Bijak di Dunia Maya, Rukun di Dunia Nyata

22 Maret 2019 16:02 WIB | dibaca 68

Media sosial saat ini telah menjadi kebutuhan bagi semua orang, sejak anak-anak hingga orang dewasa. Media sosial dianggap sebagai media penyalur ekspresi diri melalui postingan seperti tulisan, foto, video, dan sebagainya. Media sosial juga dipercaya sebagai pemberi informasi, bahkan lebih actual daripada portal berita online dan televisi. Salah satu keunggulan media sosial dalam kecepatan memberikan informasi itulah yang menjadikan pengguna kecanduan terhadap media sosial.

Tetapi kemampuan dalam menerima informasi tersebut tidak sebanding dengan kemampuan dalam mengelola media sosial secara bijak dan baik. Tidak jarang terjadi hal negatif di media sosial, seperti banyaknya sebaran berita palsu atau hoax, ujaran kebencian baik terhadap suatu golongan maupun individu. Oleh karena itu, pentingnya bijak di dunia maya, rukun di dunia nyata adalah suatu yang ideal dan patut diwujudkan karena pada kenyataannya yang terjadi sekarang perang di dunia maya, terbelah di dunia nyata.

Forum Dialog dan Literasi Media Sosial menjadi penting karena pada saat ini Indonesia sedang dilanda ujian yang tidak sederhana dalam persoalan media sosial. Kita juga turut mengapresiasi buku hasil pemikiran Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah salah satunya telah mengeluarkan buku Fikih Informasi. Buku tersebut memberi tanggapan kepada masalah-masalah serius yang dialami oleh bangsa berkaitan dengan dunia maya.

Terutama dalam tahun politik 2019 ini, kita tentu harus bijak menyikapip hal-hal yang terjadi salah satunya dengan menggunakan keimanan masing-masing. Iman itu menurut Qur’an untuk membangun peradaban. Melakukan amal saleh itu sebenarnya peradaban yang manusiawi, peradaban yang berwajah asri, peradaban yang berlapang dada, jadi amal shaleh itu bukannya kita memberikan infaq ke masjid tapi juga termasuk dengan berbuat yang baik manusia dengan manusia. Baik di dunia maya, bahkan di dunia nyata.

Memang tidak ada sistem politik yang sempurna, kalau tidak suka dengan pemerintahan saat ini bukan dengan menjelekkannya. Kita perlu berlapang dada terhadap perbedaan. Perbedaan itu menjadi pelajaran penting untuk saling memahami dan hidup berdampingan. Salah satu yang terpenting adalah jangan menggunakan perbedaan untuk menghancurkan kemanusiaan.

 

https://www.instagram.com/p/BpGammGFBXo/Dikutip dari Buya Syafi'i Ma'arif dalam Sambutan forum Dialog dan Literasi Media Sosial di Hotel Cavinton, Yogyakarta

Sumber foto: muhammadiyah.or.id