SWA Tawarkan Konsep Mentoring Pada Warga Belajar

08 Agustus 2014 10:22 WIB | dibaca 1259

Dyah Suminar saat memberikan ijazah pada warga belajar Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah (Sabtu, 16/08)

 

Tidak seperti kursus kewirausahaan pada umumnya, Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah (SWA) menawarkan konsep mentoring agar peserta SWA dapat terus belajar pada ahlinya.

Setelah berhasil mewisuda warga belajar SWA Angkatan I, Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah kembali melakukan sesi Wisuda warga belajar SWA Angkatan II. Wisuda yang bertempat di Aula Gedung Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta pada Sabtu (16/08) tersebut diikuti 44 warga belajar yang telah merampungkan 10 sesi SWA, setelah sebelumnya Majelis Ekonomi mewisuda 57 warga belajar SWA Angkatan I.

Menurut Lathifah Iskandar, Ketua Umum Majelis Ekonomi PP ‘Aisyiyah, SWA yang dirintis ‘Aisyiyah sejak November 2013 lalu adalah bagian dari upaya ‘Aisyiyah untuk menyiapkan masyarakat menghadapi era ekonomi ASEAN yang akan diterapkan pada Januari 2015 mendatang. Dengan konsep mentoring yang ditawarkan SWA untuk warga belajarnya, Lathifah optimis SWA akan menjadi salah satu forum yang mampu melahirkan entrepreneur berkualitas dan mampu menghadapi tantangan di masa mendatang.

Dalam kesempatan lain, Dyah Suminar selaku kepala sekolah SWA juga menyampaikan bahwa konsep mentoring menjadi konsep unggulan yang berbeda dengan kursus kewirausahaan lainnya. “Mentornya adalah para pelaku usaha yang berpengalaman di bidangnya. Usai wisuda para warga belajar SWA memang akan membentuk kelompok sesuai bidang usaha, dan secara terus menerus berkomunikasi dengan para mentor.

Lebih lanjut Dyah menjelaskan, warga belajar akan datang pada mentor dan langsung melihat usahanya atau dapat berkomunikasi dengan mentor kapanpun, “mentor akan selalu siap sedia untuk berbagi ilmu,” tuturnya. Menariknya, ungkap Lathifah, di Bantul, jumlah pelaku usaha yang mendaftar menjadi mentor lebih banyak dari warga belajar. Hal tersebut menunjukkan tingginya minat berbagi ilmu wirausaha dari para pelaku bisnis secara langsung.

Disinggung mengenai rencana ke depan, perempuan pemilik bisnis Batik Margaria ini menyampaikan program SWA akan diduplikasi di berbagai Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah. “Seperti yang sudah disampaikan dalam Rakernas, SWA yang dilaksanakan Majelis Ekonomi PP ‘Aisyiyah hanya pilot project yang dilakukan sampai 2015. Selebihnya, program ini kami harapkan diduplikasi oleh semua wilayah” tandas Dyah. (Mids)