TK ABA Salah Satu Wujud Kebesaran ‘Aisyiyah

18 Juni 2019 12:57 WIB | dibaca 653

‘Aisyiyah mengelola 20.000 TK ABA di seluruh Indonesia yang menurut Mendikbud mencakup 25% dari seluruh jumlah pendidikan anak usia dini di seluruh Indonesia,” hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini dalam peresmian gedung baru KB/TK ‘Aisyiyah Dukuh Mantrijero, Yogyakarta (18/6).

TK ‘Aisyiyah Busthanul Athfal (TK ABA) Dukuh, Mantrijeron merupakan salah satu TK ABA yang ada di Yogyakarta yang telah berdiri sejak tahun 1963 dan menjadi bagian dari sekitar 700 TK ABA dan 300 Taman Bermain yang ada di Yogyakarta. Noordjannah pada kesempatan tersebut mengajak para undangan untuk bersyukur karena dengan jumlah tersebut, wilayah seluas Yogyakarta ini menjadi wilayah yang memiliki jumlah TK terbanyak di Indonesia.

TK-TK ABA menurut Noordjannah harus selalu menjadi kebanggaan karena ciri utama yang dimiliki TK ABA. “Kita harus berbangga karena TK kita memiliki tujuan untuk mendidik anak-anak untuk cerdas, berprestasi, dan berakhlak Islami.” Berakhlak Islami inilah yang disampaikan Noordjannah menjadi ciri khas TK ABA. “Berakhlak Islami, berakhlak mulia memerlukan uswah hasanah, keteladanan yang tidak hanya dari guru dan pengelola TK ABA tetapi keteladanan itu juga inline dengan kehidupan setiap keluarga kita,” papar Noordjannah.

  

Lebih lanjut Noordjannah menyampaikan bahwa ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan muslim yang usianya sudah mencapai 105 tahun ini juga diberikan julukan sebagai organisasi perempuan muslim terbesar di dunia oleh peneliti bernama James Peacock karena kiprah dan amaliyah yang dilakukan, salah satunya dengan banyaknya mengelola pendidikan anak usia dini. “James Peacock meneliti, tidak ada organisasi perempuan muslim di dunia yang besar seperti ‘Aisyiyah, kebesarannya bukan dilihat dari jumlah anggotanya tetapi dari kiprahnya, amaliyah yang dilakukan dengan pendidikan yang sampai saat ini berjumlah 20.000 secara nasional .”

Akan tetapi diakui Noordjannah pengembangan TK ABA oleh ‘Aisyiyah bukanlah suatu hal yang mudah karena harus dilaksanakan secara bergotong royong. Noodjannah menyampaikan bahwa dana pendidikan untuk anak usia dini di Indonesia memang masih relatif kecil tetapi ‘Aisyiyah tetap bisa mengembangkan amaliyahnya di bidang pendidikan ini. “Atas dasar kepercayaan masyarakat, atas dasar kasih sayang para aghnia yang ingin mendapatkan kemuliaan baik dunia maupun di akhirat, ‘Aisyiyah bisa mengembangkan TK ABA di banyak tempat bahkan di pelosok-pelosok, bahkan ada TK kita yang masih di bayar dengan hasil pertanian.”

Keihlasan inilah yang menurut Noordjannah menjadi karakter warga persyarikatan. “Keihklasan merupakan modal ‘Aisyiyah untuk terus berkiprah dan menjadi modal utama simpatisan sehingga bisa memberikan kepercayaan kepada ‘Aisyiyah Muhammadiyah, keikhlasan menjadi modal yang tinggi.” Oleh karena itu Noordjannah mengajak segenap undangan untuk bisa mengelola TK ABA Dukuh Mantrijeron ini dengan penuh keikhlasan dan dengan riang gembira.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan plakat peresmian TK ABA Dukuh Mantrijeron yang dilakukan oleh Ketua Umum PP 'Aisyiyah didampingi oleh Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarko; Ketua Pimpinan Ranting 'Aisyiyah Dukuh, Widyastuti; Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Dukuh, Agung Supriyatmojo;  penasihat PWA DIY, Zamzamah; Dikdasmen PDA Kota Yogyakarta, Iswandari (Suri)