Tingkatkan Kesadaran Deteksi Dini, 'Aisyiyah Launching Aplikasi Dini di Pink Day 2017

30 Oktober 2017 19:51 WIB | dibaca 564

(Pontianak) –Sabtu (29/10) bertepatan dengan bulan peduli kanker payudara atau Pink Day, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menggelar kegiatan Pink Blue Day 2017 sebagai bentuk kepedulian kepada kanker payudara dan kanker serviks yang bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah Kalimantan Barat. Acara yang berlangsung di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak ini dihadiri oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementrian Kesehatan RI yakni Lily S. Sulistyowati, Walikota Pontianak yakni Sutarmiji, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah yakni Siti Noordjannah Djohantini, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Barat yakni Wagiyem, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Lazismu Pontianak, Direktur Akbid Pontianak serta ribuan peserta baik dari masyarakat umum maupun anggota persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang ada di Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya, Wagiyem selaku Ketua PWA Kalimantan Barat menyampaikan bahwa tujuan digelarnya acara ini untuk semakin meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya Pontianak akan penyakit kanker serviks dan payudara. Gerakan ‘Aisyiyah tersebut sangat didukung oleh Sutarmiji selaku Walikota Pontianak yang dalam sambutannya mengajak seluruh peserta dan masyarakat Pontianak untuk melakukan gerakan agar perempuan lebih peduli kepada deteksi penyakit kanker serviks dan payudara. “Saya bersama Dinkes dan orang perorang seluruh masyarakat kota Pontianak harus terus bersama-sama mengkampanyekan hal ini agar masyarakat lebih peduli kepada kesehatan reproduksi yakni penyakit kanker payudara dan serviks.”

Darurat kanker payudara dan kanker serviks tersebut juga diakui oleh Lily S. Sulistyowati yang menyampaikan bahwa pembiayaan BPJS untuk penyakit kanker terus mengalami peningkatan dari 1,5 Triliun di tahun 2014 menjadi 2,2 T di tahun 2015. Ditambahkan oleh Lily bahwa dari jumlah tersebut kanker payudara dan kanker serviks merupakan penyakit kanker terbanyak yang kasusnya dialami oleh perempuan. Karena itu Kementrian Kesehatan sangat mendukung kegiatan dan gerakan yang diinisiasi oleh ‘Aisyiyah ini “Setelah acara ini diharapkan seluruh masyarakat semakin terdorong untuk melakukan deteksi dini, bukan hanya untuk kanker payudara dan serviks tetapi juga semua penyakit kanker agar pencegahan dan pengobatan kanker di Indonesia bisa semakin berhasil.”

Siti Noordjannah Djohantini selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyampaikan alasan digelarnya kegiatan Pink Blue Day yang sudah memasuki tahun ke-4 ini karena ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah sejak awal berdirinya sangat menaruh perhatian pada tingkat kesehatan masyarakat. Sebagai penyakit kanker penyebab kematian pertama dan kedua kepada perempuan ‘Aisyiyah ingin mengaungkan deteksi dini untuk kedua penyakit tersebut karena semakin cepat dideteksi maka kemungkinan sembuh akan semakin besar.

Disampaikan oleh Noordjannah, untuk menyebarluaskan deteksi dini tersebut maka pada kegiatan Pink Blue Day 2017 ini ‘Aisyiyah melakukan launching aplikasi DINI dan Gerakan Keluarga Peduli Kanker.  “Aplikasi DINI akan memberikan edukasi, sosialisasi dan peringatan untuk melakukan deteksi dini secara mudah dan sederhana kepada para perempuan,” ujar Noordjannah. Ditambahkan oleh Noordjannah, gerakan keluarga peduli kanker sangat penting bagi ‘Aisyiyah, mengingat bahwa keluarga merupakan institusi terkecil dalam masyarakat. “Aisyiyah akan mendorong dan megedukasi keluarga-keluarga di Indonesia untuk menjadi keluarga yang kuat, sakinah, mawwadah, warohmah yang nanti juga bisa berperan keluar menjadi pionir kesehatan di masyarakat,” tandas Noordjannah.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 05.30 hingga pukul 10.00 ini dimeriahkan dengan kegiatan jalan sehat yang diikuti oleh rombongan drumband dari SD Muhammadiyah, para peserta juga Walikota Pontianak beserta jajaran. Kemudian dilanjutkan dengan launching aplikasi DINI juga Gerakan Keluarga Peduli Kanker yang ditutup dengan atraksi tarian serta penarikan undian berhadiah.