Syafi’i Ma’arif : Muhammadiyah Harus Ambil Peran dalam Isu Kedaulatan Negara

19 November 2015 17:32 WIB | dibaca 1312

Dari kiri-kanan : Din Syamsudin, Ahmad Syafi’i Ma’arif, Amin Rais saat menghadiri gelaran resepsi Milad 106
Muhammadiyah di Sportorium UMY (Foto : Dzar Albana)

 

Yogyakarta- Upaya gerakan nahi munkar yang menjadi salah satu pijakan gerakan Muhammadiyah dinilai Ahmad Syafi’i Ma’arif belum terejawantahkan secara maksimal. Dalam gelaran resepsi Milad 106 Muhammadiyah, Ketua Umum Muhammadiyah tahun 1998 sampai 2005 ini menyampaikan isu kedaulatan Negara harus mulai menjadi fokus Muhammadiyah.

“Siapa yang menguasai hutan, siapa yang menguasai energi. Saya berharap Muhammadiyah mulai memikirkan ke arah sana. Kalau tidak, negara semakin tersungkur. Ayo bangun Indonesia dengan sungguh-sungguh, kalau tidak kita akan ketinggalan,” ungkap Syafi’i di Sportotium UMY pada Rabu (18/11).

Pria yang akrab disapa Buya Syafi’i ini, mengakui bahwa kontribusi Muhammadiyah selama 106 tahun ini sudah banyak, terutama dalam membangun bangsa. Meskipun begitu, peran Muhammadiyah dalam isu kedaulatan yang kini banyak mengemuka masih perlu digiatkan. Menurutnya Muhammadiyah mulai harus mengambil peran.

“Ada Trisaktinya Bung Karno. Berdaulat secara politik, berdikasi secara ekonomi, dan berprikebadian secara sosial budaya. Itu adalah idealnya, tapi kenyataannya belum seperti itu,” tambahnya. Untuk itu dia berharap, gerakan Muhammadiyah ke depan mulai fokus pada isu kedaulatan seperti Trisakti yang dicanangkan Soekarno.

Selain Ahmad Syafi’i Ma’arif turut hadir ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X, Mantan Ketua KPK Buyro Muqoddas dan mantan ketua umum Muhammadiyah. (Mids)