1.      Program TB-HIV Care

Melalui Program Penanggulangan Tuberculosis (TB), ‘Aisyiyah berupaya dengan berperan serta dalam pembangunan kesehatan di Indonesia dan pencapaian target Millenium Development Goals (MDGs) no. 6, yakni penurunan angka penyebaran penyakit menular.

Sebagai amanat Muktamar dan Tanwir ‘Aisyiyah, upaya penanggulangan TB ini dilakukan baik di daerah yang mendapatkan dukungan dari lembaga donor maupun secara mandiri. Karenanya program Penanggulangan TB (Community TB Care) ‘Aisyiyah terus dikembangkan di 33 provinsi di Indonesia.

Bentuk kerjasama ini berupa program Penanggulangan TB ‘Aisyiyah, di antaranya:

a.       Program Community TB Care Round 8 (2008-2013)

‘Aisyiyah dipercaya sebagai penerima dana langsung (Principal Recipient/PR Global Fund) dari lembaga donor internasional tersebut dalam penanggulangan TB Round 8 periode 2008-2013.

b.      Program Community TB Care SSF (2014-2016)

Program poin a dilanjutkan dalam Round Single Stream Funding (SSF) yang dilaksanakan dalam periode Januari 2014-Juni 2016.

c.       Program Community TB Care NFM

‘Aisyiyah kembali dipercaya sebagai PR untuk ketiga kalinya dalam Round New Funding Model (NFM) yang dilaksanakan periode Januari 2016-Desember 2017.

Program-program tersebut merupakan program untuk memerangi penyakit Tuberculosis yang difokuskan pada kegiatan berbasis masyarakat, yang dikelola oleh Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah. ‘Aisyiyah bertanggungjawab untuk mengkoordinasikan kegiatan di 160 kabupaten/kota. ‘Aisyiyah juga bekerjasama dengan institusi keagamaan dan CSO lain di beberapa provinsi seperti di NTT bekerjasama dengan Katholik (PERDHAKI), dan di Sulawesi Utara bekerjasama dengan Yayasan Kristen Pelita Kasih (PELKESI).

Melalui Round NFM, program dikembangkan menjadi Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah. Dalam Program NFM juga dikembangkan kegiatan Community System Strengthening (Penguatan Sistem Komunitas) dan Removing Legal Barrier (Penghapusan Hambatan Hukum) bagi Pasien TB-HIV.

Strategi Utama Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah. Strategi program NFM masih melanjutkankan Round SSF dimana fokus perubahan masyarakat tidak sekedar sebagai “objek” tetapi sebagai Subject dimana ‘Aisyiyah sebagai CSO berperan menjadi fasilitator dalam program penanggulanan TB-HIV nasional.

Strategi-strategi program ‘Aisyiyah lainnya yaitu:

1.      Memperkuat jangkauan untuk menjangkau kelompok berisiko TB-HIV.

2.      Pemantauan langsung Pasien TB dan TB MDR hingga sembuh.

3.      Meningkatkan peran serta masyarakat secara lebih luas untuk mendukung kegiatan penanggulangan TB-HIV melalui kegiatan Advokasi.

4.      Meningkatkan akses dan jaringan kepada Rumah Sakit Pemerintah dan Non Pemerintah dalam pelayanan pasien TB-HIV.

5.      Meningkatkan Gerakan Masyarakat (Kader, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pasien) melalui Kelompok Penduli TB (KMP TB) dan KMP TB MDR.

6.      Melakukan alih kelola kegiatan TB dari orientasi pada proyek/program menjadi suatu aktivitas yang benar-benar dimiliki oleh masyarakat dan Organisasi Masyarakat Madani.

 

Foto dok. Sosialisasi terkait TB kepada masyarakat oleh Kader TB ‘Aisyiyah

 

Foto dok. Siti Zubaedah, salah satu kader TB ‘Aisyiyah dalam Gerakan Ketuk Pintu 2017 yang berhasil mengunjungi 80 rumah bersama kader TB ‘Aisyiyah lainnya. Ia dan seluruh kader TB ‘Aisyiyah memberi penyuluhan, menemukan orang teduga TBC, membawa ke puskesam, memantau pengobatan, pembinaan dan pendampingan terhadap Pengawas Menelan Obat (PMO), serta membuat pencatatan dan pelaporan.

 

Foto dok. Penghargaan MURI yang diberikan kepada ‘Aisyiyah atas Gerakan Ketuk Pintu dengan mengunjungi sebanyak 1.000 rumah dan dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia.

 

Foto dok. Berita mengenai Gerakan Ketuk Pintu yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan TB Day tahun 2017 yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang TB dan penemuan kasus TB di masyarakat.

