Virus MELIN ala ‘Aisyiyah Jawa Timur

20 Oktober 2012 18:00 WIB | dibaca 906

 

Di sela-sela kesibukan mengikuti Sidang Tanwir I ‘Aisyiyah, Sekretaris PWA Jawa Timur yang akrab disapa Ibu Nely ini menyempatkan diri berbagi dengan Tim Media Center Tanwir I ‘Aisyiyah tentang perkembangan program Income Generating dengan memproduksi detergen MELIN. Nely menjelaskan, “Kami membidik lima daerah sebagai pilot project (daerah percontohan) program MELIN, tepatnya Kota Malang, Pasuruan, Mojokerto, Sidoarjo, dan Blitar,” terang Nely sebagai awal mulai kesuksesan MELIN sampai pelosok Jawa Timur.

Sejak pertama disosialisasikan oleh Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah pada bulan Oktober 2011, PWA Jawa Timur segera menindaklanjutinya dengan mengadakan percontohan di lima daerah tersebut. Dari kelimanya, ungkap Nely, Kota Malang dan Blitar menjadi daerah percontohan paling menonjol. Dari kedua daerah inilah, tersebar ‘virus’ semangat mengembangkan MELIN ke daerah lain di Jawa Timur. Kota Malang dan Blitar menjadi percontohan pengelolaan wirausaha MELIN, sejak dari produksi, distribusi, pemasaran, dan penjualan.

Menurut perempuan yang memiliki beberapa jenis usaha ini, ada banyak faktor yang mendukung perkembangan MELIN di Jawa Timur, di antaranya adalah faktor lingkungan. Di Jawa Timur, keberadaan Surabaya sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi terbesar di Indonesia turut mendukung perkembangan bisnis.

Selain itu, keanggotaan BUEKA yang mulai aktif juga menjadi pendukung utama pengembangan Wirausaha MELIN. Dari kelompok BUEKA ini kemudian terbentuk alur produksi MELIN. Pimpinan Wilayah tidak diperkenankan memproduksi. Peran wilayah hanya sebagai distributor bahan baku dari pusat. Proses produksi dari bahan mentah dilakukan di tingkat cabang yang kemudian dipasarkan oleh ranting.

Alur produksi ini dibuat agar semua pimpinan beraktifitas. “Target program ini kan untuk peningkatan pendapatan keluarga, jadi semua elemen ‘Aisyiyah harus beraktiftas” kata Nely menegaskan. Menurutnya, apa yang berlaku sudah sesuai dengan tujuan awal diadakannya Program MELIN, yaitu terjadinya pemberdayaan. Nely mengakui pernah muncul pertanyaan, “kenapa sih harus repot-repot semua?” Menanggapi protes yang sempat muncul, mantan Ketua Majelis Ekonomi PWA Jawa Timur ini kemudian menjawab, “karena kalau tidak bergerak semua, tidak akan tercipta pemberdayaan.”