Komit dalam Percepatan Capaian MDG’s, ‘Aisyiyah Sampaikan Hambatan Jampersal dalam Rakor Bersama BKKBN

03 Mei 2013 15:14 WIB | dibaca 1016 | oleh: Dian A. Pangestu

 

Aisyiyah.or.id— Siti Noordjanah Djohantini menyatakan, bangsa Indonesia masih dihadapkan pada pelbagai permasalahan yang komplek, salah satunya adalah masalah kependudukan dan keluarga. Penambahan penduduk Indonesia yang mencapai angka sekitar 4 juta jiwa per tahun, membawa konsekuensi yang tidak sederhana dalam upaya pembangunan manusia yang berkeadilan sosial.
Demikian diungkapkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2010-2015, pada Rakor BKKBN yang bertemakan komitmen BKKBN bersama ‘Aisyiyah untuk mempercepat pembangunan kependudukan dan KB menuju Pencapaian MDG’s 2015 di Jakarta (21 Maret 2013).

Salah satu tujuan MDG’s adalah menurunkan angka Kematian anak serta meningkatkan Kesehatan Ibu. Namun, berdasarkan kertas kerja Kesetaraan Gender dan Kesehatan Bappenas, tahun 2011 menunjukkan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 228 per 100.000 kelahiran hidup (KH). Padahal, kesepakatan Global Millennium Development Goals (MDG’s) menargetkan AKI di Indonesia diturunkan menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2015.

Dalam rangka mempercepat pencapaian tersebut, sebetulnya ditahun 2011 pemerintah telah mencanangkan program jaminan persalinan (jampersal), guna mendekatkan akses masyarakat kepada pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan untuk menekan angka resiko kematian pada ibu dan bayi. Sayangnya, upaya tersebut masih jauh dari yang diharapkan, “Masih banyak keluhan terkait jaminan persalinan dan pelayanan KB, baik itu sosialisasi dan kepesertaan yang masih minim, sarana prasarana kesehatan serta SDM yang tidak memadai, kebijakan pemanfaatan anggaran yang setengah hati bahkan keluhan masyarakat terhadap kualitas pelayanannya.” Lanjut Noordjanah.

Perlunya evaluasi dan perbaikan juga diakui oleh koordinator program representatif, Khusnul Hidayah. Selain terjun langsung ke lapangan, ‘Aisyiyah juga memanfaatkan media sosial untuk menjaring informasi lebih luas. “Melalui page facebook -ayo pantau jampersal- kami menemukan banyak kasus terkait pelaksanaan jampersal dan layanan KB, lantas dari temuan-temuan tersebut kami gunakan sebagai amunisi untuk disampaikan pada penggambil kebijakan.” Tutur Sekretaris Lembaga Pengembangan dan Penelitian PP ‘Aisyiyah tersebut.

Selain itu, menurut Noordjanah, keberhasilan mencapat target MDG’s pada tahun 2015 sangat tergantung pada kebijakan pemerintah dan bagaimana pemerintah mengimplementasikan kebijakannya sampai di tingkat bawah. “Ini kita lihat bagaimana pemerintah membangun sinergitas dengan berbagai pihak atau kelompok masyarakat dengan kekuatan-kekuatan tertentu, khususnya yang memiliki basis organisasi yang mengakar ke bawah, penggalamam sosial yang intensif sejak era kebangkitan nasional sampai pasca kemerdekaan, sekaligus program-pogram kegiatan yang nyata laiknya ‘Aisyiyah.” ujarnya.

Harapannya, jalinan kerjasama dengan BKKBN yang sudah dimulai sejak tahun 1971 dan berlanjut dengan MOU yang ditandatangani pada 14 November 2011 lalu, dapat mendorong dan mempercepat terwujudnya keluarga dan masyarakat yang lebih baik dan berkualitas secara lahir maupun batin.