‘Aisyiyah Desak Pemda Bantul Untuk Kembangkan Posyandu Bagi Remaja

25 November 2012 15:17 WIB | dibaca 962 | oleh: Policy Paper ( Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah 2012)

 

Memasuki dasawarsa ke-dua pelaksanaan era otonomi daerah, berbagai problem kesehatan reproduksi masih menjadi perhatian serius yang harus ditangani.Termasuk salah satunya adalah minimnya pemahaman perempuan tentang masalah kesehatan reproduksi itu sendiri. Laiknya mata rantai, budaya yang berkembang turut menyumbang “kekeliruan” dalam pengetahuan masyarakat akan kesehatan reproduksi.

Di tahun 2008, Pimpinan daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Bantul, Propinsi DIY dan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah melakukan pendampingan kepada komunitas dan anggota ‘Aisyiyah untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya kualitas kesehatan reproduksi perempuan. Dan selama melakukan pendampingan dan sosialisasi, ditemukan berbagai problem kesehatan reproduksi.

Berdasarkan komposisi demografi jumlah penduduk Kabupaten Bantul tahun 2010 memperlihatkan bahwa, sebanyak 139.899 dari 911.503 penduduk adalah remaja. Jumlah yang cukup besar tersebut, meunjukkan sudah selayaknyalah pemerintah daerah memberikan perhatian pada kelompok usia remaja berkaitan dengan pelayanan kesehatan reproduksi.

Dampak dari minimnya informasi kesehatan reproduksi tersebut, juga menyebabkan para remaja masih meyakini mitos dan pantangan ketika haid. Ketika haid, para remaja setempat dilarang untuk potong kuku, potong rambut, tidak boleh mencuci rambut (keramas) karena diyakini bisa menyebabkan keputihan dan haid berlangsung lebih lama. Selain itu, para remaja yang menstruasi tidak diperkenankan untuk makan makanan seperti telur dan makanan yang manis karena khawatir akan berbau seta darah haid yang keluar akan lebih banyak.
Melihat kondisi seperti itu, ‘Aisyiyah mendesak kepada pemerintah daerah untuk dapat menyediakan dan memberikan layanan kesehatan yang bersifat preventif dan kuratif kepada remaja. Lebih kongkrit, pemerintah daerah hendaknya mendirikan layanan Posyandu remaja baik di sekolah maupun komunitas. [.]

Sumber: Policy Paper Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah 2012. Dukungan ‘Aisyiyah Terhadap Peningkatan Kualitas Kesehatan Reproduksi Remaja di kabupaten Bantul.