TB Care ‘Aisyiyah Wajo Intens Lakukan Koordinasi Bersama Pemerintah Daerah Wajo

27 Juni 2020 14:18 WIB | dibaca 71

Wajo -- Dalam rangka penanggulangan Tuberculosis (TB) di Bumi Lamaddukkelleng, TB Care ‘Aisyiyah Kabupaten Wajo intens melakukan silaturahim serta koorrdinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan.

Pada Kamis, (25/6) TB Care ‘Aisyiyah melakukan silaturahim dan koordinasi dengan pemerintah Kelurahan Siengkang dan Maddukkelleng di Jalan Irian Sengkang.

Hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Koordinator TB Care ‘Aisyiyah Kabupaten Wajo, Iskandar; juru bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kabupaten Wajo, Supardi; Lurah Siengkang, M. Basri; Lurah Maddukkelleng, Sabran dan Pendamping Desa, Andi Muspida.

Iskandar mengungkapkan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian ‘Aisyiyah dalam rangka penanggulangan TB di Wajo sehingga kegiatan koordinasi dengan pemerintah kecematan, desa dan kelurahan intens dilakukan.

Iskandar juga menjelaskan bahwa, yang menjadi kendala sekarang ini adalah masyarakat tidak mau berobat kalau sudah ada tanda tanda TB, karena mereka malu dengan penyakit menular.

“Mereka takut dijauhi oleh masyarakat lain kalau diketahui mengidap penyakit menular,” ungkapnya dilansir dari laman mediasinergi.

Oleh karenanya, lanjut Iskandar, peran pemerintah baik di tingkat kecamatan sampai ke desa dan kelurahan perlu memberikan pemahaman dengan intens sosialisasi kepada masyarakat bahwa penyakit TB itu berbahaya.

“Kita harapkan pemerintah desa dan kelurahan untuk bisa bersinergi dengan membentuk kader TB dan mengannggarkan untuk sosialisasi TB ini,” harap Iskandar

Sementara Lurah Siengkang, M. Basri menyampaikan, terkait dengan pembentukan kader TB, M. Basri mengharapkan ada dasar yang bisa menjadi acuan dalam pembentukan kader TB ini.

“Saya sangat mendukung dengan pembentukan kader TB di desa dan kelurahan, karena melalui kader TB nantinya, sosilaisasi bahaya TB akan terus intens dilakukan dan bisa mendorong agar masyarakat tetap sehat, dengan mengetahui bahaya penyakit TB,” jelasnya.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGPP) Covid-19, Wajo Supardi sangat mendukung langkah TB Care ‘Aisyiyah ditengah pandemi virus corona untuk berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan dalam penanggulangan TB.

Menurut Supardi, penyakit TB saat ini masih menjadi beban masalah kesehatan di Indonesia. Dan saat Indonesia khususnya Kabuoaten Wajo juga menghadapi wabah corona, virus ini justru harus lebih diwaspadai pasien TBC. Pasalnya beberapa gejala TB seperti batuk, demam, dan merasa lemas juga dialami pasien Covid-19.

Sumber: mediasinergi.co