Perilaku Hidup Sehat dan Bersih di Sekolah

15 Juni 2016 10:29 WIB | dibaca 7481 | oleh: Surahma Asti Mulasari (Dosen FKM Universitas Ahmad Dahlan & Anggota Majelis Dikti)

 

(Tulisan pernah dipublikasikan dalam Majalah Suara 'Aisyiyah edisi 10 Bulan Oktober 2015)

 

Sehat adalah harapan seluruh manusia. Dengan sehat, kita dapat beribadah, bekerja, dan berinteraksi dengan lingkungan secara baik dan produktif. Mencegah timbulnya penyakit lebih mudah dan murah daripada mengobati sakit. Salah satu upaya mencegah penakit adalah dengan bergaya hidup sehat. Gaya hidup sehat merupakan segala upaya untuk menerapkan kebiasaan baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat menganggu kesehatan.

Akhir-akhir ini makin banyak sekali penyakit yang timbul karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Penyakit-penyakit yang timbul karena abai PHBS misalnya sakit perut seperti diaer, disentri, kolera, typhus, sakit mata seperti penyebab sering mandi di air yang kotor, sakit kaki gajah/filariasis, penyakit kulit, cacingan, dan lain-lain.

PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan secara sadar dan diterapkan dalam keluarga, sehingga keluarga beserta semua yang ada di dalamnya dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat.

Secara umum, PHBS sangat mudah dilakukan. Menurut Kementrian Kesehatan, ada beberapa bidang PHBS yaitu : (1) Bidang kebersihan perorangan, seperti cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun, mandi minimal 2x sehari. (2) Bidang gizi seperti makan buah dan sayur setiap hari, mengkonsumsi garam beryodium, menimbang berat dan tinggi badan. (3) Bidang kesehatan lingkungan seperti membuang sampah pada tempatnya, menggunakan jamban, memberantas jentik, dan lain sebagainya.

PHBS sudah sangat biasa didengar di masyarakat akan tetapi pada kenyataannya, penerapan PHBS yang kesannya sederhana tidak selalu mudah dilakukan, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa melakukannya. Menanamkan PHBS kepada setiap orang bukanlah hal yang mudah, akan tetapi memerlukan proses yang panjang. Setiap orang hidup saling mempengaruhi serta berinteraksi antar pribadi dalam suatu tatanan kehidupan. Mereka memantau, menilai, dan mengukur tingkat kemajuan tatanan kehidupan. Mereka memantau, menilai, dan mengukur pencapaian tingkat individu. Berdasarkan hal tersebut, pembinaan PHBS dilakukan melalui pendekatan tatanan, yaitu tatanan rumah tangga, sekolah, tempat-tempat umum, tempat kerja, dan institusi kesehatan.

PHBS di Sekolah

Penerapan PHBS di sekolah merupakan kebutuhan mutlak seiring munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah tingkat dasar (6-10), yang ternyata umumnya berkaitan dengan PHBS. PHBS di sekolah diartikan sebagai sekumpulan perilaku yang dilakukan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat di lingkungan sekolah atas dasar kesadaran hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

Jenis-jenis PHBS di Sekolah

a.       Mencuci tangan memakai sabun

Mencuci tangan dengan menggunakan air yang mengalir hanya menghilangkan kuman 25% dari tangan, sedangkan mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun akan dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman hingga 80%.

b.      Berolahraga secara teratur

Olahraga untuk memelihara kesehatan fisik dan mental agar tetap sehat dan tidak mudah sakit. Selain itu juga untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik.

c.       Mengukur tinggi badan dan berat badan

Siswa perlu ditimbang setiap 6 bulan untuk memantau pertumbuhan berat badan dan tinggi badan normal siswa sehingga dapat segera diketahui apabila ada sisswa yang mengalami kurang gizi atau kelebihan gizi.

d.      Memberantas jentik nyamuk

Memberantas jentik di tempat-tempat penampungan air bersih yang ada di sekolah (bak mandi, kolam) sehingga warga sekolah serta masyarakat sekitar terhindar dari berbagai penyakit yang ditularkan melalui nyamuk (demam berdarah, malaria, dan kaki gajah)

e.      Menjaga dan menggunakan jamban yang bersih dan sehat

Jamban yang tudaj bersih mengundang datangnya lalat atau serangga penular penyakit diaer, kolera, disentri, typhus, kecacingan, penyakit infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit, dan keracunan.

f.        Membuang sampah pada tempatnya

Sampah harus dibuang di tempar sampah sehingga lingkungan sekolah menjadi bersih dan nyaman untuk belajar mengajar. Adanya sampah menjadikan lingkungan kotor, tidak sedap dipandang mata, serta sebagai tempat berkembang biak vektor penyakit.

g.       Tidak merokok di sekolah

Dalam satu batang rokok yang diisap akan dikeluarkan sekitar 4 ribu bahan kimia berbahaya di antaranya yang paling berbahaya adalah nikotin, tar, dan karbon monoksida. Nikotin menyebabkan ketagihan dan merusak jantung serta aliran darah. Tar menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan kanker, sedangkan karbon monoksida menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen sehingga sel-sel tubuh akan mati.