Tanwir II 'Aisyiyah Ditutup dengan Peneguhan Gerakan ‘Aisyiyah Bagi Seluruh Umat

18 November 2019 12:53 WIB | dibaca 285

Setelah melalui dua hari permusyawaratan, hari ini, Senin (18/11) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menggelar sidang hasil Keputusan Tanwir II ‘Aisyiyah Periode 2015-2010. Dihadiri oleh pimpinan dari 34 provinsi serta jajaran pimpinan pusat ‘Aisyiyah ada 11 keputusan Tanwir II ‘Aisyiyah yang dibacakan oleh Wakil Sekretaris Pimpinan Pusat ‘Aiysiyah, Rohimi Zam Zam.

Keputusan yang dibacakan adalah terkait dengan Muktamar dan pemilihan anggota Pimpinan Pusat periode 2020-2025, mengesahkan hasil Sidang Komisi A dan B, serta pengesahan visi misi dan karakter TK ABA di Abad Kedua yakni terbentuknya tunas insan pembelajar yang bertaqwa, berakhlak mulia, mandiri, cakap kreatif, dan peduli.

 

Untuk meneguhkan pergerakannya, ‘Aisyiyah juga menetapkan pertama, peneguhan Islam berkemajuan yang berkarakter wasathiyah bagi pimpinan di semua tingkat melalui kegiatan perkaderan, konsolidasi, dan kajian. Kedua, menetapkan gerakan amal sosial Aisyiayah di basis.Ketiga, menetapkan gerakan dakwah literasi digital  menjadi gerakan nasional ‘Aisyiyah dengan merujuk pada Fiqh Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketiga, menetapkan bahwa ‘Aisyiyah memerankan diri sebagai agen perdamaian di berbagai level level tingkatan untuk berperan aktif dalam menyelesaikan konflik-konflik dan membangun perdamaian di komunitas dengan berkolaborasi dengan berbagai kelompok termasuk kelompok milenial.

Hasil Keputusan Tanwir II ‘Aisyiyah ini juga memberikan 7 rekomendasi ‘Aisyiyah kepada pemerintah atas beberapa isu penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini yang menyampaikan kata penutup mengucapkan rasa syukurnya karena Tanwir II ‘Aisyiyah sudah terlaksana dengan lancar. “Kita patut bersyukur karena sudah melaksanakan amanah organisasi dengan dilaksanakannya Tanwir ini dan juga bersyukur ibu-ibu peserta tetap sehat dan melalui Tanwir ini dengan menyenangkan.” Ia melanjutkan bahwa keputusan yang telah disampaikan di Tanwir ini akan membawa manfaat bagi umat dan bangsa . “Kami meyakini kalau dari acara permusyawaratan ini kita bisa menghasilkan hal-hal yang memang menjadi kebutuhan umat bangsa dan kemanusiaan. Permusyawaratan kita ini insya Allah akan mengalir ke bawah, akan menajdi perhatian dan konsen dari permusyawaratan di tingkat bawah karena memang secara regulasi keputusan dan agenda-agenda strategis yang sifatnya nasional itu akan ditindaklanjuti sampai di kepemimpinan di tingkat bawah.”

Rektor Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta yang merupakan tuan rumah dilaksanakannya acara menyampaikan bahwa menjadi pelaksana Tanwir II ‘Aisyiyah adalah pengalaman yang luar biasa bagi segenap civitas akademika UNISA. “Kami atas nama pelaksana bergembira melihat para peserta begitu dinamis dan kami yang masih muda ini harus lebih banyak belajar dari kinerja para peserta Tanwir yang luar biasa.”

Salah satu perwakilan peserta yakni Kamsinah dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Nusa Tenggara Timur menyampaikan rasa syukur dan terimakasih karena Tanwir II ‘Aisyiyah telah terlaksana dengan baik dan sangat menginspirasi bagi kemajuan daerah terutama di daerah yang terpencil. “Melaksanakan kegiatan Tanwir di gedung kampus universitas yang dimiliki oleh ‘Aisyiyah ini membuat kami termotivasi dan berharap agar ke depannya kami yang berada di daerah terpencil semoga bisa memiliki Universitas ‘Aisyiyah yang megah seperti UNISA Yogyakarta ini.” (Suri)