Peran ’Aisyiyah dalam Pengelolaan Lingkungan

16 Agustus 2012 15:24 WIB | dibaca 1210 | oleh: Majalah SA

Perubahan lingkungan hidup membawa Indonesia pada berbagai persoalan yang secara rutin kita hadapi bersama antara lain: menumpuknya sampah domestik, kebakaran hutan, kabut asap di musim kemarau, dan banjir di musim hujan. Bila permasalahan lingkungan di Indonesia ini tidak disikapi secara benar akan menimbulkan kerusakan lingkungan.

Lingkungan yang rusak mengakibatkan kerugian yang sangat besar, baik dari segi hayati yaitu punahnya berbagai species maupun secara finansial yaitu menurunnya pendapatan negara yang berasal dari sumber daya alam. Oleh karena itu, sumber daya alam baik hayati maupun non hayati harus dimanfaatkan dan dikelola secara arif dan bijaksana. Menyadari adanya perubahan lingkungan di sekitar kita, terutama terkait isu pemanasan global dan perubahan iklim, sudah seharusnya ’Aisyiyah sebagai organisasi perempuan berperan aktif dalam menjaga kenyamanan hidup di bumi.

’Aisyiyah sebagai organisasi perempuan di Indonesia mempunyai peran yang strategis, antara lain terkait peran ibu dalam keluarga yang menentukan dan aktif dalam mendidik putra-putrinya. Kecintaan terhadap lingkungan memang harus ditumbuhkan sejak dini, yaitu, sejak manusia mengenal dirinya dan kebutuhan hidupnya.

Melalui pembinaan kepada anggotanya, ‘Aisyiyah dapat mewujudkan lingkungan hidup yang nyaman untuk kelangsungan hidup anggotanya. Ini bisa dilakukan antara lain dalam lingkungan amal usaha Aisyiyah, baik itu amal usaha pendidikan formal maupun non formal dan amal usaha kesehatan, atau melalui gerakan Keluarga Sakinah dan Qaryah Thayyibah supaya dapat dijadikan model pembelajaran tentang lingkungan hidup.
Bahwa perwujudan keluarga sakinah antara lain dapat terjadi pada lingkungan yang sehat dan asri, melalui program intensifikasi pekarangan. Taman pada halaman rumah, setidaknya, memiliki berbagai manfaat, seperti: fungsi keindahan dan fungsi keasrian; fungsi apotek dan warung hidup; fungsi sosial, yaitu taman yang mampu memberikan hasil produksinya untuk warga sekitar; fungsi pendidikan, yaitu taman yang mampu memberikan pemahaman bagi anggota keluarga untuk menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan.

Berikut ini adalah contoh-contoh kegiatan praktis pelestarian lingkungan yang dapat dilaksanakan di semua tingkatan pimpinan ’Aisyiyah. Di tingkat ranting melalui pengelolaan sampah berbasis rumah tangga; penanaman tanaman pekarangan, tanaman buah, tanaman sayur, tanaman hias, dan tanaman obat. Seyogyanya, kehadiran apotik hidup tidak semata sebagai etalase namun lebih ke arah pemanfaatan yang signifikan.
Di tingkat cabang melalui peningkatan pemahaman tentang lingkungan hidup yang bersih dan sehat; kegiatan daur ulang sampah sehingga dapat menambah pendapatan ekonomi keluarga. Di tingkat daerah dan wilayah melalui diskusi dan penyuluhan sehingga dapat mewujudkan panduan lingkungan hidup sehat, dan cara memanfaatkan lahan tidur di daerah dan wilayahnya, serta tidak lupa melakukan pelatihan kesiapan tanggap bencana.

Adapun di tingkat nasional melalui ikut berperan aktif dalam pengelolaan lingkungan secara nasional sesuai dengan kebijakan pemerintah yang digulirkan; penghijauan; pengelolaan sampah kota; pengembangan bio energi yang terintegrasi menuju kelestarian lingkungan; pemetaan wilayah berbasis pada potensi lingkungan dan kerawanan bencana.

Program-program ‘Aisyiyah di semua majelis dan lembaga, hendaknya diupayakan mempunyai sifat ramah lingkungan. Salah satu contohnya adalah program dari Majelis Ekonomi berupa pembuatan produk sabun detergen yang bersifat ramah lingkungan dengan tidak menghasilkan busa yang banyak namun sudah berdaya cuci bersih. Contoh lain yang bisa dilakukan, masih terkait dengan program dari Majelis Ekonomi, yaitu memproduksi makanan dengan menggunakan pewarna alami. Harapannya, majelis-majelis dan lembaga yang lain, bisa melakukan hal serupa, untuk mewujudkan Keluarga Sakinah dan Qoryah Thoyyibah yang berwawasan lingkungan. (KLH PP ‘Aisyiyah)

(Sumber: Majalah SA Edisi Juli Tahun 2011)