UNISA Mata Rantai Dakwah 'Aisyiyah di Bidang Pendidikan

02 Oktober 2019 13:55 WIB | dibaca 421

 

"Pimpinan Pusat 'Aisyiyah memberikan tanggung jawab pada Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta sebagai pemimpin yang mampu memimpin perguruan tinggi 'Aisyiyah yang juga sedang ingin tumbuh berkembang menjadi universitas." Hal tersebut disampaikan dalam sambutan Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah pada Sidang Senat Terbuka yang digelar Universitas 'Aisyiyah dalam rangka perayaan Milad ke 28 UNISA pada Rabu (2/10).

Menurut Noordjannah saat ini ada dua Perguruan Tinggi 'Aisyiyah yang sedang berproses menjadi universitas yakni di Bandung dan Surakarta. Noordjannah menyampaikan rasa bangga dan apreasiasi tinggi pada UNISA di usia ke tiga tahun sebagai universitas dan 28 tahun sebagai perguruan tinggi ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Ia menyampaikan bahwa capaian yang telah diraih ini harus disyukuri dan dibarengi dengan ikhtiar untuk dapat meraih yang lebih besar lagi. "Kami meyakini bahwa seluruh pimpinan dan civitas akademika UNISA memiliki ghirah tinggi untuk mengembangkan UNISA yang merupakan satu-satunya universitas yang dikelola organisasi perempuan di Indonesia."

Pada acara yang bertempat di hall gedung B kampus UNISA ini Noordjannah menyampaikan bahwa kehadiran UNISA menjadi mata rantai dakwah 'Aisyiyah dengan terus mengembangkan risalah keagamaan dan risalah kemajuan serta membawa misi persyarikatan untuk mengembangkan dakwah melintas batas yang tidak berpihak pada suku, agama, atau ras tertentu melainkan berpihak untuk kepentingan Islam sebagai rahmatan lil alamiin. "Universitas 'Aisyiyah harus menjadi faktor penggerak karena memiliki potensi, kapabilitas, keahlian, dan yang paling utama karena memiliki nilai islam berkemajuan yang menjadi dasar pandangan Muhammadiyah - 'Aisyiyah."

  

Ia mengharapkan UNISA bisa menjadi universitas yang membawa berbagai misi termasuk misi rahmatan lil alamiin. "Jadilah universitas yang membawa bendera misi kemajuan, membawa bendera islam dengan misi rahmatan lil alamiin, membawa bendera 'Aisyiyah dengan misi kemanusiaan untuk semesta."

Lebih lanjut, Noordjannah meminta UNISA agar terus bersiap menjadi bagian lokomotif penggerak 'Aisyiyah dalam berdakwah amar ma'ruf nahi munkar, termasuk menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan-kegiatan besar 'Aisyiyah-Muhammadiyah. "Diharapkan Unisa akan selalu siap menerima tugas besar dari 'Aisyiyah Muhammadiyah, Insya Allah akan barokah, Insya Allah itulah yang akan menjadi bagian kemajuan Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta"

Diakhir sambutannya Noordjannah menyampaikan bahwa amal usaha 'Aisyiyah di bidang pendidikan seperti UNISA juga TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal yang telah berusia 100 tahun merupakan salah satu cara 'Aisyiyah mengisi dakwah di NKRI. "Ini merupakan cara kita mengisi NKRI, cara 'Aisyiyah Muhammadiyah untuk memajukan Republik Indonesia dengan cara-cara santun yang berkemajuan, bermartabat, dan bermanfaat untuk kemanusiaan." (Suri)