I. Bidang Pembinaan Keluarga.

1. Memperluas sosialisai dan peningkatan pembinaan keluarga berpedoman pada buku Tuntunan Keluarga Sakinah bagi masyarakat.

2. Mengembangkan berbagai model pendidikan pranikah bagi calon pengantin dan Remaja untuk mengantisipasi kernikahan anak-anak.

 

II. Bidang Tabligh.

1. Revitalisasi pengajian sampai di tingkat bawah secara terprogram sesui dengan faham Islam berkemajuan dengan mengintensifkan dakwah dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat sebagai penerapan program thayyibah.

2. Peningkatan kualitas mubalighat Aisyiyah

3. Mengintensifkan pembinaan dan pendampingan mualaf dengan memberikan pendampingan psikologis dan dakwah pemberdayaan untuk penguatan ekonomi, pelaksanaan dapat berjejaring lintas Majelis dan Lembaga.

4. Mengembangkan dakwah melalui media cetak dan audio visual (radio, telivisi) dan media Sosial (Youtobe, twitter, whatsapp, fasebook).

 

III. Bidang Pendidikan.

1. Menyongsong satu abad pendidikan Taman Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal dengan menyusun Sejarah TK secara Nasional.

2. Revitalisasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis Iman, Ilmu dan Amal dengan mengintegrasikan Islam berkemajuan dalam pengembangan kurikulum melalui pendekatan bayani, burhani dan irfani sehingga mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lain.

3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sekolah Dasar dan Menengah (SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA dan SMK).

4. Meningkatkan dan mengembangkan kuantitas dan kualitas Boarding School ‘Aisyiyah sebagi lembaga perkaderan ‘Aisyiyah.

5. Meningkatkan dan mengembangkan kuantitas dan kualitas pusat kegiatan Belajar masyarakat (PKBM).

6. Mengembangkan pendidikan kesehatan reproduksi berbasis satuan pendidikan.

Program dan Strategi Pendidikan Tinggi

7. Meningkatkan kuantitas dan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi yang mencakup berbagai bidang ilmu.

8. Mengembangkan pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan/Ke’Aisyiyahan (AIK).

9. Mendorong PWA untuk membuat perencanaan mendirikan PTA.

10. Melakukan Sinergitas dengan Majelis Dikti dan Pengembangan PPM

 

IV. Bidang Kesehatan.

1. Meningkatkan dan mengembangkan kesadaran kaum perempuan mengenai Kesehatan Reproduksi dan KB (Keluarga Berancana) dan kesadaran, sikap dan perilaku masyarakat mengenai gizi seimbang dalam pencegahan Stunting untuk peningkatan kualitas kesehatan anak.

2. Meningkatkan kesadaran dan kemauan masyarakat untuk pencegahan penyakit pada bayi dan balita.

3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengendalian dan pencegahan penyakit menular TB-HIV, dan penyakit menular lainnya.

4. Peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyakit tidak menular (PTM).

5. Meningkatkan kualiatas amal usaha, pengembangan Klinik dan Rumah Sakit.

6. Meningkatkan pendirian amal usaha kesehatan yang inovatif untuk kesehatan lansia.

7. Meningkatkan sinergi Amal Usaha Kesehatan ‘Aisyiyah danM uhammadiyah untuk mewujudkan1 klinik setiap PDA, bersinergi dengan program 1.000 Klinik Muhammadiyah).

 

V. Bidang Kesejahteraan Sosial

1. Merevitalisasi Panti Asuhan Aisyiyah menjadi Panti sebagai wadah untuk mengembangkan potensi anak asuh sehingga menjadi panti berkemajuan yang mempunyai aksi yang unggul, professional, dan humanis.

2. Meningkatkan kepedulian dalam upaya pencegahan dan eliminasi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

3. Meningkatkan perhatian dan kegiatan perlindungan dan pemberdayaan terhadap para lanjut usia (Lansia).

4. Mengembangkan model pemberdayaan dan layanan social bagi kelompok marjinal khususnya kelompok difabel.

5. Mendorong terciptanya model gerakan perlindungan sosial berbasis masyarakat untuk mewujudkan masyarakat yang memiliki jiwa kesetiakawanan social.

 

VI. Bidang Perkaderan.

1. Mengoptimalkan perkaderan formal dan nonformal secara terencana, periodik dan berkesinambungan

2. Mengembangkan dan mengoptimalisasi fungsi dan peran amal usaha ‘Aisyiyah sebagai lembaga pembibitan dan pembinaan kader dengan meningkatkan pemahaman Pimpinan Amal Usaha terhadap nilai-nilai ideologis dan spirit Muhammadiyah serta memperkuat sinergitas amal usaha dengan Organisasi/Persyarikatan.

