TK ABA Maluku, Banjir Peserta Didik di Tengah Keterbatasan

08 Agustus 2018 14:19 WIB | dibaca 49

 

Banjir peserta didik d tengah keterbatasan pengajar dan sarana. Hal itulah yang tergambar dari pembicaraan dengan Ketua PWA Maluku, Aisyah Manilet saat menyampaikan kondisi TK ABA Maluku khususnya di kepualauan.

Kendala Sarana Prasarana

Sampai saat ini sudah berdiri kurang lebih 20 TK ABA (‘Aisyiyah Bustanul Athfal) yang tersebar di berbagai daerah di Maluku, di antaranya TK ABA terjauh ada di Maluku Tenggara dan Tual, Seram Bagian Timur, Kecamatan Pulau Gorom dan Geser. Hanya saja, menurut Aisyah kondisi sekolah masih jauh dari kata layak. “Hampir 90% tidak ada gedung, selama ini menempati rumah masyarakat, makanya kita sangat terbatas” ungkap AIsyah.

Kendala SDM

Tenaga pengajar juga menjadi salah satu hal yang harus ditingkatkan kualitasnya untuk TK ABA di Maluku. “Untuk pengajar, rata-rata adalah sarjana pendidikan umum karena tidak ada satupun yang sarjana PAUD, se-Maluku, tidak ada satupun berijazah PAUD, hanya ada satu, itupun berijazah D2” terang Aisyah. Hal inilah yang menjadi kendala pengembangan TK ABA karena menurut Aisyah gaji guru kemudian diambil dari SPP para siswa. “Kami ingin mengajukan para guru untuk bisa masuk sebagai PNS, akan tetapi syarat harus berijazah S1 PAUD, itulah yang menjadi kendala” tuturnya.

Banjir Peminat

 

 

Di tengah keterbatasan tersebut, TK ABA di Maluku tidak pernah kekurangan murid didik, bahkan ada TK ABA yang memiliki sampai 100 murid dengan keterbatasan ruangan. Aisyah juga menyampaikan bahwa tidak sedikit orang tua yang memindahkan anak mereka dari TK lain ke TK ABA. Aisyah juga menyampaikan bahwa masyarakat meniulai TK ABA memiliki keunggulan dibandingkan TK lainnya. “Karena TK ABA memiliki nilai spiritual dan nilai agama Islam yang sudah ditanamkan sejak dini oleh para guru yang tidak ada di sekoah lain”, paparnya.