Turiyati, Sosok Lansia Berdaya PDA Jepara

27 September 2020 16:30 WIB | dibaca 57

 
Jepara- Lanjut Usia yang mengalami keterlantaran sosial menjadi perhatian khusus, manakala terjadi bencana seperti wabah pandemi corona yang belum juga usai ini menjadi perhatian, maka dari itu mengharap kepada para pendamping lanjut usia tidak hanya mendampingi lansianya saja, namun memberikan edukasi kepada keluarga lanjut usia yang didampingi. Lanjut Usia tidak hanya sebagai objek semata, namun diperankan sebagai subjek agar lanjut usia tersebut merasa dihargai, dihormati serta diberdayakan.
 
Indonesia menerapkan dalam undang-undang 13 tahun 1998 bahwa yang dapat dikatakan lanjut usia yaitu usia 60 tahun keatas maka dari itu sasaran lanjut usia dalam perlindungan khusus berusia 60 tahun ke atas, miskin dan mengalami kondisi darurat.
 
Adapun tujuan dari pendampingan lansia dalam perlindungan khusus yaitu pemenuhan hak kepada lanjut usia, Aksesibilitas kepada lanjut usia dan melindungi lanjut usia yang memiliki resiko sosial. 
 
Sosok seorang ibu aktifis pada PCA Tahunan Jepara maupun PDA, beliau adalah Turiyati, anggota LLHPB PDA Jepara.  Meskipun sudah lanjut usia namun semangat juangnya luar biasa. Ditengah pandemi beberapa bulan ini mengisi waktu luangnya dengan bercocok tanam di belakang rumahnya, tentu saja di damping oleh keluarganya,
 
"Dalam mengisi kesibukannya di tengah pandemi, lahan pekarangan ditanami berbagai macam tanaman baik sayur mayur, buah maupun tanaman obat, daun kelor, binahong, belimbing wuluh, serai, pandan wangi, pepaya, pisang dan masih banyak lagi," terangnya
 
Tidak ketinggalan pula, pengeringan daun kelor, "Untuk pengganti teh celup, daun kelor dipetik kemudian diangin anginkan sampai kering,dibagikan kepada siapapun yang membutuhkan, silakan mampir ke rumah," harapnya.
 
Kegiatan ini bergayung bersambut menindaklanjuti himbauan dari posko MCCC wilayah Jateng bahwa setiap daerah harus membentuk gugus tugas keluarga tangguh covid (katavid) , sehingga semua praktik baik yang dilakukan oleh ibu-ibu 'Aisyiyah terwadahi.
 
 
Kontributor : Deny Ana I’tikafia