Cerita Ruqiah Menggerakkan Komunitas

03 Desember 2019 09:33 WIB | dibaca 15

 

Menjadi kader MAMPU 'Aisyiyah membuat Ruqiah menjadi seorang perempuan yang mampu membawa manfaat bagi perempuan lain di sekitarnya. Dengan gigih Ruqiah menyuarakan aspirasinya untuk dapat meningkatkan perekonomian keluarga para anggota BSA di Desa Bowong Cindea.

Ruqiah (46 tahun) bergabung dengan MAMPU 'Aisyiyah sebagai kader sejak tahun 2014. Di sana ia bersama perempuan yang lain belajar dan berbagi tentang berbagai materi untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam berbagai bidang seperti kepemimpinan, kesehatan, ekonomi dan berbagai isu strategis yang sedang hangat dibicarakan dan tentunya materi pemberdayaan perempuan sesuai kebutuhan komunitas ini.

Desa Bowong Cindea adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dan merupakan salah satu desa lingkar yang mendapatkan bantuan dana CSR dari salah satu perusahaan BUMN yang berada di Kecamatan Bungoro setiap tahunnya. Melihat peluang ini komunitas Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) Ummul Mukminim yang dikoordinir oleh Ruqiah (45) tidak tinggal diam setelah mendapatkan banyak informasi seputar bantuan pemberdayaan masyarakat yang bisa diakses melalui dana CSR ini selain tentunya dana desa yang bisa diakses oleh kelompok perempuan.

Ruqiah mulai aktif mencari tahu bagaimana caranya terlibat dalam musyawarah penyusunan Rencana Kerja Anggaran Pemberdayaan Masyarakat (RKAPM) melalui Forum Desa TAMALANREA sebagai mitra langsung penyaluran anggaran CSR pada awal tahun 2016 di Kantor Desa. Mendapatkan lampu hijau dari Kepala Desa, Ketua Forum Desa dan pihak PKBL CSR dalam Musyawarah Forum Desa ini akhirnya Ruqiah mulai menyuarakan aspirasinya mewakili komunitasnya yang membutuhkan bantuan untuk mengembangkan ekonomi komunitas Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) melalui program BUEKA yang ia kelolanya bersama sejumlah kader komunitas lainnya yang terdapat di Desa Bowong Cindea.

Alhasil setelah menyampaikan aspirasi tersebut dengan dukungan para pihak yang hadir akhirnya usulan tersebut dapat diterima dan dimasukkan dalam dokumen RKAPM untuk dianggarkan berupa pembiayaan pelatihan pemberdayaan ekonomi komunitas, bantuan perlengkapan masak dan permodalan untuk tiga komunitas BSA binaan ‘Aisyiyah Pangkep salah satunya adalah Balai Sakinah ‘Aisyiyah Ummul Mukminim dampingan Ibu Ruqiah.

Tidak menunggu lama komunitas BSA Ummul Mukminim bergerak cepat memanfaatkan bantuan yang diberikan dengan memproduksi kripik Sukun sebagai inovasi produk setelah sebelumnya memproduksi Kue Doipang (Doi-Doi Pangkep) sejak tahun 2015 yang lalu. Akhir tahun 2016 setelah menerima bantuan dari CSR PT. Semen Tonasa, Bu Ruqiah mulai memproduksi krupuk sukun. Memasuki bulan ketiga, produk ini laris manis dijual di berbagai warung, kios dan sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Bungoro serta pemesanan dari kecamatan lainnya hingga pemesanan di luar daerah. Walaupun dengan pengemasan produk yang masih sangat sederhana, namun keuntunggan produksi dari keripik sukun ini sudah dapat dinikmati oleh seluruh anggota anggota komunitas.

