UAD Berikan Beasiswa Kepada 958 Guru PAUD ‘Aisyiyah di DIY

25 Juni 2016 11:23 WIB | dibaca 2220

 

Yogyakarta (aisyiyah.or.id)- Unviersitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta memberikan bantuan tunai Rp. 400 juta kepada 958 guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) ‘Aisyiyah pada Selasa (21/6) di Kampus 1 UAD, Jalan Kapas, Yogyakarta. Bantuan dilakukan atas kerjasama UAD dengan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah(PWA Dikdasmen).

Dra. Yuni Purwati, M.Pd sebagai ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PWA DIY mengatakan bahwa kegiatan ini sudah dijalankan sejak tahun 2012. Kegiatan ini berangkat dari inisiatif PWA DIY yang mengajukan kerjasama kepada UAD. Yuni menambahkan bahwa bantuan itu diberikan untuk guru yang memiliki UMK (Upah Minimum Kabupaten) dibawah Rp. 100.000.

“Tahun ini, ada 958 guru TK dan KB ‘Aisyiyah yang menerima bantuan tersebut. Selain bantuan untuk guru, UAD juga memberikan bantuan beasiswa bagi mahasiswa prodi PG PAUD UAD”, ujar Yuni.

Adapun data penunjang tentang keadaan guru TK/KB sebagai penerima bantuan didapat melalui laporan dari PDA (Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah) yang mengamati langsung sampai tingkat cabang/kecamatan. Kualifikasi tentang penerima bantuan dana benar-benar difokuskan pada guru yang pendapatannya dibawah rata-rata dan belum mendapatkan sertifikasi. Tiap tahunnya, penerima bantuan bisa mengalami perubahan, hal tersebut atas pertimbangan PWA DIY dan UAD dengan memperhatikan keadaan para penerima beasiswa.

Pada tahun ini, bantuan dana menyebar di tiga kabupaten, yaitu Gunung Kidul sebanyak Rp. 164.100.000 (359 guru TK, 82 guru KB), Kulon Progo sebanyak Rp. 82.100.000 (134 guru TK, 114 guru KB) dan Bantul sebanyak Rp. 90.200.000 (153 guru TK, 116 guru KB). Sedangkan Sleman tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan untuk guru tersebut, karena prioritas bantuan wilayah Sleman dialokasikan untuk beasiswa mahasiswa PG PAUD UAD dengan jumlah Rp. 63.600.000 untuk 21 penerima beasiswa.

“Bantuan dana atas kerjasama dari ‘Aisyiyah dengan UAD tersebut merupakan bentuk nyata dari rasa kepedulian untuk berbagi kepada sesama, hal tersebut tentu akan berpengaruh untuk menjadikan gerakan ‘Aisyiyah menjadi idola masyarakat”, tutur Yuni sebagai penutup. [Nisa]