan tingkat pengetahuan, kesehatan dan perekonomian para anggotanya ternyata menarik minat pemerintahan setempat. Hal tersebut seperti yang terjadi di Kabupaten Cianjur. Disampaikan oleh Febriyanti Firdiyayusi selaku Koordinator Program MAMPU ‘Aisyiyah Cianjur bahwa ketertarikan Pemerintahan Kabupaten Cianjur dimulai pada saat tim MAMPU ‘Aisyiyah melakukan hearing dengan pemerintah dan OPD pada bulan Juni 2016. Pada hearing tersebut menurut Febri tim ‘Aisyiyah menyampaikan kerja dan capaian yang sudah dilakukan ‘Aisyiyah MAMPU di beberapa desa juga termasuk bagaimana ‘Aisyiyah melakukan pendampingan kepada para perempuan melalui komunitas BSA. “Disana OPD yang hadir sangat mengapresiasi kerja yang sudah dilakukan ‘Aisyiyah bahkan disampaikan bahwa program yang sudah dilaksanakan oleh ‘Aisyiyah sangat beriringan sekali dengan pemerintah,” ujar Febri. Dilanjutkan oleh Febri bahwa OPD juga menyampaikan rasa penasaran mereka dan bertanya lebih lanjut kepada ‘Aisyiyah bagaimana bisa menarik minat masyarakat perempuan untuk bisa bergabung di BSA. “Menurut mereka itu adalah suatu prestasi yang bagus karena ‘Aisyiyah berhasil membentuk kelompok BSA,” jelas Febri.

 

  

Dari sana kemudian Febri menjelaskan bahwa Bubung Burhanudinselaku kepala Bidang Pengendalian Pendudukan Dan Keluarga Berencana di bawah Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengajukan konsep BSA sebagai usulan program kepada Bupati. Konsep BSA sejalan dengan program Bupati Cianjur “Cianjur Ngawangun Lembur” yang berarti Cianjur Membangun Kampung. Febri menyampaikan bahwa tujuan program ini yang ingin membina dan membangun kampung dari tingkat paling bawah menjadikan sarana berkumpul seperti BSA diperlukan masyarakat baik untuk berkegiatan atau sekedar bertukar pikiran.

Usulan dari kepala Bidang Pengendalian Pendudukan Dan Keluarga Berencana tersebut kemudian diterima dan mulai dikembangkan sejak 100 hari kerja bapak Bupati dengan mengambil nama Balai Sawala. “Sawala itu Bahasa Sunda yang artinya diskusi atau bertukar pikiran,” jelas Febri. Untuk jenis kegiatan yang dilaksanakan pemerintah sendiri menurut Febri berbeda-beda setiap desa tergantung dari kebijakan pemerintahan desa setempat. “’Aisyiyah juga sudah memanfaatkan Balai Sawala tersebut saat melakukan kegiatan di Desa Ciranjang dan Desa Kertajaya,” ungkap Febri. Disampaikan oleh Febri saati ini Balai Sawala baru dibangun dan dikembangkan di beberapa desa yang menurut pemerintahan memiliki potensi dan secara bertahap akan dikembangkan di seluruh desa di Cianjur.

‘Aisyiyah Cianjur tentu saja merasakan bersyukur pemerintah mengapresiasi dan bahkan menduplikasi konsep Balai Sakinah ‘Aisyiyah. “Bukan hanya apresiasi yang sudah kami dapatkan tetapi juga kepercayaan pemerintah,” ungkap Febri. Semenjak pemerintah mengetahui apa yang sudah dilakukan oleh ‘Aisyiyah untuk membangun Cianjur ‘Aisyiyah kemudian menurut Febri selalu dilibatkan oleh pemerintah terutama dalam hal yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. “’Aisyiyah mendapatkan penghargaan CSR dari Dinas Kesehatan Cianjur dan beberapa waktu yang lalu ‘Aisyiyah juga satu-satunya ormas yang diundang menjadi juri pada pemilihan tenaga kesehatan teladan se-kabupaten Cianjur,” papar Febri.

Terlepas dari kepercayaan yang sudah diterima dari pemerintah, ‘Aisyiyah menurut Febri akan selalu terus bekerja untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Cianjur dan berharap ormas yang lain akan juga turut memberikan sumbangsih bagi Cianjur. “Kita harus bersama-sama membangun Cianjur untuk menciptakan masyarakat termasuk perempuan Cianjur yang semakin baik kedepannya dalam segala hal,” tegas Febri.