Dahlia : Bangga Saya Bisa Merangkul Orang

09 Agustus 2017 00:12 WIB | dibaca 305

 

Mampu dan bermanfaat, itulah sosok ibu Dahlia. Beliau yang merupakan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di desa Setalik yang mampu memanfaatkan perannya dengan baik demi kemaslahatan masyarakat sekitar. Salah satunya adalah ibu Dahlia juga menjadi penggerak dalam program MAMPU-‘Aisyiyah melakukan sosialisasi tentang 5 isu terpenting program MAMPU-‘Aisyiyah yang perlu diketahui masyarakat terutama kelompok perempuan.

Dahlia merupakan seorang ibu rumah tangga di Desa Setalik, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Perempuan kelahiran 10 Maret 1969 ini memiliki seorang anak yang saat ini baru duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Dahlia mulai bergabung sebagai kader MAMPU-‘Aisyiyah pada tahun 2014 setelah diajak oleh Nur Fauziah salah satu tim MAMPU-‘Aisyiyah dari PDA Sambas.

Sebagai seorang kader, Dahlia dikenal sebagai sosok yang aktif dan mampu menggerakkan para Perempuan Usia Subur (PUS) untuk bisa hadir di pertemuan BSA (Balai Sakinah ‘Aisyiyah) yang merupakan sebuah komunitas dampingan ‘Aisyiyah bagi para PUS terutama dari dhu’afa mustadhafin untuk saling bersilaturahmi, berkegiatan, berbagi informasi dengan tujuan peningkatan kualitas kesehatan reproduksi melalui penguatan kepemimpinan perempuan di komunitas.

Dahlia memang sosok perempuan yang senang berorganisasi, ia aktif dalam kelompok PKK, BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa) juga BPD (Badan Permusyawaratan Desa) di desa Setalik. Ia sangat menyenangi kegiatan berorganisasi tetapi aktif sebagai kader MAMPU-‘Aisyiyah diakui Dahlia merupakan tantangan tersendiri. “Di MAMPU-‘Aisyiyah ini saya harus mengumpulkan orang dalam kelompok tetapi Alhamdulillah bisa lancar,” ujar Dahlia.

Dahlia menyampaikan bahwa tidak ada kesulitan berarti saat ia mengajak para PUS bergabung di BSA. “Tidak ada penolakan, hanya saja sebagian besar memang minta waktu untuk ijin ke suami tetapi mereka kemudian bisa ikut bergabung, bahkan ada PUS yang kemudian mendaftarkan diri”. Dahlia menambahkan bahwa ia juga mendapat dukungan positif dari pemerintahan desa setempat. “Saya menyampaikan kalau ingin perempuan sehat, kalau ingin perempuan pintar maka berikan dukungan untuk program ini,” ujarnya bersemangat dan ia bersyukur tidak hanya dukungan dana yang didapat untuk program MAMPU-‘Aisyiyah ini tetapi juga fasilitas seperti ruang pertemuan desa bisa dipergunakan secara bebas untuk pertemuan BSA.

Berperan sebagai kader BSA membawa berbagai cerita bagi hidup Dahlia, salah satu hal yang paling membuatnya bangga adalah saat ada banyak PUS yang tidak bergabung dengan BSA bahkan tinggal jauh dari lingkungan BSA mendaftar untuk ikut dalam tes IVA yang dilaksanakan. “Banyak yang nyusul kerumah saya menanyakan tentang tes IVA mba, bahkan mereka bukan anggota kelompok BSA, mau ikut tes IVA,” ungkap ibu satu anak ini. “Mereka dengar dari cerita yang disampaikan para anggota BSA kemudian dengan keinginan sendiri mereka ikut, saya sangat senang,” tambah Dahlia.

“Bangga saya karena saya dapat merangkul orang, bisa membuat saya dan para perempuan yang tidak tahu menjadi paham masalah kesehatan reproduksi,” ujar Dahlia menyampaikan kesannya selama aktif dalam program MAMPU-‘Aisyiyah. “Keinginan saya kedepannya program ini akan berlanjut supaya perempuan-perempuan sadar akan kespro dan bisa mengangkat derajat mereka sendiri,” tutup Dahlia.

 

Penulis:
Nama: Suri Putri Utami
Hubungan dengan program : CKM ‘Aisyiyah
Telepon : 081335132818
Jenis Kelamin : Perempuan

Responden
Nama : Dahlia
Hubungan dengan program : kader BSA Desa Setalik, Kec.Sejangkung, Kab.Sambas
Telepon : 085245236665
Usia : 48 tahun