3. Mengembangkan perkaderan fungsional dalam menyiapan pemimpin perempuan tingkat daerah, cabang dan ranting dalam melakukan advokasi regulasi pembangunan berbasis pedesaan/ komunitas yang mampu berkontribusi dalam memecahkan permasalahan masyarakat.

4. Mengembangkan dan mengoptimalkan pembinaan kader melalui Transformasi Kader terhadap Angkatan Muda Muhammadiyah Puteri untuk memperkokoh kelangsungan gerakan.

5. Mengembangkan pembinaan kader ulama yang berbasis pada pemahaman Islam yang berkemajuan sehingga dapat berdialog.

 

VII.Bidang Ekonomi dan Ketenagakerjaan.

1. Peningkatan kualitas Managemen kelembagaan dan managemen keuangan organisasi.

2. Menumbuhkan, menggiatkan, mendorong untuk berwirausaha dan menguatkan posisi UMKM perempuan dalam hal akses (mendapatkan informasi) dan kontrol (untuk memutuskan kepemilikan) terhadap sumberdaya ekonomi.

3. Mengembangkan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dalam berbagai model dan kemampuan literasi keuangan bagi perempuan agar melek financial.

4. Mengembangkan usaha ekonomi melalui sektor pertanian, perikanan.

5. Meningkatkan pendampingan tenaga kerja perempuan tentang hak-hak pekerja dan pendampingan usaha produktif. 

 

VIII. Bidang Hukum dan HAM.

1. Meningkatkan upaya advokasi hukum dan HAM dengan pola dan model pendampingan bagi masyarakat, khususnya yang termarginalkan termasuk pembelaan terhadap perempuan, anak dan TKW bermasalah sebagai kelompok rentan.

2. Meningkatkan kapasitas pimpinan Majelis Hukum dan HAM dalam melakukan kegiatan penyadaran hukum dan pendampingan advokasi bagi korban kekerasan dan pelanggaran hukum.

3. Melakukan pengkajian secara proaktif terhadap berbagai Rancangan Perundang-Undangan (RUU) dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang merugikan perempuan dengan prespektif gender sesuai dengan nilai-nilai Islam untuk keadilan bagi semua pihak.

4. Meningkatkan kesadara hukum di komunitas.

 

IX. Bidang Pendidikan Politik.

1. Mengkampanyekan budaya politik yang santun, beretika dan anti korupsi di lembaga-lembaga publik pada berbagai level pimpinan.

2. Mengembangkan pendidikan kewarganegaraan (civil education) untuk meningkatkan pemahaman dan membangun kesadaran kritis masyarakat tentang hak-hak warga negara.

3. Mendorong peran aktif kader-kader 'Aisyiyah dalam melaksanakan UU Desa baik keterlibatan dalam mengawal program maupun melakukan pemantauan atas implementasi UU Desa.

4. Mengembangkan peran-peran politik perempuan dalam berbagai lembaga publik negara di berbagai tingkatan dengan prinsip khittah Muhammadiyah.

5. Menguatkan kapasitas (capacity building) kader perempuan untuk berpartisipasi dan berkontribusi setiap proses pengambilan keputusan dalam perencanaan pembangunan di tingkat desa, kecamatan, kapupaten/kota, propinsi dan nasional.

 

X. Bidang Pengkajian dan Pengembangan Organisasi Tujuan.

1. Mengembangkan penelitian dan pengkajian masalah-masalah keorganisasian untuk mendukung kebijakan organisasi.

2. Mengembangkan fungsi data dan informasi sebagai salah satu sumber penting dalam pengambilan kebijakan organisasi dan gerakan.

3. Meningkatkan kajian isu-isu aktual dan masalahmasalah keagamaan, social, ekonomi, budaya, politik, hukum dan isu kemanusiaan yang berkaitan dengan perempuan, anak, berbasis paham agama dalam Muhammadiyah.

 

XI. Bidang Lingkungan Hidup

1. Meningkatkan sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan sumberdaya air secara efektif melalui sumberdaya perempuan dalam pengelolaan sumberdaya air dengan budaya hemat air.

2. Meningkatkan sosialisasi dan pendampingan gerakan ramah lingkungan, penghijauan, dan sadar lingkungan secara luas.

3. Meningkatkan dan menguatkan pemahaman dan kapasitas penanggulangan bencana mulai dari mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat dan pemulihan khususnya untuk kelompok perempuan.

 

XII.Bidang Kebudayaan

1. Membudayakan gemar membaca dan menulis sebagai perwujudan gerakan cinta ilmu.

2. Mengembangkan pendidikan karakter yang berbasis nilai-nilai Islam, melalui sekolah, keluarga dan pengajian.

3. Mengembangkan seni sebagai salah satu karya budaya yang memiliki nilai filosofi tinggi dan bagian tidak terpisahkan dengan kehidupan manusia.