'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Idea
Home » Idea
Rupa Masalah Kesehatan Masyarakat Kepulauan
04 Januari 2017 14:00 WIB | dibaca 805
oleh: Galuh Kartikasari, S.S.T,M.Kes

Sekitar 16,42 juta jiwa penduduk Indonesia merupakan masyarakat yang hidup di kawasan pesisir. Mereka bertempat tinggal di 8.090 desa pesisir yang tersebar di seluruh wilayah negeri. Masyarakat pesisir, termasuk nelayan, memiliki risiko kesehatanyang tinggi sehingga perlu diberikan perhatian khusus dalam upaya pembangunan kesehatan. Sayangnya, kondisi pelayanan kesehatan masyarakat nelayan, kihususnya yang berada di pulau-pulau kecil di Indonesia Timur justru terbilang memprihatinkan.

Masalah kesehatan utama di daerah itu adalah kurangnya perilaku hidup bersih sehat masyarakat. Selain itu, mayoritas masyarakat membangun rumah di atas laut sehingga tidak memiliki septic tank dan limbah langsung dibuang ke laut. Gangguan kesehatan yang banyak  dialami oleh masyarakat kepualauan antara laun nyeri sendi, gangguan pendengaran rungan hingga tuli kasus baritrauma, dan penyakit dekompresi yang biasa menyerang penyelam.

Barotrauma adalah kerusakan jaringan tubuh karena perbedaan tekanan tubuh dan air. sedangkan dekompresi didefinisikan sebagai suatu keadaan medis dan terjadi ketika akumulasi nitrogen yang terlarut setelah menyelam membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta sistem syaraf. Risiko kesehatan selalu mengikuti setiap gerak nelayan dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya. Saat melakukan penyelaman seringkali terjadi kecelakaan. Tak jarang, para nelayan tidak segera mendapat pertolongan bisa mengalami kelumpuhan, bahkan kematian. Masalah kesehatan lain adalah bahwa penyakit yang kerap diderita nelayan antara lain kurang gizi, kelainan kulit akibat paparan sinar matahari (hyperpigmentasi) baik di muka maupun di tangan, gangguan pendengaran akibat kebisingan yang ditimbulkan mesin tempel perahu, serta kelainan mata.

Masalah kesehatan ini bukan hanya datang dari kurangya kepedulian masyarakat tentang kesehatan, melainkan juga kondisi geografis yang membuat beberapa pulau yang masuk dalam kecamatan tersebut memiliki keterbatasan akses air bersih. Misalnya saja Pulau Penawar Rindu Batam yang selalu kesulitan air meskipun bukan masuk musim kemarau. Para penduduknya menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan air. Padahal, penampungan air hujan rentan menjadi sarang nyamuk. Tak heran, kasus demam berdarah dan malaria masih muncul. Air sangat berharga dan sulit di dapat pada akhirnya jga membuat sanitasi masyarakat buruk dan menimbulkan masalah kesehatan. Apalagi ditambah dengan perilaku kurangnya hidup bersih dan sehat, seperti kebiasaan buang air besar dan buang sampah yang sembarangan.

Selain itu, persoalan narkoba di daerah ini juga perlu disoroti. Narkoba dan perhaulan bebas rentan memengaruhi anak-anak muda di daerah tersebut karena berbatasan langsung dengan negara luar, Singapura. Oleh karena itu, petugas kesehatan rutin memberi pengarahan ke sekolah-sekolah, juga ke anak-anak yang putus sekolah. Masalah umum lainnya, seperti kebiasaan makan yang menyumbang penyakit tidak menular yang terjadi pada masyarakat, dan anak dengan gizi kurang.

Solusi permasalahan kesehatan di daerah kepulauan pada dasarnya sesuai dengan pembangunan kesehatan, yaitu; untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agare terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Untuk mewujudkan derajat kesehatan bagi masyarakat diselenggarakat upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), dan pemulihan kesehatan (rehabilitatif) yang dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.

Salah satu unit pelaksana teknis terdepan di jajaran kesehatan yang keberadaannya hampir merata di setiap wilayah dan relatif dekat sasaran program pembangunan kesehatan adalah puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat). Sebagai ujung tombak fasilitator kesehatan, puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar secara terintegrasi dengan fungsi sebagai pusat pelayanan kesehatan dan sebagai pusat penggerak peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Untuk itu, sebagai unit pelaksana teknis terdepan puskesmas dan jaringannya harus didukung dengan sumberdaya yang memadai.

Kegiatan daerah terpencil bertujuan untuk meningkatkan jangkauan pelayanan Kesehatan puskesmas melalui pengembangan inovasi pelayanan kesehatan puskesmas sesuai keadaan dan kebutuhan masyarakat, meningkatkan dukungan sumberdaya upaya kesehatan puskesmas di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan. Dengan terlaksananaya pelayanan kesehatan di daerah terpencil diharapkan dapat meningkatkan hasil kinerja program seperti meningkatkan cakupan penyuluhan kesehatan masyarakat, meningkatkan presentase desa yang mencapai UCI, meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan dan gizi ibu dan anak, menurunkan angka kematian ibu dan kematian balita.

 

Disarikan dari rubrik Kesehatan, Suara 'Aisyiyah edisi Desember 2016

Shared Post:
Idea Terbaru