“Berkah krupuk sukun ini pelan tapi pasti telah membantu ekonomi ibu-ibu untuk memenuhi kebutuhan harian mereka sekaligus membantu suami menafkahi anak mereka yang masih kecil-kecil dan sebahagian bersekolah, selama ini mereka hanya mengandalkan pendapatan suami yang juga tidak seberapa sebagai seorang buruh, petani dan tukang bentor” Ujar Ruqiah saat membuat krupuk sukun bersama anggota komunitas lainnya. “Anggota Komunitas perempuan BSA Ummul Mukminim ada 25 orang namun yang aktif terlibat penuh khusus untuk usaha Krupuk Sukun ini ada 15 orang yang setiap pagi setelah Ibu Ruqiah berbelanja di pasar berkumpul untuk mengupas sukun dan membersihkannya” Tambah Ruqiah.

Sekitar 20-25 kg krupuk sukun di produksi setiap harinya. Setiap anggota diberi tugas masing-masing mulai dari tim yang harus ke pasar membeli bahan sukun, anggota yang mengupas dan membersihkan sukun, menggoreng, memberikan label, menimbang dan mengemasnya dan terakhir anggota yang bertugas mengantarkan produk ke berbagai toko atau kios hingga sekolahan dan menjualnya dalam event-event khusus. Ruqiah menyampaikan beberapa event khusus yang memesan produk kripik sukunnya seperti saat kepala desa kedatangan tamu dari luar juga saat puncak HUT Kabupaten Pangkep yang dilaksanakan di salah satu pulau wisata unggulan Pangkep Pulau Camba-Cambang. "Pada saat HUT Kabupaten Pangkep kami berhasil menjual kripik Sukun ini hingga 700ribu rupiah dengan fasilitas akses perahu gratis dari Kepala Desa setempat menuju ke Pulau," ujar Ruqiah.


Kemasan Krupuk Sukun sendiri produksi BSA Ummul Mukmini cukup bervariasi dan disesuaikan dengan kebutuhan dan target pasar mereka. “Kemasan Krupuk sukun ini sendiri berbagai macam sesuai dengan target pasar dan acara-acara tertentu mulai dari harga termurah 1000 rupiah untuk anak sekolah, harga 5.000 sampai 10.000 untuk kios, kedai atau pesanan warung kopi di Bungoro dan pesanan khusus kiloan. Alhamdulillah keuntungan sejauh ini cukup menggembirakan. Misalnya bulan pertama masing-masing anggota komunitas kami mendapatkan keuntungan sekitar 75 ribu – 100 ribu untuk masing-masing anggota, bulan kedua sudah mampu mendapatkan keuntungan 150 -200 ribu perorang yang membuat sejumlah anggota komunitas ini senang melakoni usaha krupuk sukun ini tanpa harus meninggalkan kewajibannya sebagai seorang Ibu dan istri,” tutur Ruqiah

“Rumah mereka dengan lokasi BSA ini sangat dekat, saling bertetangga satu sama lain jadi cukup memudahkan, suami mereka pun Alhamdulillah mendukung karna kegiatan mereka bermanfaat selain itu sudah memiliki penghasilan tambahan sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi ibu-ibu disini, semoga keuntungan semakin meningkat seiring upaya kami memperbaiki kemasan yang lebih bagus dan sedang mengurus PIRT agar produk ini bisa dijual dan bersaing di mini market yang ada di Pangkep,” harap Ruqiah.

Kesuksesan Ruqiah selaku kader penggerak komunitas Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) Ummul Mukminim Desa Bowong Cindea yang berhasil mengakses dana CSR lalu mengembangkan ekonomi komunitas hari ini tidak terlepas dari dukungan program MAMPU Aisyiyah Pangkep yang dua tahun terakhir mengajarkan banyak hal tentang kepemimpinan perempuan melalui pelatihan motivator-kader, pelatihan Bina Usaha Ekonomi Keluarga (BUEKA), Pelatihan Advokasi, Pelatihan Publik Speaking, Pelatihan memfasilitasi dan mengelola komunitas dan serangkaian kegiatan yang sifatnya membangun kepercayaan diri Ibu Ruqiah untuk menjadi sosok local-leader dalam memajukan kaum perempuan di Desa Bowong Cindea. Semoga tetap konsisten yah, bu Ruqiah! *