Tabligh Akbar Warnai Pelantikan PRIM dan PRIA Klang Lama

04 Februari 2020 13:23 WIB | dibaca 187

Malaysia -- Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PRIM dan PRIA) Klang Lama yang dibawahi Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PCIM dan PCIA) Malaysia menggelar Tabligh Akbar pada Ahad (2/2) lalu dalam rangka pelantikan pengurus PRIM dan PRIA Klang Lama periode 2019-2020.

Acara yang berlangsung di Dewan Zamrud, Klang Lama, Malaysia tersebut dihadiri oleh Muhammad Shulthoni dari Majelis Wakaf Pimpinan Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (PWM DIY) dan Ali Mu'thi tokoh Muhammadiyah dari Surabaya sebagai pembicara. Tabligh Akbar tersebut diramaikan dengan hadirnya ratusan jamaah PRIM dan PRIA serta warga persyarikatan se-Cabang Malaysia.

Ketua PCIM Malaysia Dr Sonny Zulhuda menekankan, Muhammadiyah adalah gerakan pembaharuan dan gerakan pencerdasan.  “Sebagai gerakan pencerdasan, mari kita pelajari apa kata Rasulullah saw tentang ciri-ciri orang cerdas,” katanya.

Mengutip hadits riwayat At-Turmudzi, sambungnya, Rasulullah saw menggambarkan dua hal yang dilakukan oleh orang cerdas. Pertama, dia selalu menjaga dirinya dari perbuatan maksiat. Kedua, orang yang cerdas itu mempersiapkan bekal untuk kehidupan sesudah mati.

”Dari sini, kita diingatkan agar senantiasa awas dalam kehidupan dan selalu ingat akan mati. Dengan begitu kita tidak akan menyia-siakan umur dan waktu yang dititipkan Allah untuk kita di dunia ini. Termasuklah di dalamnya mengoptimalkan kontribusi kita pada persyarikatan,” ujar Sonny.

Sonny Zulhuda enyampaikan, menjadi pemimpin itu berarti kita perlu lebih banyak mendengar daripada berbicara. Inilah tugas pertama bagi ketua yang baru dilantik.

Ditekankan juga pentingnya usaha dalam berdakwah, meskipun hasilnya masih sulit dicapai. Ini karena kesuksesan itu diukur bukan dari hasil, namun dari proses usaha yang dijalankan.

Maka, walaupun PRIM dan PRIA Klang Lama misalnya belum memiliki TPA atau PAUD karena berbagai tantangan kondisional, itu bukan masalah. Karena, yang terpenting adalah keinginan untuk belajar dan mengajarkan al-Quran tidak boleh pudar dari diri kita.

“Tengoklah kanan kiri dan sekeliling kita, ajarkan teman atau keluarga kita membaca al-Quran. Lalu kaji bersama pesannya. Itulah esensi dakwah kita,” tuturnya.

Sementara dua pembicara pada Tabligh Akbar menyampaikan tema Muhammadiyah dalam pusaran kehidupan beragama dan berkebangsaan dari perspektif berbeda.

Muhammad Shulthoni, kandidat doktor Ekonomi Islam dari IIUM Malaysia menyampaikan, pentingnya menguatkan gerakan wakaf dalam Muhammadiyah. Shulthoni yakin, jika aset-aset wakaf Muhammadiyah ditatakelola dengan lebih baik, niscaya akan mengoptimalkan peran Muhammadiyah dalam dakwah dan pergerakan.

Ada hubungan erat antara gerakan pencerdasan di Muhammadiyah dengan pentingnya penguatan wakaf, kata Shulthoni. Merujuk sambutan ketua PCIM Malaysia tentang orang cerdas, Shulthoni menyambung, gerakan wakaf ini tak lain dan tak bukan adalah upaya terbaik untuk melakukan persiapan dan pembekalan diri untuk kehidupan akhirat.

Bahkan, sambung dia, Allah mengingatkan, jika saja manusia diberikan kesempatan untuk dipanjangkan usianya dan ditunda kematiannya, maka yang akan dilakukan oleh orang itu adalah bersedekah seperti surat al-Munafiqun (63): 10.

Sementara Ali Mu’thi, aktivis PWM Jawa Timur yang kini aktif di dunia politik menyorot peran Muhammadiyah dalam berbagai isu sosial politik kenegaraan. Ali menyampaikan betapa sulitnya memberantas KKN dalam iklim politik Indonesia.

Salah satu yang harus direformasi, menurut Ali Mu’thi, adalah perubahan sistem pemilu yang kini sangat mahal. Ongkos politik yang mahal inilah yang menjadi pemicu maraknya praktik KKN di kalangan pejabat di Indonesia.

Karena itu Ali berharap Muhammadiyah terus menjadi pelopor gerakan kebangsaan dalam mengenyahkan korupsi. Namun Ali mengingatkan agar kita tidak mecucu dalam berdakwah, yaitu tidak sering merengut dan hilang sabar. Paling penting adalah kita sabar dan ikhlas dalam berdakwah.

    

Dalam kesempatan itu juga, Sumitro dan Nor Habibah masing-masing dilantik dan ditetapkan sebagai Ketua PRIM dan PRIA Klang Lama periode 2019-2021. Selain itu seluruh jajaran pengurus dilantik oleh Ketua PCIM Malaysia Dr Sonny Zulhuda dan Ketua PCIA Malaysia Nita Nasyithah MEd.

Ketua Panitia M. Khoiri menjelaskan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan 'Aisyiyah Klang Lama ini sudah berdiri sejak awal tahum 2016. Kini Ranting Istimewa yang didominasi oleh warga Muhammadiyah dari Solokuro dan Payaman Lamongan ini aktif menjalankan kegiatan pengajian dan juga program sosial dan rekreasional bagi warganya.

Sumber: Tim Media PCIM Malaysia