 

Wilayah program kerja TB-HIV Care ‘Aisyiyah sendiri meliputi:

Provinsi Sumatera Utara:

1. Deli Serdang

2. Kota Medan

3. Labuhan Batu

4. Simalungun

5. Karo

6. Langkat

 

Provinsi Sumatera Barat:

7. Kota Padang

8. Kota Solok

9. Kota Bukittinggi

10. Padang Pariaman

 

Provinsi Sumatera Selatan:

11. Kota Palembang

12. Muara Enim

13. Ogan ilir

14. Banyu Asin

15. Kota Prabumulih

 

Provinsi Riau:

16. Indragiri Hilir

17. Bengkalis

18. Rokan Hilir

19. Kota Pekanbaru

20. Kota Dumai

 

Provinsi Kepulauan Riau:

21. Kota Batam

22. Kota Tanjung Pinang

23. Karimun

 

Provinsi Lampung:

24. Lampung Selatan

25. Lampung Tengah

26. Lampung Timur

27. Lampung Selatan

28. Tulang Bawang Barat

29. Kota Bandar Lampung

30. Pesawaran

31. Pringsewu

32. Tanggamus

 

Provinsi Bengkulu:

33. Rejang Lebong

34. Lebong

35. Kota Bengkulu

 

Provinsi Banten:

36. Kabupaten Serang

37. Kota Tangerang

38. Kota Cilegon

39. Kota Serang

40. Kabupaten Serang

41. Tangerang Selatan

 

Provinsi DKI Jakarta:

42. Jakarta Selatan

43. Jakarta Timur (PKPU)

44. Jakarta Timur 

45. Jakarta Pusat (UMJ)

46. Jakarta Pusat (YARSI)

47. Jakarta Barat

48. Jakarta Utara (PKPU)

49. Jakarta Utara

 

Provinsi Jawa Barat:

50. Depok (PKPU)

51. Majalengka (PKPU)

52. Kota Cirebon (PKPU)

53. Bandung

54. Garut

55. Kuningan

56. Purwakarta

57. Kota Tasikmalaya

58. Tasikmalaya

59. Ciamis

60. Kota Bandung

61. Kota Cimahi

62. Sukabumi

63. Indramayu

64. Subang

65. Karawang

66. Bekasi (LKC)

67. Kota Bekasi (LKC) 

68. Kab. Bogor (LKC)

 

Provinsi Jawa Tengah:

69. Cilacap

70. Banyumas

71. Kebumen

72. Grobogan

73. Semarang

74. Kendal

75. Batang

76. Tegal

77. Brebes

78. Kota Surakarta

79. Kota Semarang

80. Kota Salatiga

81. Pekalongan

82. Kota Tegal

83. Wonosobo

84. Purworejo

85. Klaten

86. Sukoharjo

87. Karanganyar

88. Sragen

89. Kota Tegal

90. Jepara

91. Demak

92. Pemalang

93. Purbalingga

94. Pati

 

DI Yogyakarta:

95. Sleman

96. Kota Yogyakarta

97. Bantul

98. Kulon Progo

99. Gunung Kidul

 

Provinsi Jawa Timur:

100. Kediri

101. Kota Kediri

102. Malang

103. Kota Malang

104. Kota Surabaya

105. Jember

106. Banyuwangi

107. Sidoarjo

108. Jombang

109. Bojonegoro

110. Ponorogo

111. Tulungagung

112. Gresik

113. Kota Mojokerto

114. Mojokerto

115. Probolinggo

116. Pamekasan

117. Sampang

118. Lumajang

119. Blitar

120. Madiun

121. Kota Madiun

 

Provinsi Kalimantar Barat:

122. Mempawah

123. Sanggau

124. Kota Pontianak

125. Kota Singkawang

 

Provinsi Kalimantan Tengah:

126. Kotawaringin Timur

127. Palangkaraya

 

Provinsi Kalimantan Timur:

128. Balikpapan

129. Samarinda

 

Provinsi Sulawesi Selatan:

130. Jeneponto

131. Sidrap

132. Kota Makassar

133. Pare-pare

134. Gowa

135. Pinrang

136. Soppeng

137. Wajo

138. Enrekang

139. Sinjai

140. Maros

 

Provinsi Sulawesi Tenggara:

141. Kota Kendari

142. Kota Bau-bau

143. Konawe

144. Muna Barat

145. Muna

 

Provinsi Sulawesi Utara (PELKESI):

146. Manado

147. Bitung

148. Tomohon

 

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB):

149. Mataram

150. Lombok Tengah

151. Lombok Timur

152. Lombok Barat

 

Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) PERDHAKI:

153. Kota Kupang

154. Kabupaten Kupang

155. Timur Tengah Selatan

 

Provinsi Papua:

156. Kota Jayapura

157. Keerom

 

Provinsi Papua Barat:

158. Sorong

                     159. Kota Sorong